Adik Kim Jong-un Kesal pada Kapal Induk AS, Ancam Tingkatkan Demonstrasi Kekuatan Nuklir

Selasa, 04 Maret 2025 - 12:41 WIB
loading...
Adik Kim Jong-un Kesal...
Kim Yo-jong, adik perempuan pemimpin Korea Utara Kim Jong-un, kesal dengan pengerahan kapal induk Carl Vinson Amerika Serikat ke Korea Selatan. Foto/KCNA
A A A
PYONGYANG - Kim Yo-jong, adik perempuan pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong-un, kesal dengan pengerahan kapal induk Carl Vinson Amerika Serikat (AS) ke Korea Selatan.

Orang terkuat nomor dua Korea Utara ini mengancam bahwa negaranya akan meningkatkan demonstrasi kekuatan nuklir sebagai tanggapan atas kehadiran kapal induk bertenaga nuklir tersebut.

Dalam pernyataan yang dirilis oleh Rodong Sinmun pada Selasa (4/3/2025) pagi, Kim Yo-jong selain mempersoalkan kehadiran USS Carl Vinson dan kapal perang Amerika lainnya di kota pelabuhan Busan, juga mengeluhan latihan militer gabungan AS-Korea Selatan yang akan datang yang disebut "Freedom Shield".

Baca Juga: AS Kerahkan Kapal Induk Nuklir ke Korsel setelah Korut Tembakkan Rudal Jelajah Srategis

"Jika AS terus memecahkan rekor dengan demonstrasi militernya, kami juga tidak punya pilihan selain membuat rekor baru dengan demonstrasi kemampuan pencegahan strategis kami," kata Kim Yo-jong.

"Karena pengerahan aset strategis AS ke semenanjung Korea menjadi hal yang dilembagakan dan berdampak negatif pada kepentingan keamanan kami, kami secara serius mempertimbangkan langkah-langkah untuk meningkatkan tindakan tingkat strategis kami yang akan memengaruhi keamanan negara-negara musuh," imbuh dia.

Kim Yo-jong juga merujuk pada perubahan terbaru Presiden AS Donald Trump. "Yang memperluas dan mengintensifkan provokasi politik dan militernya terhadap kami selangkah demi selangkah," papar Kim Yo-jong.

Korea Utara telah menguji puluhan rudal berkemampuan nuklir dalam beberapa tahun terakhir, termasuk rudal balistik antarbenua (ICBM) baru yang dirancang untuk mencapai daratan AS, dan terkadang menganggap uji coba tersebut sebagai peringatan bagi Washington.

Pyongyang belum melakukan uji coba peledakan nuklir sejak September 2017, sementara Seoul telah membunyikan peringatan tentang kemungkinan Pyongyang melakukan uji coba nuklir ketujuh.

Dalam pernyataannya pada hari Selasa, Kim Yo-jong mengatakan tindakan militer AS baru-baru ini "membenarkan" dorongan Korea Utara saat ini untuk meningkatkan produksi senjata nuklir.

"AS secara rutin melakukan tindakan provokatif yang memperburuk situasi sambil mengabaikan masalah keamanan Republik Rakyat Demokratik Korea [DPRK], dan bahwa Washington secara terang-terangan menunjukkan permusuhan ekstrem dan niat konfrontatif terhadap DPRK," kata Kim Yo-jong.

Republik Rakyat Demokratik Korea atau DPRK adalah nama resmi Korea Utara.

Pernyataan adik Kim Jong-un itu diakhiri dengan mengatakan Pyongyang "tidak akan tinggal diam", menyiratkan bahwa kakaknya sedang merencanakan tindakan militer.

"Akan sangat berbahaya bagi AS untuk memobilisasi lebih banyak aset militer ke ROK atau menguji kemauan dan kemampuan kami," pungkas Kim Yo-jong.

ROK adalah singkatan dari nama resmi Korea Selatan, yakni Republik Korea.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Usai Tewaskan 1.300...
Usai Tewaskan 1.300 Orang di Eropa, Gelombang Panas Ekstrem Kini Melanda AS
Ini Detail Cekcok Trump...
Ini Detail Cekcok Trump dan Mohammed bin Salman Gara-gara Perang Iran
Eks Jenderal Zionis:...
Eks Jenderal Zionis: Netanyahu Mengarang Iran Miliki Bom Nuklir untuk Menakuti Publik Israel
Demi Cinta Bertaruh...
Demi Cinta Bertaruh Nyawa, Pasangan Ini Lamaran di Puncak Gedung Empire State 443 Meter
AS Pertimbangkan Tarik...
AS Pertimbangkan Tarik Pasukan dari Arab Saudi, Berseteru Gara-gara Perang Iran
Israel Ancam Serang...
Israel Ancam Serang Iran Ketiga Kalinya Meski Sedang Negosiasi dengan AS
Pasokan Minyak Iran...
Pasokan Minyak Iran Kembali Banjiri Pasar Asia, Harga Minyak Dunia Anjlok 4%
AS Lancarkan Serangan...
AS Lancarkan Serangan Baru ke Iran, Sasar Pertahanan Udara hingga Fasilitas Drone
Trump Tuduh China Ingin...
Trump Tuduh China Ingin Kuasai Terusan Panama: Tak Akan Terjadi!
Rekomendasi
Ruben Onsu Bikin Pangling...
Ruben Onsu Bikin Pangling dengan Tampil Brewok Sepulang Umrah
ICDX dan Bursa Komoditas...
ICDX dan Bursa Komoditas Belarus Jalin Kerja Sama Perdagangan Internasional
Jadwal Formula 1 British...
Jadwal Formula 1 British Grand Prix 2026 di VISION+, Siap-Siap Nonton Duel Panas di Silverstone
Berita Terkini
Kiper Palestina Saleem...
Kiper Palestina Saleem Al-Ashqar Tewas Dibunuh Tentara Israel di Gaza
130 Orang Ditangkap...
130 Orang Ditangkap karena Korupsi, Termasuk Para Pejabat Berbagai Kementerian
Rusia Balas Dendam!...
Rusia Balas Dendam! Rudal dan Drone Gempur Ukraina, 11 Orang Tewas
Usai Tewaskan 1.300...
Usai Tewaskan 1.300 Orang di Eropa, Gelombang Panas Ekstrem Kini Melanda AS
Gempa Kembar Venezuela...
Gempa Kembar Venezuela Tewaskan 2.295 Orang: Mirip Zona Perang, Bau Mayat Menyengat
Ini Detail Cekcok Trump...
Ini Detail Cekcok Trump dan Mohammed bin Salman Gara-gara Perang Iran
Infografis
Kim Jong-un Perintahkan...
Kim Jong-un Perintahkan Angkatan Laut Korut Dipersenjatai Nuklir
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved