Zionis Israel Marah Film Kisah Palestina 'No Other Land' Menang Oscar
Selasa, 04 Maret 2025 - 11:29 WIB
loading...
A
A
A
"Kebebasan berekspresi adalah nilai penting, tetapi memutar pencemaran nama baik Israel menjadi alat untuk promosi internasional bukanlah seni—itu adalah sabotase terhadap Negara Israel," lanjutnya di X, yang dilansir Middle East Eye, Selasa (4/3/2025).
Israel Bachar, konsul jenderal Israel di Los Angeles, menulis di media sosial: "Orang Yahudi Israel memiliki No Other Land", menambahkan bahwa tokoh-tokoh Hollywood harus menonton "dokumenter sebenarnya" dari cuplikan serangan Hamas pada 7 Oktober 2023 terhadap Israel.
Yoseph Haddad, yang menggambarkan dirinya sebagai aktivis Arab-Israel, mengatakan bahwa pidato pemenang di Los Angeles bias terhadap Palestina.
"Dia [Abraham] pantas mendapatkan Oscar untuk kemunafikannya," katanya.
Yang lain mendesak pemerintah Israel untuk mengambil tindakan dengan berinvestasi lebih banyak dalam hasbara (propaganda).
Jurnalis Shai Golden mengatakan bahwa kemenangan Oscar untuk film tersebut merupakan "tanda peringatan" bagi Israel tentang kegagalannya untuk menyajikan kisah Israel dengan cara yang meyakinkan.
"Bagian dari hasbara Israel seharusnya adalah penggunaan contoh 'No Other Land', bahwa Israel, tidak seperti negara-negara tetangganya—yang dipimpin oleh Palestina—tahu bagaimana mengekspresikan suara-suara seperti Abraham di antara kita," katanya dalam kolomnya untuk surat kabar Israel Hayom.
Jurnalis Yedioth Ahronoth Yuval Karni menyatakan bahwa dia tidak akan menonton film dokumenter tersebut, dan mengatakan bahwa kemenangannya bermula dari kebencian terhadap Israel.
"Kedua pembuat film tersebut—seperti sebagian besar kerajaan Hollywood dan American Academy of Motion Picture Arts and Sciences—tidak benar-benar tertarik pada fakta atau kisah nyata. Kebencian terhadap Israel telah mencuci otak mereka," tulisnya.
Israel Bachar, konsul jenderal Israel di Los Angeles, menulis di media sosial: "Orang Yahudi Israel memiliki No Other Land", menambahkan bahwa tokoh-tokoh Hollywood harus menonton "dokumenter sebenarnya" dari cuplikan serangan Hamas pada 7 Oktober 2023 terhadap Israel.
Yoseph Haddad, yang menggambarkan dirinya sebagai aktivis Arab-Israel, mengatakan bahwa pidato pemenang di Los Angeles bias terhadap Palestina.
"Dia [Abraham] pantas mendapatkan Oscar untuk kemunafikannya," katanya.
Yang lain mendesak pemerintah Israel untuk mengambil tindakan dengan berinvestasi lebih banyak dalam hasbara (propaganda).
Jurnalis Shai Golden mengatakan bahwa kemenangan Oscar untuk film tersebut merupakan "tanda peringatan" bagi Israel tentang kegagalannya untuk menyajikan kisah Israel dengan cara yang meyakinkan.
"Bagian dari hasbara Israel seharusnya adalah penggunaan contoh 'No Other Land', bahwa Israel, tidak seperti negara-negara tetangganya—yang dipimpin oleh Palestina—tahu bagaimana mengekspresikan suara-suara seperti Abraham di antara kita," katanya dalam kolomnya untuk surat kabar Israel Hayom.
Jurnalis Yedioth Ahronoth Yuval Karni menyatakan bahwa dia tidak akan menonton film dokumenter tersebut, dan mengatakan bahwa kemenangannya bermula dari kebencian terhadap Israel.
"Kedua pembuat film tersebut—seperti sebagian besar kerajaan Hollywood dan American Academy of Motion Picture Arts and Sciences—tidak benar-benar tertarik pada fakta atau kisah nyata. Kebencian terhadap Israel telah mencuci otak mereka," tulisnya.
Lihat Juga :