Siapa Masafer Yatta? Komunitas Palestina yang Tampil dalam Dokumenter No Other Land

Selasa, 04 Maret 2025 - 02:20 WIB
loading...
A A A
Melansir Al Jazeera, sebagai bagian dari Tepi Barat yang ditetapkan sebagai Area C, area tersebut berada di bawah kekuasaan militer dan administratif penuh Israel. Penduduk area tersebut telah tinggal di sana sebelum pendudukan Israel di Tepi Barat pada tahun 1967, mencari nafkah sebagai penggembala dan petani.

Penduduk Palestina di Masafer Yatta telah berjuang untuk menyelamatkan rumah mereka dari pembongkaran oleh pasukan Israel dan serangan dari pemukim Israel selama beberapa dekade.

Baca Juga: Emas Senilai Rp414 Miliar Dirampok Unit Khusus Penjarahan Israel saat Beraksi di Gaza, Lebanon dan Suriah

2. Diusir Israel

Pada bulan Mei 2022, Mahkamah Agung Israel menyatakan rencana Israel untuk memindahkan paksa lebih dari 1.000 penduduk Palestina, termasuk sekitar 500 anak-anak, dari Masafer Yatta dapat dilanjutkan, dengan memutuskan menolak gugatan hukum yang telah diperjuangkan penduduk daerah tersebut selama lebih dari 20 tahun.

Pemukim Israel telah mendorong perluasan pemukiman di Tepi Barat – yang ilegal menurut hukum internasional – dengan dukungan dari Menteri Keuangan sayap kanan Israel Bezalel Smotrich dan mantan Menteri Keamanan Nasional Itamar Ben-Gvir.

3. Berada di Area C

Masafer Yatta berada di 60 persen wilayah Tepi Barat yang diduduki yang ditetapkan sebagai "Area C", di bawah kekuasaan militer dan administratif penuh Israel.

Banyak keluarga tinggal di sana sebelum pendudukan Israel di Tepi Barat pada tahun 1967. Mereka mencari nafkah sebagai penggembala dan petani tetapi menghadapi berbagai kebijakan militer Israel termasuk pembatasan dalam memelihara dan mengembangkan rumah mereka, dan ketidakmampuan untuk mengakses jaringan listrik dan jaringan air.

Mereka juga dikelilingi oleh kawasan pemukiman ilegal Israel dan hidup di bawah apa yang disebut oleh organisasi hak asasi manusia sebagai kekerasan sistematis oleh polisi, tentara, dan pemukim Israel.

4. Pernah Dijadikan Zona Tembak

Melansir Al Jazeera, pada tahun 1980-an, Israel mengklasifikasikan sebagian besar Masafer Yatta sebagai "zona tembak" tertutup yang akan digunakan untuk tujuan pelatihan militer, yang disebut Zona Tembak 918.

Sejak tahun 1967, Israel telah menetapkan sekitar 18 persen wilayah Tepi Barat yang diduduki sebagai zona latihan militer atau zona tembak tertutup, yang menjadikan lebih dari 6.000 warga Palestina sebagai penduduk "ilegal" di rumah mereka sendiri.

Pada tahun 1999, pasukan Israel mengusir semua penduduk di Masafer Yatta dengan alasan bahwa mereka tinggal di sana "secara ilegal" dan bukan penduduk tetap, meskipun sebagian besar penduduk memiliki dokumen yang membuktikan kepemilikan tanah mereka.

Beberapa bulan setelah pengusiran, mereka diizinkan untuk kembali "sementara" setelah putusan sementara dari pengadilan Israel, dan telah memperjuangkan hak mereka untuk tetap tinggal di tanah mereka sejak saat itu.

5. Rumah Penduduk Palestina Kerap Dihancurkan Zionis

Militer Israel secara teratur menghancurkan rumah-rumah dan infrastruktur Palestina di Masafer Yatta, dan melakukan pelatihan di dalam dan di sekitar desa-desa, termasuk dengan amunisi aktif dan tank, yang membuat penduduk rentan terhadap cedera atau kematian.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Presiden Mahmoud Abbas:...
Presiden Mahmoud Abbas: Pilpres Palestina Digelar Awal 2027
Presiden Asosiasi Sepak...
Presiden Asosiasi Sepak Bola Palestina Kecam AS Tunda Visa untuk Acara Piala Dunia
Inggris, Australia,...
Inggris, Australia, dan Kanada Luncurkan Dana untuk Dukung Upaya Solusi 2 Negara
Didanai Maroko, Nikah...
Didanai Maroko, Nikah Massal Digelar untuk 40 Warga Gaza Penyandang Disabilitas dan Cedera
Ini Bukti Biadabnya...
Ini Bukti Biadabnya Tentara Israel Tembak Mati Bayi Palestina di Tepi Barat
Hacker Pro-Palestina...
Hacker Pro-Palestina Janji Lancarkan Serangan Siber Paling Dahsyat ke Israel
Prabowo Terima Telepon...
Prabowo Terima Telepon Mahmoud Abbas, Tegaskan Indonesia Berdiri Bersama Palestina
Delegasi Iran Berangkat...
Delegasi Iran Berangkat ke Swiss Negosiasi dengan AS, Perang Bakal Berakhir?
Wapres AS JD Vance:...
Wapres AS JD Vance: Mengkritik Israel Bukan Berarti Anti-Semit
Rekomendasi
Diskon Tarif Transportasi...
Diskon Tarif Transportasi hingga 30% Kembali Menyapa selama Periode Libur Sekolah 2026
GKSI Berdayakan Peternak...
GKSI Berdayakan Peternak dan Koperasi Susu untuk Perkuat Program MBG
Kaesang Kaget Foto Jokowi...
Kaesang Kaget Foto Jokowi Lebih Banyak di Rakorwil PSI Kaltim
Berita Terkini
Israel Melakukan Segala...
Israel Melakukan Segala Cara untuk Menggagalkan Perundingan AS dan Iran
Untuk Pertama Kalinya,...
Untuk Pertama Kalinya, Turki Ekspor Kapal Perang
Ini 3 Kemewahan Jet...
Ini 3 Kemewahan Jet Mewah Qatar untuk Armada Air Force One Donald Trump
Protes Serangan Mematikan...
Protes Serangan Mematikan Israel di Lebanon, Iran Tutup Selat Hormuz
Swiss: Perundingan AS...
Swiss: Perundingan AS dan Iran Berlanjut di Burgenstock
Warga Moskow Sudah Merasakan...
Warga Moskow Sudah Merasakan Perang Ukraina di Depan Halaman Rumah
Infografis
5 Pemain Paling Ikonik...
5 Pemain Paling Ikonik dalam Sejarah Piala Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved