Segini Besarnya Anggaran Militer Israel Tahun 2024, Mayoritas untuk Bantai Rakyat Palestina
Jum'at, 07 Februari 2025 - 14:15 WIB
loading...
Pada tahun 2024, total anggaran militer Israel mencapai sekitar lebih dari Rp539 triliun. Sebagian besar dihabiskan perang membantai ribuan warga Palestina di Gaza. Foto/euromedmonitor.org
A
A
A
TEL AVIV - Militer Zionis memulai perang melawan Hamas di Gaza, Palestina, pada 7 Oktober 2023 setelah kelompok itu menyerang Israel selatan. Perang tersebut telah berjalan lebih dari 15 bulan dan mereda sementara setelah kedua pihak menyepakati gencatan senjata untuk memfasilitasi pertukaran tahanan.
Hingga kini, sebanyak 61.805 warga Palestina terbunuh dalam perang brutal Israel di Gaza. Sebanyak 111.633 lainnya terluka.
Mengutip data Statista, pada tahun 2024, total anggaran militer Israel mencapai sekitar 117,5 miliar shekel (lebih dari Rp539 triliun). Sebagian besar anggaran itu dihabiskan untuk operasional perang, yang artinya digunakan untuk membantai ribuan warga Palestina di Gaza.
Baca Juga: Panglima Militer Israel Ungkap Tentaranya yang Tewas dalam Perang Gaza Jauh Lebih Banyak
Sedangkan anggaran pertahanan yang disetujui pemerintah Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu untuk tahun 2025 adalah 117 miliar shekel, atau 6,5% dari PDB Israel. Jumlah tersebut 15 miliar shekel lebih tinggi dari usulan awal Kementerian Keuangan dan hampir 60 miliar shekel.
Esteban Klor, seorang profesor ekonomi di Universitas Ibrani Yerusalem dan peneliti senior di INSS (Institut Studi Keamanan Nasional), menunjukkan bahwa hingga pecahnya perang pada bulan Oktober 2023, anggaran pertahanan telah turun terus menerus hingga 4% dari PDB.
"Konsekuensi dari anggaran pertahanan yang terus tinggi sangat signifikan, karena hal itu mengorbankan hal-hal lain," katanya.
"Maka dari itu, sangatlah penting bagi pemerintah untuk dapat menyalurkan pengeluaran lainnya kepada sumber-sumber pertumbuhan. Jika di masa lalu kita dapat membebaskan sumber-sumber untuk hal-hal yang tidak mengarah kepada pertumbuhan ekonomi, beban nonpertahanan kini menjadi lebih berat, karena banyak pengeluaran yang harus dialihkan untuk pertahanan,” paparnya.
"Pada tahun 1970-an, anggaran pertahanan lebih dari 20% dari PDB, dan hal itu menyebabkan hilangnya dekade, karena ekonomi tidak dapat mendukung biaya yang begitu tinggi," kata Klor.
"Saya sarankan kita tidak akan mencapai tingkat tersebut. Saat ini, kita berbicara tentang kenaikan dari sekitar 4% menjadi 7%, yang merupakan biaya yang signifikan, tetapi mereka harus memastikan keamanan yang wajar bagi penduduk Negara Israel.”
Secara umum, anggaran pertahanan akan menentukan defisit fiskal Israel di tahun-tahun mendatang. "Sebelum perang, garis besar anggaran multi-tahun untuk Kementerian Pertahanan disetujui untuk tahun 2023-2027, tetapi 7 Oktober mengacaukan segalanya," kata Brigadir Jenderal (purnawirawan) Motti Besser, yang menjabat sebagai penasihat keuangan kepala staf dan kepala Divisi Anggaran Kementerian Pertahanan dari tahun 1997 hingga 2000.
"Dulu, kita bercita-cita melihat penurunan konstan dalam proporsi PDB menjadi 3%. Sekarang kita semakin jauh dari itu."
Meski anggaran militer Israel sudah besar untuk operasional perang di Gaza, negara Yahudi tersebut masih mendapat bantuan militer dari Amerika Serikat (AS).
Belanja AS untuk operasi militer Israel dan operasi Amerika terkait di wilayah Timur Tengah dan sekitarnya berjumlah USD22,76 miliar dan masih terus bertambah. Perkiraan ini konservatif; meskipun mencakup dana bantuan keamanan yang disetujui sejak 7 Oktober 2023, dana tambahan untuk operasi regional, dan perkiraan biaya operasi tambahan, namun tidak termasuk biaya ekonomi lainnya.
Angka ini mencakup USD17,9 miliar yang telah disetujui pemerintah AS dalam bantuan keamanan untuk operasi militer Israel di Gaza dan di tempat lain sejak 7 Oktober—jauh lebih banyak daripada tahun mana pun sejak AS mulai memberikan bantuan militer kepada Israel pada tahun 1959.
Namun, laporan Reuters menjelaskan bahwa ini hanyalah sebagian dari dukungan keuangan AS yang diberikan selama perang Gaza.
Memasuki perang Gaza pada tahun 2023, rasio utang terhadap PDB Israel yang rendah memberikan fleksibilitas, memungkinkan pendanaan untuk mendukung populasi yang mengungsi, bisnis, dan cadangan, kata Menteri Keuangan Bezalel Smotrich.
