Gertak China, AS Kerahkan 2 Pesawat Pengebom B-1B ke Laut China Selatan

Kamis, 06 Februari 2025 - 08:33 WIB
loading...
Gertak China, AS Kerahkan...
Pesawat pengebom supersonik B-1B AS bermanuver dengan jet-jet tempur Filipina di atas Laut China Selatan sebagai pesan gertakan untuk China. Foto/Angkatan Udara Filipina
A A A
MANILA - Amerika Serikat (AS) telah mengerahkan dua pesawat pengebom supersonik B-1B ke kawasan Laut China Selatan.

Sepasang pesawat itu—yang memiliki kemampuan membawa bom nuklir hingga 1994—bermanuver dengan jet-jet tempur Filipina sebagai pesan gertakan terhadap China di tengah sengketa wilayah tersebut yang terus memanas.

Manuver gabungan itu dimulai Selasa lalu, melibatkan sepasang pesawat B-1B dan tiga dari selusin FA-50 milik Filipina, jet tempur utama negara itu dan varian tempur yang di-upgrade dari T-50 buatan Korea Selatan.

Baca Juga: China Harusnya Tak Marah Indonesia Beli Rudal Supersonik BrahMos India

Angkatan Udara Filipina dalam rilis beritanya mengatakan latihan tersebut berlangsung di atas zona maritim Filipina, difokuskan pada peningkatan kewaspadaan dan koordinasi wilayah udara antara kedua Angkatan Udara, termasuk dalam kemampuan tempur.

"Dengan melakukan latihan ini, kedua angkatan udara menyempurnakan strategi taktis dan operasional mereka sambil berupaya memenuhi tujuan pertahanan udara dan tujuan operasional bersama," paparnya, yang dilansir Newsweek, Kamis (6/2/2025).

Manuver gabungan itu berlangsung kurang dari sebulan setelah AS mengirim pesawat pengebom supersonik B-1 ke Pangkalan Angkatan Udara Andersen di Guam selama meningkatnya ketegangan di Semenanjung Korea dan pertikaian yang sedang berlangsung yang melibatkan China dan dua sekutu perjanjian keamanan AS; Jepang dan Filipina.

AS dan Filipina, sekutu Amerika tertua di Asia, memiliki Perjanjian Pertahanan Bersama yang telah berusia tujuh dekade, yang oleh pemerintahan Biden dan Trump disebut sangat kuat.

Kedua negara bersama-sama mengoperasikan beberapa pangkalan militer di Filipina dan secara teratur melakukan latihan angkatan laut dan udara untuk meningkatkan interoperabilitas.

Dalam dua tahun terakhir, pasukan maritim China terus memperluas kehadiran mereka di zona ekonomi eksklusif Filipina yang diakui secara internasional.

China telah menanggapi perlawanan Filipina dengan tegas di perairan yang disengketakan, dengan taktik yang mencakup serudukan, meriam air, dan blokade.

Namun, bentrokan dengan China yang terkadang disertai kekerasan yang pada beberapa kesempatan menyebabkan anggota angkatan bersenjata Filipina terluka, telah menimbulkan pertanyaan mengenai prospek melibatkan pasukan AS dalam konflik dengan China.

Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr telah menekankan bahwa dia tidak menginginkan eskalasi, tetapi dia mengatakan pembunuhan sengaja terhadap warga negara Filipina akan menjadi garis merah.

Angkatan Udara Pasifik AS telah mengonfirmasi pengerahan pesawat pengebom tersebut ke Laut China Selatan.

"Pesawat B-1B Angkatan Udara AS dan FA-50 Angkatan Udara Filipina terbang dalam patroli udara gabungan dan latihan intersepsi yang bertujuan untuk meningkatkan koordinasi operasional kami, menyempurnakan strategi taktis dan operasional kami bersama-sama, dan mempertahankan dominasi udara dan keamanan regional kami di Indo-Pasifik yang bebas dan terbuka," bunyi pernyataan Angkatan Udara Pasifik AS (US PACAF).

Ketegangan dengan China merupakan faktor utama di balik program modernisasi militer senilai USD35 miliar yang direncanakan Filipina untuk dilaksanakan selama dekade berikutnya.

Pada 22 Januari, dalam salah satu percakapan internasional pertamanya sebagai menteri luar negeri AS, Marco Rubio berbicara dengan Menteri Luar Negeri Filipina Enrique Manalo. Menurut siaran pers dari Departemen Luar Negeri Amerika, cara meningkatkan kerja sama pertahanan merupakan salah satu topik yang mereka bahas.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Gunakan Mode Autopilot,...
Gunakan Mode Autopilot, Mobil Tesla Ini Malah Tabrak Rumah dan Tewaskan Penghuninya
Mengejutkan, 92% Warga...
Mengejutkan, 92% Warga Israel Yakin Iran Telah Menang Perang
Perundingan Iran-AS...
Perundingan Iran-AS Hasilkan 4 Kesepakatan Utama, Negosiator Teheran Sempat Walkout
Jenderal Iran Peringatkan...
Jenderal Iran Peringatkan Pasukan Israel: Tinggalkan Lebanon atau Diusir Secara Memalukan!
Pertama Kalinya, China...
Pertama Kalinya, China Pamer Peluncuran Rudal Hipersonik Dongfeng-17 sebagai Pesan untuk AS
Aktor Breaking Bad Giancarlo...
Aktor 'Breaking Bad' Giancarlo Esposito Masuk Islam saat Syuting di Arab Saudi
Janji Manis Investasi...
Janji Manis Investasi Rp5.323 Triliun di Balik Kesepakatan Damai AS-Iran
Jelang Penandatanganan...
Jelang Penandatanganan di Jenewa, AS Rahasiakan Nota Kesepahaman Iran dari Israel
Selat Hormuz Ditutup...
Selat Hormuz Ditutup Lagi, Trump Ancam Lenyapkan Iran
Rekomendasi
Mesir Comeback, Mo Salah...
Mesir Comeback, Mo Salah Antar The Pharaohs Gulung Selandia Baru 3-1
Roy Suryo Kenakan Batik...
Roy Suryo Kenakan Batik Motif Garuda dan Kepalkan Tangan saat Tiba di Rutan Polda Metro
Meriahkan HUT ke-499...
Meriahkan HUT ke-499 Jakarta, 2.000 Anak Ikuti Khitanan Massal Gratis
Berita Terkini
Ledakan Dahsyat Guncang...
Ledakan Dahsyat Guncang Situs LNG Qatar, 54 Orang Terluka, 18 Hilang
Gunakan Mode Autopilot,...
Gunakan Mode Autopilot, Mobil Tesla Ini Malah Tabrak Rumah dan Tewaskan Penghuninya
Mengejutkan, 92% Warga...
Mengejutkan, 92% Warga Israel Yakin Iran Telah Menang Perang
Perundingan Iran-AS...
Perundingan Iran-AS Hasilkan 4 Kesepakatan Utama, Negosiator Teheran Sempat Walkout
Jenderal Iran Peringatkan...
Jenderal Iran Peringatkan Pasukan Israel: Tinggalkan Lebanon atau Diusir Secara Memalukan!
Pertama Kalinya, China...
Pertama Kalinya, China Pamer Peluncuran Rudal Hipersonik Dongfeng-17 sebagai Pesan untuk AS
Infografis
Prancis Kerahkan Pesawat...
Prancis Kerahkan Pesawat Bersenjata Nuklir ke Perbatasan Jerman
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved