Mengejutkan, Ocalan Serukan PKK Letakkan Senjata dan Bubarkan Diri setelah Puluhan Tahun Melawan Turki
Jum'at, 28 Februari 2025 - 08:29 WIB
loading...
A
A
A
"Seruan Ocalan agar PKK melucuti senjata dan membubarkan diri merupakan perubahan besar. Tidak hanya bagi Turki, yang telah melancarkan perang selama puluhan tahun melawan kelompok tersebut, tetapi juga bagi wilayah tersebut secara luas," kata Hamish Kinnear, analis senior di Verisk Maplecroft.
Namun, deklarasinya memancing tanggapan hati-hati dari seorang tokoh senior dalam Partai Keadilan dan Pembangunan (AKP)—partai berkuasa di bawah pimpinan Presiden Recep Tayyip Erdogan.
"Jika organisasi teroris itu mengindahkan seruan ini, meletakkan senjatanya, dan membubarkan diri, Turki akan terbebas dari belenggunya," kata Efkan Ala, wakil ketua AKP, seperti dikutip dari kantor berita Anadolu, Jumat (28/2/2025).
Pertanyaan besarnya adalah bagaimana pesannya akan diterima oleh para milisi Kurdi yang sebagian besar pimpinan militernya bermarkas di pegunungan Irak utara.
Sejarawan Prancis Boris James, yang mengkhususkan diri dalam suku Kurdi, mengatakan respons tersebut bisa jadi bernuansa.
"Para pemimpin militer PKK mungkin menerimanya tanpa memberikan dampak praktis apa pun di lapangan," katanya kepada AFP.
Yang menjadi perhatian khusus adalah para milisi yang bersekutu dengan Pasukan Pertahanan Suriah (SDF) yang didukung AS di Suriah timur laut—pasukan yang mendapat tekanan dari Damaskus untuk melucuti senjata tetapi yang melawan serangan oleh kelompok milisi yang didukung Turki.
Namun Kinnear mengatakan banyak hal akan bergantung pada respons elemen PKK yang berbasis di Turki.
Namun, deklarasinya memancing tanggapan hati-hati dari seorang tokoh senior dalam Partai Keadilan dan Pembangunan (AKP)—partai berkuasa di bawah pimpinan Presiden Recep Tayyip Erdogan.
"Jika organisasi teroris itu mengindahkan seruan ini, meletakkan senjatanya, dan membubarkan diri, Turki akan terbebas dari belenggunya," kata Efkan Ala, wakil ketua AKP, seperti dikutip dari kantor berita Anadolu, Jumat (28/2/2025).
Pertanyaan besarnya adalah bagaimana pesannya akan diterima oleh para milisi Kurdi yang sebagian besar pimpinan militernya bermarkas di pegunungan Irak utara.
Sejarawan Prancis Boris James, yang mengkhususkan diri dalam suku Kurdi, mengatakan respons tersebut bisa jadi bernuansa.
"Para pemimpin militer PKK mungkin menerimanya tanpa memberikan dampak praktis apa pun di lapangan," katanya kepada AFP.
Yang menjadi perhatian khusus adalah para milisi yang bersekutu dengan Pasukan Pertahanan Suriah (SDF) yang didukung AS di Suriah timur laut—pasukan yang mendapat tekanan dari Damaskus untuk melucuti senjata tetapi yang melawan serangan oleh kelompok milisi yang didukung Turki.
Namun Kinnear mengatakan banyak hal akan bergantung pada respons elemen PKK yang berbasis di Turki.
Lihat Juga :