Pangeran Arab Saudi: Rencana Trump Caplok Gaza Tak Laku di Mana Pun, Rencana Marshall Solusinya

Minggu, 16 Februari 2025 - 09:19 WIB
loading...
A A A
Pangeran Saudi tersebut menggambarkan suasana di ruangan itu sebagai suasana yang tidak tenang, dan mengatakan pidatonya tidak diterima dengan baik oleh para hadirin.

"Ada tepuk tangan, tetapi sangat sedikit," katanya. "Dan saya tidak tahu apakah ada yang merasakan apa yang saya rasakan, tetapi yang pasti itu adalah tanda bahwa kata-katanya tidak mendapat tepuk tangan yang mungkin diharapkannya atau diinginkannya."

“Dan saya rasa dia tidak menginginkan tepuk tangan,” ujarnya.

Pidato Vance yang bergaya “MAGA [Make America Great Again]” sudah diduga untuk fokus pada keamanan, tetapi sebaliknya, Wapres Vance melontarkan kritik pedas terhadap pemerintah Eropa, menuduh mereka mengekang kebebasan berbicara, mengabaikan kebebasan beragama, dan membatalkan pemilu.

Sembilan hari sebelum pemilu nasional di Jerman, dia menanggapi perdebatan sengit di negara itu seputar partai politik arus utama yang menempatkan apa yang disebut "tembok api" untuk tidak bekerja sama dengan partai sayap kanan Alternatif untuk Jerman (AfD).

"Demokrasi bertumpu pada prinsip sakral bahwa suara rakyat itu penting," kata Vance. "Tidak ada ruang untuk tembok api. Anda harus menegakkan prinsip itu atau tidak."

Wapres AS juga mengangkat kasus di mana seorang veteran Inggris yang berdoa dalam hati di luar klinik aborsi dihukum karena tindak pidana, dan contoh-contoh polisi Inggris yang memenjarakan warga negara karena tweet yang mengkritik migrasi, atau insiden teror.

"Di Washington, ada sheriff baru di kota ini," kata Vance. “Di bawah kepemimpinan Donald Trump, kami mungkin tidak setuju dengan pandangan Anda, tetapi kami akan berjuang untuk membela hak Anda untuk menyampaikannya di ruang publik, setuju atau tidak. Menutup media, menutup pemilu—tidak melindungi apa pun. Itu adalah cara paling jitu untuk menghancurkan demokrasi.”

Dia juga merujuk pada pemilihan presiden di Rumania, yang dibatalkan pada bulan Desember setelah para pejabat menyatakan bahwa pemilihan itu telah menjadi sasaran campur tangan negara Rusia.

“Jika demokrasi Anda dapat dihancurkan dengan iklan digital senilai beberapa dolar AS dari negara asing, maka demokrasi Anda tidak akan kuat sejak awal,” kata Vance dalam konferensi tersebut.

Pernyataan tersebut mengejutkan para diplomat dan pejabat keamanan yang berkumpul, dengan mantan Duta Besar AS untuk NATO Ivo Daalder menggambarkan pidato tersebut sebagai “gila.”
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Siapa Ahmed Wishah?...
Siapa Ahmed Wishah? Jurnalis Al Jazeera yang Dibunuh Israel
Mengejutkan, 92% Warga...
Mengejutkan, 92% Warga Israel Yakin Iran Telah Menang Perang
Jenderal Iran Peringatkan...
Jenderal Iran Peringatkan Pasukan Israel: Tinggalkan Lebanon atau Diusir Secara Memalukan!
Aktor Breaking Bad Giancarlo...
Aktor 'Breaking Bad' Giancarlo Esposito Masuk Islam saat Syuting di Arab Saudi
Iran Jawab Ancaman Trump:...
Iran Jawab Ancaman Trump: AS Sebaiknya Berhati-hati!
Trump Ancam Serang Iran...
Trump Ancam Serang Iran Sangat Keras Jika Tak Kendalikan Hizbullah!
Permudah Layanan Jemaah...
Permudah Layanan Jemaah Haji dan Umrah Indonesia, BSI Bakal Hadir di Arab Saudi
AS Rilis 14 Poin Perjanjian...
AS Rilis 14 Poin Perjanjian yang Disepakati dengan Iran untuk Akhiri Perang
PM Belanda Rob Jetten...
PM Belanda Rob Jetten Minta Maaf kepada Tentara Maluku
Rekomendasi
Dorong Ekonomi Desa...
Dorong Ekonomi Desa Binaan, Program Genera-Z Berbakti BCA Siap Masuki Fase Implementasi
MLSC All-Stars 2026:...
MLSC All-Stars 2026: 12 Tim Terbaik Siap Berebut Gelar Juara di Kudus
Hadapi Masa Depan yang...
Hadapi Masa Depan yang Tak Pasti, Mahasiswa Diajarkan Kepemimpinan, Inovasi, dan Talenta Digital
Berita Terkini
Hongaria Bersihkan Jaringan...
Hongaria Bersihkan Jaringan Viktor Orban, Ini 3 Alasan Rusia Akan Kehilangan Aliansi Utama
Rusia Tuding NATO Akan...
Rusia Tuding NATO Akan Gelar Operasi Barbarossa Hitler pada 2030, Apakah Akan Berhasil?
Siapa Ahmed Wishah?...
Siapa Ahmed Wishah? Jurnalis Al Jazeera yang Dibunuh Israel
Rusia Tembak Jatuh 80...
Rusia Tembak Jatuh 80 Drone Ukraina, Kremlin Luncurkan Rudal Balistik Iskander
6 PM dalam 10 Tahun...
6 PM dalam 10 Tahun 44 Hari, Seperti Apa Politik Antrean di Inggris?
Jepang Naikkan Biaya...
Jepang Naikkan Biaya Visa sebanyak Lima Kali Lipat, Apa Pemicunya?
Infografis
Kocak! Trump Terapkan...
Kocak! Trump Terapkan Tarif di Kepulauan Tak Dihuni Manusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved