Profil Turkmenistan, Negara yang Gratiskan Gas dan Listrik untuk Rakyatnya selama 24 Tahun

Senin, 10 Februari 2025 - 12:18 WIB
loading...
A A A
Mengutip Times of India, Niyazow menyediakan setiap warga negaranya dengan 35 kilowatt-hour (kwh) listrik dan 50 meter kubik gas alam per bulan. Selain itu, 250 liter (66 galon) air disediakan setiap hari.

Pada Desember 2006, Presiden Niyazov meninggal dunia. Setelah kematiannya, Gurbanguly Berdymukhamedov yang saat itu menjabat sebagai wakil presiden, diangkat menjadi presiden Turkmenistan yang baru.

Era Gratis Gas dan Listrik Berakhir


Berdymukhamedov awalnya melanjutkan kebijakan gratis gas dan listrik yang dicetuskan Niyazov. Namun, kebijakan itu diakhiri pada tahun 2017 dengan memberlakukan tarif.

Dia juga memperkenalkan kebijakan reformasi ekonomi dengan membuka peluang untuk investasi asing di sektor energi dan infrastruktur. Di bawah kepemimpinannya, Turkmenistan tetap sangat bergantung pada ekspor gas alam, tetapi negara ini mulai berusaha untuk memperkenalkan diversifikasi ekonomi dengan mengembangkan sektor non-energi.

Pada Maret 2022, Berdymukhamedov memutuskan untuk mengundurkan diri dari jabatan presiden dan menyerahkan kursi kepresidenan kepada putranya, Serdar Berdymukhamedov, yang memang terpilih dalam pemilihan presiden.

Presiden Serdar Berdymukhamedov masih berkuasa hingga sekarang. Di eranya, kebijakan gratis gas dan listrik di Turkmenistan tinggal sejarah.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Raja Langit Sesungguhnya:...
Raja Langit Sesungguhnya: 5 Helikopter Tempur Paling Mematikan Berdasarkan Rekam Jejak Perang
Negara Pecahan Soviet...
Negara Pecahan Soviet Ini Ingin Gabung NATO, tapi Ditentang Rakyatnya
Penerbangan Trump ke...
Penerbangan Trump ke Davos Berbalik Arah ke Washington karena Masalah Listrik, Lampu Sempat Padam
AS, Israel, dan UEA...
AS, Israel, dan UEA Bahas Penggunaan Gas Gaza untuk Danai Rekonstruksi
Negara Arab Mayoritas...
Negara Arab Mayoritas Muslim Ini Beli Gas Israel Rp584 Triliun, Klaim Tak Ada Agenda Politik
CIA Coba Rekrut Perdana...
CIA Coba Rekrut Perdana Menteri Inggris Winston Churchill di Masa Perang
Desak Beri Kompensasi...
Desak Beri Kompensasi Akibat Mati Listrik Bergilir, DPR: Jangan Tiap Masalah Rakyat Diminta Sabar
Gempa Dahsyat Venezuela:...
Gempa Dahsyat Venezuela: 920 Orang Tewas, Hampir 50 Ribu Masih Hilang
Iran Bersumpah Bikin...
Iran Bersumpah Bikin Pangkalan Militer AS di Timur Tengah seperti Neraka
Rekomendasi
PN Jakpus Gelar Sidang...
PN Jakpus Gelar Sidang Vonis Nadiem Makarim Besok
Mentan Amran Kumpulkan...
Mentan Amran Kumpulkan Civitas Akademika UGM, Percepat Inovasi dan Hilirisasi Pertanian
Pakar Hukum: Konsep...
Pakar Hukum: Konsep Presisi Jadi Kunci Meningkatnya Kepercayaan Publik kepada Polri
Berita Terkini
10 Kali Amerika Serikat...
10 Kali Amerika Serikat dan Iran Duduk di Meja Perundingan, tapi Perang Terus Berlanjut, Ini Penyebabnya
Pria Misterius Dijuluki...
Pria Misterius Dijuluki 'Batman' Diburu Polisi karena Ikat Para Maling Motor di Tiang Lampu
Biden Sebut Trump Pencundang,...
Biden Sebut Trump Pencundang, Narsis, dan Sombong
Media Pemerintah China:...
Media Pemerintah China: Jepang Benar-benar Simulasikan Serangan terhadap Kapal Induk Liaoning
Langka, Putin Akui Rusia...
Langka, Putin Akui Rusia Krisis Bahan Bakar akibat Serangan Ukraina
Begini Cara Bos FIFA...
Begini Cara Bos FIFA Gunakan Geopolitik di Panggung Piala Dunia
Infografis
Profil 10 Pahlawan Nasional...
Profil 10 Pahlawan Nasional Tahun 2025 dan Jasanya bagi Negara
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved