Apakah Pencaplokan Gaza oleh Trump Mampu Mempersatukan Negara-negara Arab dan Islam?

Rabu, 12 Februari 2025 - 18:18 WIB
loading...
Apakah Pencaplokan Gaza...
Apakah pencaplokan Gaza oleh Donald Trump mampu mempersatukan negara-negara Arab dan Islam. Foto/X/@RTErdogan
A A A
GAZA - Negara-negara Arab dan Muslim telah mengintensifkan kontak mengenai situasi Gaza di tengah rencana Presiden AS Donald Trump untuk "mengambil alih" daerah kantong yang terkepung dan secara paksa memindahkan warga Palestina.

Perdana Menteri Qatar Sheikh Mohammed bin Abdulrahman Al Thani berbicara dengan mitranya dari Malaysia Anwar Ibrahim melalui telepon pada Selasa malam untuk membahas situasi terkini di Gaza.

Kedua pemimpin membahas situasi terkini di Gaza, khususnya pelanggaran gencatan senjata yang disengaja oleh Israel untuk "merusak" kesepakatan yang ditengahi oleh Qatar, Mesir, dan AS, kata Anwar pada hari Rabu di X.

"Saya tegaskan kembali komitmen berkelanjutan Malaysia untuk mendukung setiap inisiatif, termasuk menyediakan bantuan kemanusiaan sambil berusaha mengakhiri pendudukan Israel dan pemukiman ilegal di Gaza," kata Anwar kepada Al Thani, yang juga menteri luar negeri negara Teluk tersebut, dilansir Anadolu.

Baca Juga: Erdogan Galang Kekuatan Lawan Pencaplokan Gaza

Menteri Luar Negeri Pakistan Ishaq Dar dan mitranya dari UEA Sheikh Abdullah bin Zayed Al Nahyan juga melakukan panggilan telepon pada hari Rabu, berbagi kekhawatiran tentang rencana Trump.

"Kedua pemimpin membahas situasi kemanusiaan yang parah di Gaza dan menyatakan kekhawatiran atas usulan untuk menggusur atau merelokasi orang-orang Palestina dari tanah air leluhur mereka," kata Kementerian Luar Negeri Pakistan dalam sebuah pernyataan.

Dar menegaskan kembali dukungan Pakistan yang "tegas" terhadap hak-hak rakyat Palestina dan kedua belah pihak sepakat untuk menjaga kontak erat guna mencapai solusi yang adil, menyeluruh, dan langgeng untuk masalah Palestina, pernyataan itu menambahkan.

Pada hari Selasa, Mesir mengatakan kesepakatan awal telah dicapai untuk mengadakan pertemuan darurat tingkat menteri Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) guna menolak relokasi warga Palestina dari Jalur Gaza.

Menteri Luar Negeri Mesir Badr Abdelatty juga telah mengadakan pembicaraan dengan rekan-rekannya dari negara-negara anggota OKI, termasuk Arab Saudi, Pakistan, Iran, dan Yordania, untuk membahas masalah Palestina.

Kemudian, Presiden Indonesia Prabowo Subianto menyampaikan keinginannya untuk lebih mempererat hubungan dengan Turki saat Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, yang sedang melakukan kunjungan resmi pada hari Rabu. Saat bersamaan, Erdogan dan Prabowo juga menyatakan dukungan kemerdekaan Palestina.

Trump telah berulang kali menyerukan untuk mengambil alih Gaza dan memukimkan kembali warga Palestina di negara-negara tetangga, termasuk Mesir dan Yordania, sebuah gagasan yang ditolak secara luas oleh para pemimpin Palestina dan Arab.

Usulannya muncul di tengah gencatan senjata dan perjanjian pertukaran tahanan yang berlaku di Gaza pada 19 Januari, menghentikan perang genosida Israel, yang telah menewaskan lebih dari 48.200 orang sejak 7 Oktober 2023, dan meninggalkan daerah kantong itu dalam reruntuhan.

Israel juga menghadapi kasus genosida di Mahkamah Internasional atas perang yang dilakukannya di wilayah kantong tersebut.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran Kecam Trump karena...
Iran Kecam Trump karena Ancam Lenyapkan Semua Orang di Pemakaman Khamenei dengan Sekali Tembak
6 Fakta Perayaan Ulang...
6 Fakta Perayaan Ulang Tahun AS ke-250, Bill Clinton: Masa Depan Kita Dipertanyakan
Perusahaan Belgia Beri...
Perusahaan Belgia Beri Trump Cincin Emas dengan 321 Berlian usai Hapus Tarif
Trump Terkejut Lihat...
Trump Terkejut Lihat Banyak Orang Tangisi Khamenei: Saya Pikir Orang-orang Membencinya
Badai Ganas Ancam Gagalkan...
Badai Ganas Ancam Gagalkan Pidato Trump di Hari Kemerdekaan AS, Ribuan Orang Berhamburan Kabur
Takut Ditangkap, Menteri...
Takut Ditangkap, Menteri Israel Itamar Ben-Gvir Dilaporkan Batal Terbang ke New York
FIFA Cabut Skorsing...
FIFA Cabut Skorsing Balogun, Trump Diduga Intervensi
Dramatis, Korban Gempa...
Dramatis, Korban Gempa Venezuela Dievakuasi Hidup-hidup Setelah 8 Hari Tertimbun
Menteri Radikal Israel...
Menteri Radikal Israel Itamar Ben Gvir Batal Ikuti Pertemuan di Markas PBB New York, Takut Ditangkap?
Rekomendasi
Teman Belanja Pintar...
Teman Belanja Pintar di Era Serba Cepat, Kini Hadir Shopee Belanja Instant 1 Jam Tiba
7 Fakta di Balik Brasil...
7 Fakta di Balik Brasil Tersingkir dari Piala Dunia 2026
Benarkah Tidur Tanpa...
Benarkah Tidur Tanpa Bantal Lebih Sehat? Ini Manfaat dan Risikonya Menurut Ahli
Berita Terkini
Usai Zionis Hancurkan...
Usai Zionis Hancurkan Patung Yesus, Netanyahu Klaim Desa Kristen Lebanon Minta Dicaplok Israel agar Dilindungi
Tiga Putra Hadir Doakan...
Tiga Putra Hadir Doakan Ayatollah Ali Khamenei, Mojtaba Tetap Tak Muncul
Setelah Bikin Marah...
Setelah Bikin Marah Kim Jong-un, Korut Sukes Tembakkan Rudal dari Kapal Perang 5.000 Ton
Iran Kecam Trump karena...
Iran Kecam Trump karena Ancam Lenyapkan Semua Orang di Pemakaman Khamenei dengan Sekali Tembak
9 Fakta Diplomasi Ayat...
9 Fakta Diplomasi Ayat Suci Al-Quran pada Pemakaman Khamenei, Kirim Sinyal Bedakan Siapa Sekutu dan Musuh
Kenapa Para Jenderal...
Kenapa Para Jenderal Iran Bersumpah Akan Balas Dendam atas Kematian Khamenei?
Infografis
7 Wilayah AS yang Diperoleh...
7 Wilayah AS yang Diperoleh dengan Membeli dan Merebut dari Negara Lain
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved