Mengejutkan, Ocalan Serukan PKK Letakkan Senjata dan Bubarkan Diri setelah Puluhan Tahun Melawan Turki

Jum'at, 28 Februari 2025 - 08:29 WIB
loading...
A A A
"Jika sebagian besar PKK yang berbasis di Turki mematuhi seruan Ocalan, militan PKK di Irak dan kelompok yang berpihak pada PKK di Suriah kemungkinan akan mengikutinya," katanya.

Sejak Ocalan dipenjara pada tahun 1999, telah ada berbagai upaya untuk mengakhiri pertumpahan darah yang pecah pada tahun 1984 dan telah menelan korban lebih dari 40.000 jiwa.

Perundingan terakhir gagal karena kekerasan pada tahun 2015.

Setelah itu, tidak ada kontak hingga bulan Oktober ketika pemimpin nasionalis garis keras MHP Devlet Bahceli menawarkan Ocalan isyarat perdamaian yang mengejutkan jika dia menolak kekerasan dalam sebuah langkah yang didukung oleh Erdogan.

Meskipun Erdogan memberikan dukungan penuhnya untuk pemulihan hubungan pada akhir Oktober, dia tidak banyak bicara sejak saat itu.

Pemerintah Erdogan telah meningkatkan tekanan pada oposisi, menangkap ratusan politisi, aktivis, dan jurnalis serta menyingkirkan 10 wali kota DEM yang baru terpilih, yang semuanya telah didakwa dengan "hubungan teroris".

Meskipun ada gelombang penangkapan, banyak yang berharap seruan Ocalan pada akhirnya akan menghasilkan konsesi bagi suku Kurdi, yang merupakan sekitar 20 persen dari 85 juta penduduk Turki.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Eks Jubir Rumah Sakit...
Eks Jubir Rumah Sakit Israel: Dokter Zionis Selamatkan Nyawa Erdogan atas Permintaan Mossad
Mengapa Turki Jual Sistem...
Mengapa Turki Jual Sistem Pertahanan Udara S-400 ke UEA? Ini Alasan Utamanya
Ini Reaksi 9 Pemimpin...
Ini Reaksi 9 Pemimpin Negara NATO setelah Menerima Hadiah Pistol dari Erdogan
Rusia Terbuka Jika Turki...
Rusia Terbuka Jika Turki Jual Sistem Pertahanan Udara S-400 ke UEA
Erdogan Beri Hadiah...
Erdogan Beri Hadiah Pistol dengan Peluru Aktif kepada Para Pemimpin NATO, Ini Maksudnya
Setelah Turki, Giliran...
Setelah Turki, Giliran Mesir Tolak Masuk Kapal Pesiar Pembawa 2.000 Penumpang LGBTQ
Rebut Harta Karun Dinasti...
Rebut Harta Karun Dinasti Assad, Prancis Pulangkan Aset Rp1 Triliun ke Suriah!
Pemimpin Tertinggi Iran...
Pemimpin Tertinggi Iran Bersumpah Balas Dendam Pembunuhan Ali Khamenei
Pecah! Momen PM Malaysia...
Pecah! Momen PM Malaysia Anwar Ibrahim Nyanyi, PM Thailand Charnvirakul Main Saksofon
Rekomendasi
SpaceX Berganti Nama...
SpaceX Berganti Nama Jadi SpaceXAI Bukti Fokus pada AI
DPR Minta Komjak Proaktif...
DPR Minta Komjak Proaktif Awasi Penanganan Perkara Febrie Adriansyah
Kortas Tipidkor Sebut...
Kortas Tipidkor Sebut Bukti Kasus Dugaan Korupsi Eks Jampidsus Segera Dilimpahkan ke Kejagung
Berita Terkini
Ditutup-tutupi selama...
Ditutup-tutupi selama 1 Bulan, 2 Pilot China Tewas saat Latihan Perang
Secara Strategis, Pakar...
Secara Strategis, Pakar Militer Ini Yakin Iran Lebih Unggul Dibandingkan AS
Mantan Emir Qatar Sheikh...
Mantan Emir Qatar Sheikh Hamad bin Khalifa Al Thani Wafat pada Usia 74 Tahun
Iran Bombardir Pangkalan...
Iran Bombardir Pangkalan AS di Yordania, Kuwait, Bahrain, dan Oman
Bak Film Spionase, Mata-mata...
Bak Film Spionase, Mata-mata Italia Berkhianat dan Jual Rahasia NATO kepada Rusia
AS Diam-diam Tarik 10...
AS Diam-diam Tarik 10 Jet Tempur Siluman F-22 Raptor, Mundur dari Perang Iran
Infografis
Hamas Gunakan Senjata...
Hamas Gunakan Senjata China dan Korut untuk Melawan Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved