Mesir Marah pada Netanyahu yang Serukan Negara Palestina Didirikan di Arab Saudi
Minggu, 09 Februari 2025 - 07:38 WIB
loading...
A
A
A
Kedua pemimpin membahas normalisasi hubungan dengan Arab Saudi, dan Netanyahu dengan tegas menolak syarat utama Arab Saudi untuk mendirikan Negara Palestina sambil menegaskan bahwa perdamaian antara Israel dan kerajaan itu akan terwujud.
“Itu tidak hanya mungkin, saya pikir itu akan terjadi,” katanya.
Konferensi pers itu segera diikuti oleh pernyataan dari Kementerian Luar Negeri Arab Saudi, yang menegaskan kembali pendirian kerajaan itu tentang kenegaraan Palestina adalah “tegas dan tak tergoyahkan”.
“Yang Mulia [Putra Mahkota Mohammed bin Salman] menekankan bahwa Arab Saudi akan melanjutkan upayanya yang tak kenal lelah untuk mendirikan Negara Palestina yang merdeka dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kotanya dan tidak akan menjalin hubungan diplomatik dengan Israel tanpa itu,” bunyi pernyataan kementerian tersebut.
Pada hari Jumat, beberapa anggota Parlemen Inggris mengecam saran Netanyahu.
Anggota Parlemen dari Partai Buruh Afzal Khan mengatakan kepada Middle East Eye: "Orang Palestina tidak membutuhkan lebih banyak pengungsian. Mereka membutuhkan tanah air yang bebas.”
"Usulan biadab Netanyahu adalah pemindahan paksa penduduk dan rencana untuk membersihkan Gaza secara etnis,” kesalnya.
Anggota Parlemen dari Partai Buruh lainnya, Kim Johnson, mengatakan kepada Middle East Eye bahwa komentar Netanyahu "tidak masuk akal dan menghina".
“Itu tidak hanya mungkin, saya pikir itu akan terjadi,” katanya.
Konferensi pers itu segera diikuti oleh pernyataan dari Kementerian Luar Negeri Arab Saudi, yang menegaskan kembali pendirian kerajaan itu tentang kenegaraan Palestina adalah “tegas dan tak tergoyahkan”.
“Yang Mulia [Putra Mahkota Mohammed bin Salman] menekankan bahwa Arab Saudi akan melanjutkan upayanya yang tak kenal lelah untuk mendirikan Negara Palestina yang merdeka dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kotanya dan tidak akan menjalin hubungan diplomatik dengan Israel tanpa itu,” bunyi pernyataan kementerian tersebut.
Pada hari Jumat, beberapa anggota Parlemen Inggris mengecam saran Netanyahu.
Anggota Parlemen dari Partai Buruh Afzal Khan mengatakan kepada Middle East Eye: "Orang Palestina tidak membutuhkan lebih banyak pengungsian. Mereka membutuhkan tanah air yang bebas.”
"Usulan biadab Netanyahu adalah pemindahan paksa penduduk dan rencana untuk membersihkan Gaza secara etnis,” kesalnya.
Anggota Parlemen dari Partai Buruh lainnya, Kim Johnson, mengatakan kepada Middle East Eye bahwa komentar Netanyahu "tidak masuk akal dan menghina".
(mas)
Lihat Juga :