Bos NATO Warning Putin: Jika Serang Sekutu, Reaksinya Sangat Menghancurkan, Dia Akan Kalah

Kamis, 13 Februari 2025 - 07:21 WIB
loading...
Bos NATO Warning Putin:...
Sekjen NATO Mark Rutte memperingatkan Presiden Rusia Vladimir Putin bahwa blok militer pimpinan AS akan memberi pukulan telak jika Moskow serang negara NATO. Foto/Belga/Eric Lalmand/Brussels Times
A A A
BRUSSELS - Sekretaris Jenderal (Sekjen) NATO Mark Rutte memperingatkan Presiden Rusia Vladimir Putin bahwa blok militer pimpinan Amerika Serikat akan memberikan pukulan telak kepada Moskow jika menyerang salah satu negara anggotanya.

Dalam beberapa tahun terakhir, pejabat senior dari negara-negara Eropa anggota NATO, termasuk Rutte, telah menuduh bahwa Rusia menyembunyikan rencana agresif terhadap blok militer tersebut.

Putin telah berulang kali menepis spekulasi itu, menyebutnya "omong kosong" dan tipu muslihat untuk membenarkan peningkatan pengeluaran militer.



Menjawab pertanyaan wartawan pada konferensi pers di Brussels pada hari Rabu, Rutte mengatakan, "Saat ini, jika Putin akan menyerang NATO, reaksinya akan sangat menghancurkan."

"Dia akan kalah. Jadi, jangan biarkan dia mencobanya, dan dia tahu ini. Pencegahan dan pertahanan sangat kuat," imbuh bos NATO tersebut, yang dilansir dari Russia Today, Kamis (13/2/2025).

Namun, kata Rutte, NATO perlu mengeluarkan lebih banyak biaya untuk pertahanan agar mampu mempertahankan diri empat atau lima tahun dari sekarang.

Rutte mendesak negara-negara anggota NATO untuk membuat beberapa keputusan sulit tahun ini tentang pengeluaran pertahanan. "Melakukan lebih banyak dari 2% yang kami janjikan," katanya.

Dia melanjutkan dengan mengatakan bahwa meskipun Barat memiliki produsen senjata yang fantastis”, mereka tidak memproduksi cukup banyak, yang perlu segera ditangani.

Pertanyaan mengenai dugaan rencana agresi Rusia dipicu oleh laporan dari Dinas Intelijen Pertahanan Denmark pada hari Selasa. Menurut dokumen tersebut, dalam waktu lima tahun setelah mengakhiri atau membekukan perang Ukraina, Moskow akan siap untuk melakukan serangan besar-besaran terhadap Eropa, berdasarkan asumsi bahwa pengeluaran pertahanan NATO tetap pada tingkat saat ini.

"Rusia kemungkinan akan lebih bersedia menggunakan kekuatan militer jika menganggap NATO lemah secara militer atau terpecah belah secara politik," klaim badan intelijen tersebut.

"Ini khususnya berlaku jika Rusia menilai bahwa AS tidak dapat atau tidak akan mendukung negara-negara NATO Eropa dalam perang," imbuh Dinas Intelijen Pertahanan Denmark.

Bulan lalu, Rutte juga mendesak negara-negara anggota NATO untuk beralih ke "pola pikir masa perang" untuk mencegah perang.

Mereka yang menolak untuk menghabiskan lebih banyak uang untuk pertahanan mungkin sebaiknya menghentikan kursus bahasa Rusia atau pergi ke Selandia Baru, kata Rutte saat itu.

Pada Desember lalu, Rutte menyarankan agar negara-negara anggota NATO dari Eropa mengalihkan sebagian dana yang saat ini mereka belanjakan untuk kesejahteraan ke militer mereka.

Pada hari Selasa, Dinas Intelijen Luar Negeri Rusia (SVR) mengeklaim bahwa dinas khusus Ukraina, dengan dukungan Barat, sedang mempersiapkan "provokasi bendera palsu" di Laut Baltik yang melibatkan ranjau laut buatan Rusia, dengan harapan menyeret NATO ke dalam konfrontasi militer langsung dengan Moskow.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rusia Hapus Taliban...
Rusia Hapus Taliban dari Daftar Teroris, Afghanistan Perluas Kerja Sama
Zelensky Gunakan Detektor...
Zelensky Gunakan Detektor Kebohongan untuk Menyelidiki Kebocoran
4 Alasan Uni Eropa Masih...
4 Alasan Uni Eropa Masih Butuh NATO, Salah Satunya Rusia Jadi Ancaman
Ayah Elon Musk Ungkap...
Ayah Elon Musk Ungkap Putra Kesayangannya Kagumi Putin
Siapa Yuri Napso? Anggota...
Siapa Yuri Napso? Anggota Parlemen Rusia Dipecat setelah Membolos Kerja selama 200 Hari Tanpa Alasan
Pihak Ketiga Berusaha...
Pihak Ketiga Berusaha Gagalkan Perundingan AS-Rusia, Siapa Mereka?
Trump Pilih Kasih, Mengapa...
Trump Pilih Kasih, Mengapa AS Tidak Kenakan Perang Tarif kepada Rusia?
Viral, Tubuh Warga Palestina...
Viral, Tubuh Warga Palestina Berterbangan saat Dibom Israel
Media AS Sebut Xi Jinping...
Media AS Sebut Xi Jinping Menang Perang Tarif Lawan Trump, Ini Penjelasannya
Rekomendasi
Prabowo Bakal Temui...
Prabowo Bakal Temui Anwar Ibrahim di Kuala Lumpur Malam Ini, Bahas Apa?
Arus Balik Macet Tol...
Arus Balik Macet Tol Cisumdawu Bakal Digratiskan, Kapolri: Jadi Pengurai Kepadatan!
Pangeran William dan...
Pangeran William dan Kate Middleton Diisukan Bercerai
Berita Terkini
Macron bisa Pimpin Perundingan...
Macron bisa Pimpin Perundingan Uni Eropa dengan Rusia
40 menit yang lalu
1.200 Anak Palestina...
1.200 Anak Palestina di Tepi Barat Ditangkap Israel sejak 7 Oktober 2023
1 jam yang lalu
Israel Tangkap 2 Anggota...
Israel Tangkap 2 Anggota Parlemen Inggris saat Kunjungan Resmi, Dituding Anti-Zionis
2 jam yang lalu
Dituding Antek Genosida...
Dituding Antek Genosida Israel di Gaza, CEO Microsoft AI Dihujat Habis-habisan
3 jam yang lalu
Netanyahu akan Bertemu...
Netanyahu akan Bertemu Trump di Gedung Putih, Bahas Tarif, Gaza, dan Iran
4 jam yang lalu
Rusia Hapus Taliban...
Rusia Hapus Taliban dari Daftar Teroris, Afghanistan Perluas Kerja Sama
5 jam yang lalu
Infografis
Rusia Akan Merespons...
Rusia Akan Merespons Jika Pasukan NATO Dikerahkan ke Finlandia dan Swedia
Copyright ©2025 SINDOnews.com All Rights Reserved