Siapa Oleg Gorokhovsky? Bankir Ukraina yang Melakukan Penggalangan Dana untuk Membeli Senjata Nuklir
Senin, 03 Maret 2025 - 04:40 WIB
loading...
A
A
A
“Dan kami sepenuhnya mendukung Presiden kami, yang menanggapi dengan bermartabat ketika kepentingan Ukraina diabaikan,” tambahnya, mengumumkan berakhirnya kampanye.
Baca Juga: Efisiensi Tanpa Henti, Menggelorakan Revolusi Sayap Kanan
“Itu lelucon. Saya minta maaf jika saya mengecewakan banyak orang... Saya tidak mengerti bagaimana uang yang akan terkumpul ini dapat digunakan untuk senjata nuklir, dan saya tidak merencanakannya,” katanya.
Zelensky telah berulang kali mengangkat isu senjata nuklir. Dalam wawancara baru-baru ini dengan jurnalis Inggris Piers Morgan, ia menyarankan agar Ukraina diberi kemampuan nuklir jika keanggotaan NATO tidak segera diberikan.
Retorikanya sebelumnya tentang mendapatkan kembali senjata pemusnah massal tersebut merupakan salah satu faktor yang berkontribusi terhadap eskalasi konflik dengan Rusia.
Baca Juga: Efisiensi Tanpa Henti, Menggelorakan Revolusi Sayap Kanan
3. Penggalangan Dana Itu Hanya Melampiaskan Kekesalan
Gorokhovsky kemudian mengatakan kepada BBC bahwa penggalangan dana “nuklir” dimaksudkan sebagai lelucon untuk “melampiaskan kekesalan” setelah hari yang berat, menambahkan bahwa ia meragukan ada orang yang benar-benar menyumbang untuk senjata nuklir.“Itu lelucon. Saya minta maaf jika saya mengecewakan banyak orang... Saya tidak mengerti bagaimana uang yang akan terkumpul ini dapat digunakan untuk senjata nuklir, dan saya tidak merencanakannya,” katanya.
4. Dana yang Dikumpulkan untuk Bantuan Militer
Di media sosial, ia mengumumkan bahwa dana tersebut akan dialihkan ke inisiatif bantuan militer, seraya menambahkan bahwa siapa pun yang tidak senang dengan perubahan tersebut dapat meminta pengembalian dana.Zelensky telah berulang kali mengangkat isu senjata nuklir. Dalam wawancara baru-baru ini dengan jurnalis Inggris Piers Morgan, ia menyarankan agar Ukraina diberi kemampuan nuklir jika keanggotaan NATO tidak segera diberikan.
Retorikanya sebelumnya tentang mendapatkan kembali senjata pemusnah massal tersebut merupakan salah satu faktor yang berkontribusi terhadap eskalasi konflik dengan Rusia.
Lihat Juga :