Hamas Murka Israel Langgar Gencatan Senjata Jelang Pertukaran Sandera Berikutnya
Sabtu, 08 Februari 2025 - 08:01 WIB
loading...
A
A
A
Namun, para pemimpin Israel telah mengulangi pernyataan bahwa warga Gaza yang ingin pergi harus dapat pergi dan Menteri Pertahanan, Israel Katz, memerintahkan tentara pada hari Kamis untuk menyiapkan rencana guna memungkinkan keberangkatan penduduk Gaza yang ingin pergi.
Sejauh ini, 13 sandera Israel dari 33 anak-anak, wanita, dan pria lanjut usia yang akan dibebaskan pada tahap pertama perjanjian selama 42 hari telah pulang dan ratusan tahanan Palestina telah dibebaskan sebagai gantinya. Lima sandera Thailand juga telah dipulangkan.
Pekerjaan pada tahap kedua perjanjian multi-tahap, yang bertujuan mengamankan pembebasan sekitar 60 sandera pria dan penarikan pasukan Israel dari Gaza, telah dimulai dan tim negosiasi Israel diperkirakan akan terbang pada hari Sabtu ke Doha, media Israel melaporkan pada Jumat.
Namun tuduhan yang dilontarkan Hamas terhadap Israel menunjukkan betapa sedikitnya kepercayaan antara kedua belah pihak setelah lebih dari 15 bulan episode paling berdarah dalam konflik yang telah berlangsung selama beberapa dekade.
Militer Israel mengatakan, pada Jumat, bahwa para komandan sedang melakukan penilaian situasional menjelang tahap berikutnya dari perjanjian yang saat ini sedang dibahas, dengan pasukan dikerahkan di berbagai titik di sekitar Jalur Gaza.
Hamas mengatakan hanya 8.500 truk dari 12.000 truk yang seharusnya tiba sejauh ini telah memasuki Jalur Gaza, sebagian besar berisi makanan dan barang-barang sekunder termasuk keripik dan cokelat, bukan kebutuhan mendesak lainnya.
“Ini menunjukkan manipulasi yang jelas terhadap prioritas bantuan dan tempat berlindung,” ungkap Hamas.
“Selain itu, hanya 10% dari 200.000 tenda dan 60.000 karavan yang dibutuhkan untuk menyediakan tempat berlindung telah tiba, meninggalkan ratusan ribu orang dalam cuaca musim dingin yang keras,” papar Hamas.
Sejauh ini, 13 sandera Israel dari 33 anak-anak, wanita, dan pria lanjut usia yang akan dibebaskan pada tahap pertama perjanjian selama 42 hari telah pulang dan ratusan tahanan Palestina telah dibebaskan sebagai gantinya. Lima sandera Thailand juga telah dipulangkan.
Pekerjaan pada tahap kedua perjanjian multi-tahap, yang bertujuan mengamankan pembebasan sekitar 60 sandera pria dan penarikan pasukan Israel dari Gaza, telah dimulai dan tim negosiasi Israel diperkirakan akan terbang pada hari Sabtu ke Doha, media Israel melaporkan pada Jumat.
Namun tuduhan yang dilontarkan Hamas terhadap Israel menunjukkan betapa sedikitnya kepercayaan antara kedua belah pihak setelah lebih dari 15 bulan episode paling berdarah dalam konflik yang telah berlangsung selama beberapa dekade.
Militer Israel mengatakan, pada Jumat, bahwa para komandan sedang melakukan penilaian situasional menjelang tahap berikutnya dari perjanjian yang saat ini sedang dibahas, dengan pasukan dikerahkan di berbagai titik di sekitar Jalur Gaza.
Manipulasi yang Jelas
Hamas mengatakan hanya 8.500 truk dari 12.000 truk yang seharusnya tiba sejauh ini telah memasuki Jalur Gaza, sebagian besar berisi makanan dan barang-barang sekunder termasuk keripik dan cokelat, bukan kebutuhan mendesak lainnya.
“Ini menunjukkan manipulasi yang jelas terhadap prioritas bantuan dan tempat berlindung,” ungkap Hamas.
“Selain itu, hanya 10% dari 200.000 tenda dan 60.000 karavan yang dibutuhkan untuk menyediakan tempat berlindung telah tiba, meninggalkan ratusan ribu orang dalam cuaca musim dingin yang keras,” papar Hamas.
Lihat Juga :