"Rasio utang terhadap PDB pada tahun 2024 mencerminkan respons pemerintah yang signifikan terhadap kebutuhan perang, baik di bidang keamanan maupun sipil," kata akuntan Yali Rothenberg, seraya menambahkan bahwa hal itu harus kembali ke lintasan penurunan "secepat mungkin".
Defisit anggaran Israel mencapai 6,9% pada tahun 2024, level tertinggi sejak 11,6% pada tahun 2020 karena pandemi Covid-19.
Hingga kini, sebanyak 61.805 warga Palestina terbunuh dalam perang brutal Israel di Gaza. Sebanyak 111.633 lainnya terluka.
Mengutip data Statista, pada tahun 2024, total anggaran militer Israel mencapai sekitar 117,5 miliar shekel (lebih dari Rp539 triliun). Sebagian besar anggaran itu dihabiskan untuk operasional perang, yang artinya digunakan untuk membantai ribuan warga Palestina di Gaza.
Baca Juga: Panglima Militer Israel Ungkap Tentaranya yang Tewas dalam Perang Gaza Jauh Lebih Banyak
Sedangkan anggaran pertahanan yang disetujui pemerintah Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu untuk tahun 2025 adalah 117 miliar shekel, atau 6,5% dari PDB Israel. Jumlah tersebut 15 miliar shekel lebih tinggi dari usulan awal Kementerian Keuangan dan hampir 60 miliar shekel.
Esteban Klor, seorang profesor ekonomi di Universitas Ibrani Yerusalem dan peneliti senior di INSS (Institut Studi Keamanan Nasional), menunjukkan bahwa hingga pecahnya perang pada bulan Oktober 2023, anggaran pertahanan telah turun terus menerus hingga 4% dari PDB.
"Konsekuensi dari anggaran pertahanan yang terus tinggi sangat signifikan, karena hal itu mengorbankan hal-hal lain," katanya.
"Maka dari itu, sangatlah penting bagi pemerintah untuk dapat menyalurkan pengeluaran lainnya kepada sumber-sumber pertumbuhan. Jika di masa lalu kita dapat membebaskan sumber-sumber untuk hal-hal yang tidak mengarah kepada pertumbuhan ekonomi, beban nonpertahanan kini menjadi lebih berat, karena banyak pengeluaran yang harus dialihkan untuk pertahanan,” paparnya.
"Pada tahun 1970-an, anggaran pertahanan lebih dari 20% dari PDB, dan hal itu menyebabkan hilangnya dekade, karena ekonomi tidak dapat mendukung biaya yang begitu tinggi," kata Klor.
"Saya sarankan kita tidak akan mencapai tingkat tersebut. Saat ini, kita berbicara tentang kenaikan dari sekitar 4% menjadi 7%, yang merupakan biaya yang signifikan, tetapi mereka harus memastikan keamanan yang wajar bagi penduduk Negara Israel.”
Secara umum, anggaran pertahanan akan menentukan defisit fiskal Israel di tahun-tahun mendatang. "Sebelum perang, garis besar anggaran multi-tahun untuk Kementerian Pertahanan disetujui untuk tahun 2023-2027, tetapi 7 Oktober mengacaukan segalanya," kata Brigadir Jenderal (purnawirawan) Motti Besser, yang menjabat sebagai penasihat keuangan kepala staf dan kepala Divisi Anggaran Kementerian Pertahanan dari tahun 1997 hingga 2000.
"Dulu, kita bercita-cita melihat penurunan konstan dalam proporsi PDB menjadi 3%. Sekarang kita semakin jauh dari itu."
Meski anggaran militer Israel sudah besar untuk operasional perang di Gaza, negara Yahudi tersebut masih mendapat bantuan militer dari Amerika Serikat (AS).
Belanja AS untuk operasi militer Israel dan operasi Amerika terkait di wilayah Timur Tengah dan sekitarnya berjumlah USD22,76 miliar dan masih terus bertambah. Perkiraan ini konservatif; meskipun mencakup dana bantuan keamanan yang disetujui sejak 7 Oktober 2023, dana tambahan untuk operasi regional, dan perkiraan biaya operasi tambahan, namun tidak termasuk biaya ekonomi lainnya.
Angka ini mencakup USD17,9 miliar yang telah disetujui pemerintah AS dalam bantuan keamanan untuk operasi militer Israel di Gaza dan di tempat lain sejak 7 Oktober—jauh lebih banyak daripada tahun mana pun sejak AS mulai memberikan bantuan militer kepada Israel pada tahun 1959.
Namun, laporan Reuters menjelaskan bahwa ini hanyalah sebagian dari dukungan keuangan AS yang diberikan selama perang Gaza.
Memasuki perang Gaza pada tahun 2023, rasio utang terhadap PDB Israel yang rendah memberikan fleksibilitas, memungkinkan pendanaan untuk mendukung populasi yang mengungsi, bisnis, dan cadangan, kata Menteri Keuangan Bezalel Smotrich.
"Rasio utang terhadap PDB pada tahun 2024 mencerminkan respons pemerintah yang signifikan terhadap kebutuhan perang, baik di bidang keamanan maupun sipil," kata akuntan Yali Rothenberg, seraya menambahkan bahwa hal itu harus kembali ke lintasan penurunan "secepat mungkin".
Defisit anggaran Israel mencapai 6,9% pada tahun 2024, level tertinggi sejak 11,6% pada tahun 2020 karena pandemi Covid-19.
(mas)
Lihat Juga :