Macron: Perdamaian Tak Bisa Berarti Ukraina Menyerah pada Rusia

Selasa, 25 Februari 2025 - 09:42 WIB
loading...
A A A
"Perdamaian ini tidak bisa berarti penyerahan Ukraina," kata Macron dalam konferensi pers bersama dengan Trump, seperti dikutip AFP, Selasa (25/2/2025).

Macron mengatakan Trump mempunyai "alasan bagus" untuk kembali terlibat dengan Presiden Rusia Vladimir Putin, tetapi mengatakan sangat penting bagi Washington untuk menawarkan cadangan bagi pasukan penjaga perdamaian Eropa mana pun.

Presiden Prancis itu mengatakan dia akan bekerja sama dengan Perdana Menteri Inggris Keir Starmer, yang akan mengunjungi Gedung Putih pada hari Kamis, untuk mengajukan usulan pengiriman pasukan penjaga perdamaian ke Ukraina jika terjadi kesepakatan.

"Setelah berbicara dengan Presiden Trump, saya sepenuhnya yakin ada jalan ke depan," kata Macron.

“Akhiri dalam Beberapa Minggu”


Presiden Prancis bergegas ke Washington setelah Trump membuat dunia gempar saat dia menyatakan kesiapannya untuk melanjutkan diplomasi dengan Rusia dan mengadakan pembicaraan untuk mengakhiri perang Ukraina tanpa melibatkan Kyiv.

Dukungan Trump baru-baru ini terhadap Rusia telah memicu kekhawatiran tidak hanya bahwa hal itu dapat mengakhiri dukungan AS untuk Kyiv, tetapi juga untuk seluruh Eropa.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pesawat Kiamat Rusia...
Pesawat Kiamat Rusia Mendarat di Teheran saat Iran-AS Perang, Apa Misinya?
Gagalkan Rencana Intelijen...
Gagalkan Rencana Intelijen Ukraina, Rusia Tangkap Dalang Serangan Drone Berbasis AI
Bak Film Spionase, Mata-mata...
Bak Film Spionase, Mata-mata Italia Berkhianat dan Jual Rahasia NATO kepada Rusia
Ukraina Ngamuk, Serang...
Ukraina Ngamuk, Serang 21 Kapal Tanker Minyak Rusia
Ukraina Tidak Akan Produksi...
Ukraina Tidak Akan Produksi Rudal Patriot meski Trump Beri Lisensi, Ini 3 Alasannya
Mengapa Turki Jual Sistem...
Mengapa Turki Jual Sistem Pertahanan Udara S-400 ke UEA? Ini Alasan Utamanya
Rusia Larang Ekspor...
Rusia Larang Ekspor Solar, Picu Kekhawatiran Baru di Pasar Energi Dunia
Dibombardir AS, Tentara...
Dibombardir AS, Tentara Iran Tewas di Pelabuhan Jask
Pertama Kali, Militer...
Pertama Kali, Militer AS Gunakan Drone Laut Serang Iran
Rekomendasi
LKPP 2025 Raih Opini...
LKPP 2025 Raih Opini WTP dengan Defisit Terkendali, Purbaya Selesaikan Temuan BPK
Harga Eceran Tertinggi...
Harga Eceran Tertinggi MinyaKita Berpotensi Naik, Begini Kata Mendag Budi
IHSG Ditutup Bertahan...
IHSG Ditutup Bertahan di Level 6.039, Ada 439 Saham Menguat
Berita Terkini
Pertahanan Udara Arab...
Pertahanan Udara Arab Saudi Cegat Rudal Balistik Houthi
Pertama Kali, Pasukan...
Pertama Kali, Pasukan AS Serang Pangkalan Angkatan Laut Iran dengan Drone Laut
Trump Akan Palaki Kapal...
Trump Akan Palaki Kapal yang Lewat Selat Hormuz, Bagaimana Aturan Hukum Internasional?
Agen Mossad Pernah Temui...
Agen Mossad Pernah Temui Mahmoud Ahmadinejad di Budapest, Ada Apa Gerangan?
Inggris Semakin Ditekan...
Inggris Semakin Ditekan untuk Kembalikan 31 Ton Emas Venezuela
Apa Itu Gunung Pickaxe?...
Apa Itu Gunung Pickaxe? Lokasi Penyimpanan Senjata Nuklir Iran yang Akan Dihancurkan Trump
Infografis
5 Rudal Paling Mematikan...
5 Rudal Paling Mematikan di Dunia, Satan II Rusia Bisa Hancurkan Banyak Kota Sekaligus
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved