Zionis Kesal Lihat Kondisi 3 Sandera Israel yang Dibebaskan Hamas, Sebut 491 Hari di Neraka

Minggu, 09 Februari 2025 - 13:54 WIB
loading...
A A A
"Konsekuensi dari 491 hari yang panjang dalam penahanan terlihat jelas pada dua orang yang kembali yang tiba hari ini dan kondisi medis mereka buruk. Ini adalah keempat kalinya dalam kerangka kerja saat ini kami menerima kembali para sandera dan situasinya lebih serius kali ini," kata Yael Frenkel Nir, direktur Rumah Sakit Sheba, kepada wartawan, yang dilansir AFP, Minggu (9/2/2025).

Secara terpisah pada hari Sabtu, Presiden Israel Isaac Herzog mengecam perlakuan terhadap para sandera Israel yang dibebaskan dari Gaza pada hari Sabtu sebagai "kejahatan terhadap kemanusiaan”.

"Inilah yang tampak sebagai kejahatan terhadap kemanusiaan! Seluruh dunia harus melihat langsung ke Ohad, Or, dan Eli—yang kembali setelah 491 hari di neraka, kelaparan, kurus kering, dan kesakitan—dieksploitasi dalam tontonan sinis dan kejam oleh para pembunuh keji," kata kepala negara Israel tersebut dalam sebuah pernyataan di X.

Namun, para pemimpin rezim Zionis menutup mata atas perlakuan pasukan Israel terhadap para tahanan Palestina. Rata-rata, para tahanan Palestina dibebaskan dalam kondisi kurus kering dengan banyak luka di tubuh mereka.

Bahkan, media Israel melaporkan pada Jumat lalu bahwa para tahanan Palestina dipaksa menonton video pembantaian di Gaza sebelum mereka dibebaskan pada hari Sabtu.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Profesor AS: Israel,...
Profesor AS: Israel, Bukan Iran, yang Jadi Ancaman Nuklir Utama di Timur Tengah
Koridor Dagang Ankara...
Koridor Dagang Ankara dan Riyadh Buat Israel Ketar-ketir, Ini 3 Pemicunya
Hamas Peringatkan Israel...
Hamas Peringatkan Israel Perluas Garis Kuning Gaza untuk Gagalkan Perundingan Gencatan Senjata
Militer AS Bangun Pangkalan...
Militer AS Bangun Pangkalan Baru di Dekat Perbatasan Gaza untuk Dukung Rencana Pasca-Perang
Trump Puji Unggahan...
Trump Puji Unggahan Menlu Iran tentang Kemungkinan Kesepakatan AS-Iran Sangat Positif
Inggris, Australia,...
Inggris, Australia, dan Kanada Luncurkan Dana untuk Dukung Upaya Solusi 2 Negara
Siaga di Selat Hormuz,...
Siaga di Selat Hormuz, AS Gunakan Perahu Canggih Tanpa Awak
Taiwan Luncurkan Puluhan...
Taiwan Luncurkan Puluhan Rudal HIMARS ke Arah China
Putri Bajrakitiyabha...
Putri Bajrakitiyabha Meninggal Dunia, Thailand Umumkan Masa Berkabung Nasional
Rekomendasi
Aktivis Muda Nasional:...
Aktivis Muda Nasional: Persatuan Bangsa Penting di Tengah Tantangan Global
PB LEMKARI Gelar Kongres...
PB LEMKARI Gelar Kongres Luar Biasa 2026, Sempurnakan Nama dan Logo Organisasi
6 Fakta Timnas Timnas...
6 Fakta Timnas Timnas Brasil Gagal Menang di Partai Pembuka Piala Dunia 2026
Berita Terkini
Uni Emirat Arab Bayar...
Uni Emirat Arab Bayar Iran Rp355,5 Triliun agar Berhenti Menyerang
Swedia: Konflik Rusia-NATO...
Swedia: Konflik Rusia-NATO Bisa Pecah dalam Waktu Dekat
AS Habisi Bos Geng Tren...
AS Habisi Bos Geng Tren de Aragua, Markasnya di Venezuela Dibom hingga Berkeping-keping
Penasihat Mojtaba Khamenei:...
Penasihat Mojtaba Khamenei: Trump Setuju Cairkan Aset Iran Rp426,7 Triliun yang Dibekukan AS
Korea Utara Marah AS...
Korea Utara Marah AS Jual Rudal Canggih ke Korea Selatan, Menyebutnya Ekspor Perang
Profesor AS: Israel,...
Profesor AS: Israel, Bukan Iran, yang Jadi Ancaman Nuklir Utama di Timur Tengah
Infografis
3 Keutamaan Surat Al...
3 Keutamaan Surat Al Mulk, Bisa Jadi Syafaat Kelak di Hari Kiamat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved