Dapatkah Ukraina Bertahan Hidup Tanpa Bantuan AS? Ini Jawaban Zelensky
Kamis, 06 Februari 2025 - 08:03 WIB
loading...
A
A
A
Presiden Rusia Vladimir Putin melancarkan perang skala penuh terhadap negara tetangganya pada 24 Februari 2022. Perlawanan militer Ukraina yang berhasil sebagian besar didorong oleh bantuan dari AS dan sekutu Barat lainnya.
Pada hari Rabu, Zelensky telah memberi tahu wartawan di Kyiv: "Dukungan AS untuk Ukraina tidak berhenti atau berkurang—dukungan itu terus berlanjut. Saya bersyukur atas hal itu."
Dia mengatakan bahwa pemerintahan Trump dan Ukraina saat ini tidak membahas bantuan militer baru. "Tetapi masih terlalu dini untuk itu. Namun, kami telah mulai berkomunikasi dengan tim AS," ujarnya.
Zelensky lebih lanjut menjelaskan bahwa hari-hari awal perang sangat sulit tanpa dukungan AS. "Saya bahkan tidak ingin membayangkan apa yang akan terjadi jika Ukraina harus menghadapi Rusia tanpa dukungan AS," katanya.
Presiden Ukraina itu juga mengatakan bahwa pengerahan pasukan sekutu Barat secara hipotetis di negara yang dilanda perang itu tidak dapat terjadi tanpa Amerika Serikat.
"Jaminan keamanan harus melibatkan Amerika Serikat sebagai penjamin paling signifikan, bersama Eropa, termasuk Uni Eropa dan Inggris," imbuh dia.
Pada hari Rabu, Zelensky telah memberi tahu wartawan di Kyiv: "Dukungan AS untuk Ukraina tidak berhenti atau berkurang—dukungan itu terus berlanjut. Saya bersyukur atas hal itu."
Dia mengatakan bahwa pemerintahan Trump dan Ukraina saat ini tidak membahas bantuan militer baru. "Tetapi masih terlalu dini untuk itu. Namun, kami telah mulai berkomunikasi dengan tim AS," ujarnya.
Zelensky lebih lanjut menjelaskan bahwa hari-hari awal perang sangat sulit tanpa dukungan AS. "Saya bahkan tidak ingin membayangkan apa yang akan terjadi jika Ukraina harus menghadapi Rusia tanpa dukungan AS," katanya.
Presiden Ukraina itu juga mengatakan bahwa pengerahan pasukan sekutu Barat secara hipotetis di negara yang dilanda perang itu tidak dapat terjadi tanpa Amerika Serikat.
"Jaminan keamanan harus melibatkan Amerika Serikat sebagai penjamin paling signifikan, bersama Eropa, termasuk Uni Eropa dan Inggris," imbuh dia.
Lihat Juga :