Serangan Udara AS Tewaskan Saudara Menteri Suriah yang Berafiliasi dengan al-Qaeda
Minggu, 23 Februari 2025 - 10:53 WIB
loading...
A
A
A
Bersama dengan sekutu Barat dan Arab-nya, Amerika Serikat telah mengatakan bahwa Suriah tidak boleh dijadikan basis bagi kelompok-kelompok teroris setelah penggulingan Presiden Bashar al-Assad pada Desember 2024.
Wilayah barat laut adalah benteng kelompok Hayat Tahrir al-Sham pimpinan presiden sementara Suriah Ahmed al-Sharaa sebelum memimpin serangan pemberontak yang menggulingkan Assad.
Kelompok pemantau perang Syrian Observatory for Human Rights (SOHR) yang berpusat di Inggris mengatakan serangan pesawat nirawak AS terhadap sebuah mobil menewaskan Bayraqdar.
Sementara AS mengeklaim Bayraqdar adalah anggota aktif Hurras al-Din, hal ini dibantah oleh Mohammed Munir al-Faqir, seorang peneliti Suriah, yang mengatakan bahwa dia telah meninggalkan kelompok tersebut lebih dari lima tahun lalu setelah merasa kecewa.
Al-Faqir mengatakan dalam sebuah posting Facebook bahwa Bayraqdar memulai kariernya sebagai seorang aktivis dalam revolusi Suriah yang pecah pada tahun 2011 dan menyatakan dukungannya pada saat itu untuk Suriah yang "bebas dan demokratis".
Dia kemudian bergabung dengan kelompok-kelompok radikal saat konflik berlangsung dan setelah salah seorang saudaranya ditahan dan disiksa oleh rezim Assad.
Dia menambahkan bahwa Bayraqdar telah meninggalkan semua aktivitas militan dan politik selama lima tahun terakhir dan mengabdikan dirinya untuk bisnis komersial.
Wilayah barat laut adalah benteng kelompok Hayat Tahrir al-Sham pimpinan presiden sementara Suriah Ahmed al-Sharaa sebelum memimpin serangan pemberontak yang menggulingkan Assad.
Kelompok pemantau perang Syrian Observatory for Human Rights (SOHR) yang berpusat di Inggris mengatakan serangan pesawat nirawak AS terhadap sebuah mobil menewaskan Bayraqdar.
Sementara AS mengeklaim Bayraqdar adalah anggota aktif Hurras al-Din, hal ini dibantah oleh Mohammed Munir al-Faqir, seorang peneliti Suriah, yang mengatakan bahwa dia telah meninggalkan kelompok tersebut lebih dari lima tahun lalu setelah merasa kecewa.
Al-Faqir mengatakan dalam sebuah posting Facebook bahwa Bayraqdar memulai kariernya sebagai seorang aktivis dalam revolusi Suriah yang pecah pada tahun 2011 dan menyatakan dukungannya pada saat itu untuk Suriah yang "bebas dan demokratis".
Dia kemudian bergabung dengan kelompok-kelompok radikal saat konflik berlangsung dan setelah salah seorang saudaranya ditahan dan disiksa oleh rezim Assad.
Dia menambahkan bahwa Bayraqdar telah meninggalkan semua aktivitas militan dan politik selama lima tahun terakhir dan mengabdikan dirinya untuk bisnis komersial.
Lihat Juga :