Mantan Mata-mata Soviet: Donald Trump Agen KGB dengan Nama Sandi Krasnov
Minggu, 23 Februari 2025 - 12:15 WIB
loading...
A
A
A
Postingan Mussayev tidak menyertakan bukti untuk mendukung klaimnya, tetapi dalam komentar lebih lanjut dia membuat tuduhan mengejutkan lainnya.
"Hari ini, berkas pribadi 'Krasnov' telah dihapus dari FSB. Berkas tersebut dikelola secara pribadi oleh salah satu rekan dekat [Presiden Rusia Vladimir] Putin," katanya. FSB adalah badan intelijen Rusia penerus dari KGB Soviet.
Tuduhannya muncul di tengah spekulasi selama bertahun-tahun mengenai hubungan Trump dengan Rusia, yang dimulai sejak kunjungan pertamanya ke Moskow pada 1987.
Saat itu, Trump merupakan bintang yang sedang naik daun di pasar properti New York. Dia melakukan perjalanan ke Uni Soviet untuk menjajaki kemungkinan membangun hotel di ibu kota.
Pejabat Soviet dilaporkan memfasilitasi perjalanan tersebut, sehingga menimbulkan pertanyaan di kalangan analis intelijen tentang apakah itu merupakan peluang bisnis rutin atau sesuatu yang lebih memalukan.
Beberapa tahun lalu, sebuah laporan menyoroti bagaimana, pada tahun 1985, KGB telah memperbarui kuesioner rahasia yang dibagikan di antara para perwiranya, yang merinci cara mengidentifikasi dan merekrut tokoh-tokoh Barat.
Dokumen tersebut, menurut sumber-sumber intelijen, menginstruksikan para agen untuk menargetkan "tokoh-tokoh terkemuka di Barat" dengan tujuan "menarik mereka ke dalam suatu bentuk kerja sama dengan kami... sebagai agen, atau kontak rahasia, khusus, atau tidak resmi."
"Hari ini, berkas pribadi 'Krasnov' telah dihapus dari FSB. Berkas tersebut dikelola secara pribadi oleh salah satu rekan dekat [Presiden Rusia Vladimir] Putin," katanya. FSB adalah badan intelijen Rusia penerus dari KGB Soviet.
Tuduhannya muncul di tengah spekulasi selama bertahun-tahun mengenai hubungan Trump dengan Rusia, yang dimulai sejak kunjungan pertamanya ke Moskow pada 1987.
Saat itu, Trump merupakan bintang yang sedang naik daun di pasar properti New York. Dia melakukan perjalanan ke Uni Soviet untuk menjajaki kemungkinan membangun hotel di ibu kota.
Pejabat Soviet dilaporkan memfasilitasi perjalanan tersebut, sehingga menimbulkan pertanyaan di kalangan analis intelijen tentang apakah itu merupakan peluang bisnis rutin atau sesuatu yang lebih memalukan.
Beberapa tahun lalu, sebuah laporan menyoroti bagaimana, pada tahun 1985, KGB telah memperbarui kuesioner rahasia yang dibagikan di antara para perwiranya, yang merinci cara mengidentifikasi dan merekrut tokoh-tokoh Barat.
Dokumen tersebut, menurut sumber-sumber intelijen, menginstruksikan para agen untuk menargetkan "tokoh-tokoh terkemuka di Barat" dengan tujuan "menarik mereka ke dalam suatu bentuk kerja sama dengan kami... sebagai agen, atau kontak rahasia, khusus, atau tidak resmi."
Lihat Juga :