Langka, Jet Tempur Siluman F-35 AS dan Su-57 Rusia yang Bermusuhan Tatap Muka dalam jarak 24 Meter
Minggu, 09 Februari 2025 - 07:13 WIB
loading...
A
A
A
Langkah ini dipandang sebagai upaya untuk mengimbangi pengaruh kontraktor pertahanan Barat di pasar pertahanan India, terutama mengingat kemitraan militer historis antara Rusia dan India.
Di sisi lain, keputusan Lockheed Martin untuk memamerkan F-35, meskipun hanya dalam bentuk statis dan terbang lintas setelah membatalkan penerbangan demonstrasi, menggarisbawahi komitmen AS untuk terlibat dengan India sebagai mitra strategis utama di kawasan Indo-Pasifik.
F-35, yang dikenal karena teknologi silumannya yang canggih, fusi sensor, dan operasi yang didukung jaringan, merupakan puncak teknologi jet tempur AS.
Tujuan Lockheed Martin dengan India tidak hanya melibatkan penjualan pesawat tetapi juga membina hubungan pertahanan jangka panjang yang dapat mencakup inisiatif berbagi teknologi, pengembangan bersama, dan produksi bersama.
Hal ini sejalan dengan tujuan strategis AS yang lebih luas untuk memperkuat hubungan militer-ke-militer dengan India, meningkatkan interoperabilitas, dan melawan pengaruh China yang semakin besar di kawasan tersebut.
Baik UAC maupun Lockheed Martin memanfaatkan Aero India 2025 untuk memamerkan penawaran terbaru mereka, yang bertujuan untuk memengaruhi proses pengambilan keputusan India terkait akuisisi jet tempur di masa mendatang.
Latar belakang pameran ini adalah kebutuhan India untuk meningkatkan kemampuan Angkatan Udara-nya, dengan Angkatan Udara India mengevaluasi opsi untuk proyek Pesawat Tempur Multi-Peran (MRFA), yang bertujuan untuk mendapatkan 114 jet canggih.
Kehadiran jet tempur canggih ini bukan hanya tentang penjualan; ini adalah demonstrasi strategi geopolitik, di mana teknologi militer menjadi alat untuk menjalin kemitraan diplomatik, ekonomi, dan keamanan yang lebih dalam.
Melalui acara ini, kedua perusahaan tidak hanya bersaing untuk mendapatkan kontrak pertahanan yang signifikan tetapi juga mengisyaratkan komitmen jangka panjang mereka terhadap modernisasi pertahanan India, masing-masing dengan proposisi penjualan unik yang disesuaikan dengan kebutuhan strategis dan keselarasan geopolitik India.
Meskipun Rusia dan AS telah mengirimkan pesawat tempur Su-57 dan F-35 mereka ke India, New Delhi telah berulang kali menyatakan niatnya untuk memfokuskan upaya pada proyek AMCA-nya sendiri.
Proyek ini, yang dikenal sebagai Advanced Medium Combat Aircraft (AMCA), merupakan upaya ambisius India untuk mengembangkan pesawat tempur generasi kelima ransum pesawat tempur multiperan yang akan sepenuhnya dirancang dan diproduksi di dalam negeri.
Di sisi lain, keputusan Lockheed Martin untuk memamerkan F-35, meskipun hanya dalam bentuk statis dan terbang lintas setelah membatalkan penerbangan demonstrasi, menggarisbawahi komitmen AS untuk terlibat dengan India sebagai mitra strategis utama di kawasan Indo-Pasifik.
F-35, yang dikenal karena teknologi silumannya yang canggih, fusi sensor, dan operasi yang didukung jaringan, merupakan puncak teknologi jet tempur AS.
Tujuan Lockheed Martin dengan India tidak hanya melibatkan penjualan pesawat tetapi juga membina hubungan pertahanan jangka panjang yang dapat mencakup inisiatif berbagi teknologi, pengembangan bersama, dan produksi bersama.
Hal ini sejalan dengan tujuan strategis AS yang lebih luas untuk memperkuat hubungan militer-ke-militer dengan India, meningkatkan interoperabilitas, dan melawan pengaruh China yang semakin besar di kawasan tersebut.
Baik UAC maupun Lockheed Martin memanfaatkan Aero India 2025 untuk memamerkan penawaran terbaru mereka, yang bertujuan untuk memengaruhi proses pengambilan keputusan India terkait akuisisi jet tempur di masa mendatang.
Latar belakang pameran ini adalah kebutuhan India untuk meningkatkan kemampuan Angkatan Udara-nya, dengan Angkatan Udara India mengevaluasi opsi untuk proyek Pesawat Tempur Multi-Peran (MRFA), yang bertujuan untuk mendapatkan 114 jet canggih.
Kehadiran jet tempur canggih ini bukan hanya tentang penjualan; ini adalah demonstrasi strategi geopolitik, di mana teknologi militer menjadi alat untuk menjalin kemitraan diplomatik, ekonomi, dan keamanan yang lebih dalam.
Melalui acara ini, kedua perusahaan tidak hanya bersaing untuk mendapatkan kontrak pertahanan yang signifikan tetapi juga mengisyaratkan komitmen jangka panjang mereka terhadap modernisasi pertahanan India, masing-masing dengan proposisi penjualan unik yang disesuaikan dengan kebutuhan strategis dan keselarasan geopolitik India.
Meskipun Rusia dan AS telah mengirimkan pesawat tempur Su-57 dan F-35 mereka ke India, New Delhi telah berulang kali menyatakan niatnya untuk memfokuskan upaya pada proyek AMCA-nya sendiri.
Proyek ini, yang dikenal sebagai Advanced Medium Combat Aircraft (AMCA), merupakan upaya ambisius India untuk mengembangkan pesawat tempur generasi kelima ransum pesawat tempur multiperan yang akan sepenuhnya dirancang dan diproduksi di dalam negeri.
Lihat Juga :