3 Alasan PM Netanyahu Tak Berani Melanjutkan Perang di Gaza, Salah Satunya Tak Ada Lampu Hijau dari AS

Kamis, 27 Februari 2025 - 02:20 WIB
loading...
3 Alasan PM Netanyahu...
Israel tak berani melanjutkan perang di Gaza. Foto/X
A A A
GAZA - Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu tak berani melanjutkan perang di Gaza. Bukan hanya karena ketangguhan pejuang Hamas, tetapi dia juga tidak mendapatkan restu dari Amerika Serikat.

3 Alasan PM Netanyahu Tak Berani Melanjutkan Perang di Gaza, Salah Satunya Tak Ada Lampu Hijau dari AS

1. AS Belum Memberi Lampu Hijau

Sami al-Arian, direktur Pusat Islam dan Urusan Global di Universitas Istanbul Zaim, mengatakan kepada Al Jazeera bahwa selama fase pertama kesepakatan gencatan senjata, Netanyahu telah berusaha mencari pembenaran untuk “melanjutkan perang genosida”.

Namun, ia belum diberi “lampu hijau” oleh Amerika Serikat, jadi sekarang ia melanjutkan sisa kesepakatan dan akan mengizinkan penyerahan 620 tahanan Palestina.

Tidak jelas apakah kesepakatan gencatan senjata akan berlanjut ke fase kedua karena ada “jalan buntu”, kata al-Arian, seraya menambahkan bahwa utusan Timur Tengah AS telah mengirim beberapa pejabat tingkat rendah untuk berunding sementara para pemimpin Arab, yang berusaha “memenuhi tuntutan Amerika tanpa harus melanjutkan perang”.

Baca Juga: Efisiensi Tanpa Henti, Menggelorakan Revolusi Sayap Kanan

2. Khawatir Israel Akan Lenyap

Israel adalah negara pemukim kolonial Barat yang berusaha menggunakan segala cara untuk memastikan bahwa negara itu dapat bertahan hidup dengan menggunakan “genosida, pembersihan etnis, dan pemindahan paksa”, tambah al-Arian.

Israel telah menggunakan semua alat ini, dan sekarang alat-alat itu juga digunakan oleh Amerika Serikat, katanya, seraya menambahkan Trump ingin "mencapai tujuan politik Israel tanpa harus melanjutkan perang, dan itu adalah tugas yang berat".

3. Menggunakan Segala Cara Lain untuk Membunuh Warga Gaza

Menurut Masyarakat Tahanan Palestina, otoritas penjara Israel menggunakan cuaca dingin untuk "menyiksa" tahanan Palestina yang tidak diberi pakaian dan selimut yang memadai.

Monitor mengatakan dalam sebuah pernyataan di Telegram bahwa mereka mendengar dari seorang tahanan - yang diidentifikasi sebagai "D.M." - yang "tidak bisa lagi merasakan kakinya, yang menyebabkannya kram dan nyeri" karena dibiarkan di luar dalam cuaca dingin untuk waktu yang lama.

"Dia tidak bisa lagi bergerak karena rasa sakit yang parah, dan dia juga sering tidak bisa tidur."

Sejumlah contoh penyiksaan di dalam penjara Israel telah didokumentasikan oleh kelompok-kelompok hak asasi manusia dan tahanan yang dibebaskan.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Hamas Tak Akan Respons...
Hamas Tak Akan Respons Usulan Balasan Israel untuk Gencatan Senjata di Gaza
Israel: Perang Bisa...
Israel: Perang Bisa Berhenti Besok jika Hamas Bebaskan Sandera dan Tinggalkan Gaza
Hongaria Mundur dari...
Hongaria Mundur dari ICC saat Kunjungan Buronan Penjahat Perang Netanyahu
Otoritas Palestina Kecam...
Otoritas Palestina Kecam Rencana Israel Makin Pecah Belah Wilayah Gaza
Mahasiswa Yahudi Merantai...
Mahasiswa Yahudi Merantai Diri di Gerbang Universitas Columbia, Tuntut Pembebasan Mahmoud Khalil
Qatar, UEA, dan Israel...
Qatar, UEA, dan Israel Gelar Latihan Militer Bersama di Yunani
Netanyahu Ungkap Militer...
Netanyahu Ungkap Militer Israel akan Bangun Koridor Morag di Gaza
Negara-Negara Arab Nyatakan...
Negara-Negara Arab Nyatakan Tolak Bantu AS Serang Iran
Korsel Siaga Tinggi...
Korsel Siaga Tinggi Jelang Putusan Pemakzulan Presiden Yoon, Tempat Wisata dan Jalan Utama Ditutup
Rekomendasi
20 Negara Penyumbang...
20 Negara Penyumbang Terbesar Defisit Perdagangan AS Tahun 2024, Indonesia Urutan Berapa?
5 Ruas Tol Trans Sumatera...
5 Ruas Tol Trans Sumatera Digratiskan Selama Arus Balik 2025, Cek Daftarnya
Kabaharkam Polri Imbau...
Kabaharkam Polri Imbau Pemudik di Bakauheni Waspada di Perjalanan
Berita Terkini
Hamas Tak Akan Respons...
Hamas Tak Akan Respons Usulan Balasan Israel untuk Gencatan Senjata di Gaza
3 jam yang lalu
Israel: Perang Bisa...
Israel: Perang Bisa Berhenti Besok jika Hamas Bebaskan Sandera dan Tinggalkan Gaza
5 jam yang lalu
Kemlu Respons Penerapan...
Kemlu Respons Penerapan Tarif Resiprokal AS pada Indonesia Sebesar 32%
6 jam yang lalu
China Rilis Video Latihan...
China Rilis Video Latihan Militer Pengepungan Taiwan, Tampilkan Pulau Terbakar
6 jam yang lalu
Rusia Tuding Zelensky...
Rusia Tuding Zelensky Mainkan Permainan Berbahaya dengan Trump
7 jam yang lalu
Hongaria Mundur dari...
Hongaria Mundur dari ICC saat Kunjungan Buronan Penjahat Perang Netanyahu
8 jam yang lalu
Infografis
5 Alasan Kapal Induk...
5 Alasan Kapal Induk AS Tak Lagi Relevan dalam Perang Masa Depan
Copyright ©2025 SINDOnews.com All Rights Reserved