Mesir Marah pada Netanyahu yang Serukan Negara Palestina Didirikan di Arab Saudi
Minggu, 09 Februari 2025 - 07:38 WIB
loading...
Mesir marah pada PM Israel Benjamin Netanyahu yang serukan Negara Palestina didirikan di Arab Saudi. Foto/GPO
A
A
A
KAIRO - Pemerintah Mesir marah dan mengecam Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu yang menyerukan Negara Palestina didirikan di wilayah Kerajaan Arab Saudi.
Pada hari Kamis, Netanyahu mengatakan dalam sebuah wawancara dengan Channel 14 Israel: "Saudi dapat mendirikan Negara Palestina di Arab Saudi; mereka memiliki banyak tanah di sana."
Pernyataan itu muncul setelah Riyadh menegaskan kembali bahwa mereka hanya akan menormalisasi hubungan dengan Israel jika ada jalur yang jelas menuju pendirian Negara Palestina.
Baca Juga: Netanyahu Ngotot Negara Palestina Dibangun di Arab Saudi: Mereka Punya Banyak Lahan
Tanpa menyebut nama Netanyahu, Kementerian Luar Negeri Mesir mengatakan pada hari Sabtu bahwa mereka mengutuk pernyataan tersebut "dengan kata-kata yang paling keras".
"Mesir mengutuk pernyataan Israel yang tidak bertanggung jawab yang menghasut melawan kerajaan dan menyerukan pembentukan Negara Palestina di tanah Saudi," kata kementerian tersebut, yang dilansir Middle East Eye, Minggu (9/2/2025).
"Keamanan kerajaan dan penghormatan terhadap kedaulatannya adalah garis merah yang tidak akan dibiarkan dilanggar,” lanjut kementerian tersebut.
Ditambahkan bahwa pernyataan tersebut merupakan pelanggaran mencolok terhadap hukum internasional dan norma diplomatik.
Pada hari Kamis, Netanyahu mengatakan dalam sebuah wawancara dengan Channel 14 Israel: "Saudi dapat mendirikan Negara Palestina di Arab Saudi; mereka memiliki banyak tanah di sana."
Pernyataan itu muncul setelah Riyadh menegaskan kembali bahwa mereka hanya akan menormalisasi hubungan dengan Israel jika ada jalur yang jelas menuju pendirian Negara Palestina.
Baca Juga: Netanyahu Ngotot Negara Palestina Dibangun di Arab Saudi: Mereka Punya Banyak Lahan
Tanpa menyebut nama Netanyahu, Kementerian Luar Negeri Mesir mengatakan pada hari Sabtu bahwa mereka mengutuk pernyataan tersebut "dengan kata-kata yang paling keras".
"Mesir mengutuk pernyataan Israel yang tidak bertanggung jawab yang menghasut melawan kerajaan dan menyerukan pembentukan Negara Palestina di tanah Saudi," kata kementerian tersebut, yang dilansir Middle East Eye, Minggu (9/2/2025).
"Keamanan kerajaan dan penghormatan terhadap kedaulatannya adalah garis merah yang tidak akan dibiarkan dilanggar,” lanjut kementerian tersebut.
Ditambahkan bahwa pernyataan tersebut merupakan pelanggaran mencolok terhadap hukum internasional dan norma diplomatik.
Lihat Juga :