3 Kontroversi Pernyataan Trump tentang Pencaplokan Gaza yang Akhirnya Dicabut

Kamis, 06 Februari 2025 - 14:35 WIB
loading...
3 Kontroversi Pernyataan...
Pernyataan kontroversi Donald Trump tentang pencaplokan Gaza akhirnya dicabut. Foto/X/@MelGibsonQ
A A A
WASHINGTON - Suara-suara penting pemerintahan Donald Trump menentang beberapa komentar yang dibuat presiden sehari sebelumnya tentang AS yang mengambil kendali jangka panjang atas Gaza yang hancur akibat perang. Itu termasuk kemungkinan mengirim pasukan Amerika dan penduduk daerah tersebut dimukimkan kembali secara permanen.

Pernyataan Presiden Donald Trump memicu kekhawatiran di negara-negara Arab dan bahkan di antara beberapa sekutu Republiknya sebelum Menteri Luar Negeri Marco Rubio dan sekretaris pers Gedung Putih Karoline Leavitt mencoba menarik kembali pernyataan tersebut.

3 Kontroversi Pernyataan Trump tentang Pencaplokan Gaza yang Akhirnya Dicabut

1. Pengusiran Warga Palestina ke Luar Gaza

Trump: "Saya harap kita dapat melakukan sesuatu yang membuat mereka tidak ingin kembali."

"Jika kita dapat memperoleh area yang indah untuk menampung orang-orang, secara permanen, di rumah-rumah yang bagus, tempat mereka dapat hidup bahagia dan tidak ditembak, tidak dibunuh, dan tidak ditikam sampai mati seperti yang terjadi di Gaza."

Rubio: "Untuk sementara, jelas saja, orang-orang harus tinggal di suatu tempat sementara Anda membangunnya kembali. Ini mirip dengan bencana alam. Yang telah ia tawarkan dengan sangat murah hati adalah kemampuan Amerika Serikat untuk masuk dan membantu membersihkan puing-puing, membantu membersihkan amunisi, membantu rekonstruksi — membangun kembali rumah dan bisnis, dan hal-hal semacam ini, sehingga orang-orang dapat kembali tinggal di sana."

Leavitt: "Presiden telah menjelaskan bahwa mereka perlu direlokasi sementara dari Gaza."
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tanpa Bantuan AS, Trump:...
Tanpa Bantuan AS, Trump: Israel Akan Hancur
PM Meloni Kecam Trump...
PM Meloni Kecam Trump soal Minta Foto: Italia Tidak Pernah Mengemis
Trump Klaim Tidak Ada...
Trump Klaim Tidak Ada Batasan pada Kekuasaannya
Langkah Mengejutkan,...
Langkah Mengejutkan, Partai Komunis Kuba Bersedia Buka Ekonomi Menuju Pasar Bebas
Jurnalis AS: Trump Tak...
Jurnalis AS: Trump Tak Konsultasi dengan Israel soal Iran untuk Lemahkan Posisi Netanyahu
Komite Administrasi...
Komite Administrasi Gaza Ungkap Prioritas Rekonstruksi Sudah Ditetapkan, Siap Mulai Pekerjaan
Trump T1 Phone Ternyata...
Trump T1 Phone Ternyata HTC U24 Pro Buatan China: Ini Bukti Teardown-nya
CDC: Wabah Ebola di...
CDC: Wabah Ebola di RD Kongo Bisa Menjadi yang Terburuk dalam Sejarah
Trump Segera Gunakan...
Trump Segera Gunakan Pesawat Air Force One Hadiah dari Qatar, Tiba di Lanud Andrews
Rekomendasi
Boni Hargens Minta Hilangkan...
Boni Hargens Minta Hilangkan Prasangka Buruk terhadap Polri
Bidik Pasar Indonesia...
Bidik Pasar Indonesia Timur, Jafran Indonesia Kenalkan JR 737 di PENAS XVII
AI Impact Challenge,...
AI Impact Challenge, Microsoft, Komdigi, dan Dicoding Tampilkan Karya AI Terbaik Lulusan METC
Berita Terkini
Tanpa Bantuan AS, Trump:...
Tanpa Bantuan AS, Trump: Israel Akan Hancur
PM Meloni Kecam Trump...
PM Meloni Kecam Trump soal Minta Foto: Italia Tidak Pernah Mengemis
Bagaimana Industri Farmasi...
Bagaimana Industri Farmasi Besar AS Raup Untung dari Pandemi dengan Perlakukan Warga Seperti Kelinci Percobaan?
Starmer Didesak Mundur...
Starmer Didesak Mundur dari Jabatan Perdana Menteri Inggris
PM Australia Ungkap...
PM Australia Ungkap Pengiriman BBM Baru, Ancaman di Selat Hormuz Masih Moderat
Pasukan Israel Gagal...
Pasukan Israel Gagal Ambil Tank Komandan yang Gugur di Lebanon Selatan
Infografis
3 Negara yang Teguh...
3 Negara yang Teguh Tak Akui Taiwan, Salah Satunya Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved