Parlemen AS Dorong RUU untuk Cabut Hak Istimewa Perdagangan China

Rabu, 05 Februari 2025 - 10:06 WIB
loading...
A A A
RUU itu juga muncul di tengah upaya AS yang lebih luas di bawah pemerintahan Donald Trump dan Joe Biden untuk meningkatkan tarif impor China. Langkah ini sejalan dengan tindakan sebelumnya yang diambil untuk meminta pertanggungjawaban China atas apa yang dilihat banyak orang sebagai praktik perdagangan yang berat sebelah dan tantangan terhadap persaingan adil.

Anggota DPR AS John Moolenaar (R-Mich.), pendukung utama RUU tersebut, berpendapat bahwa status PNTR telah merugikan sektor manufaktur AS, mengalihkan pekerjaan ke luar negeri, dan memungkinkan China mengeksploitasi pasar AS.

"Sudah terlalu lama, hubungan dagang normal yang permanen dengan Tiongkok telah merusak basis manufaktur kami, mengalihkan pekerjaan Amerika ke luar negeri, dan memungkinkan CCP mengeksploitasi pasar kami sambil mengkhianati janji persaingan yang adil," kata Moolenaar, merujuk pada Partai Komunis China.

Dia lebih lanjut menekankan bahwa RUU tersebut akan melindungi keamanan nasional AS, meningkatkan ketahanan rantai pasokan, dan membawa kembali pekerjaan ke AS dan sekutunya, imbuh laporan The Hill.

Tarif Impor Produk China


Moolenaar mengajukan RUU tersebut bersama Anggota DPR Tom Suozzi (D-N.Y.), sementara versi pendamping diajukan di Senat oleh Senator Tom Cotton (R-Ark) dan Jim Banks (R-Ind). Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio, mantan senator dari Florida, juga ikut mensponsori RUU tersebut ketika pertama kali diperkenalkan di bulan November.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Analis Israel: Kesepakatan...
Analis Israel: Kesepakatan AS-Iran Adalah Kemenangan Besar bagi Teheran
14 Poin Perdamaian Iran...
14 Poin Perdamaian Iran dan AS, Ada Dana Rekonstruksi Senilai Rp5.316 Triliun yang Dibayar Negara-negara Arab
Trump Marahi Netanyahu:...
Trump Marahi Netanyahu: 'Mengapa Harus Lakukan Serangan Sialan Itu?'
Pesawat Terjun Payung...
Pesawat Terjun Payung Jatuh di AS, 12 Orang Tewas
Eks PM Israel Serukan...
Eks PM Israel Serukan Netanyahu Digulingkan dengan Tongkat dan Batu
Militer Iran: AS dan...
Militer Iran: AS dan Israel Tak Punya Pilihan Selain Kalah dan Menyerah!
Kapten Iran: Perang...
Kapten Iran: Perang Merampas Euforia Piala Dunia 2026
Pilu Seorang Ibu Gugat...
Pilu Seorang Ibu Gugat OpenAI Usai Kematian Putrinya Dikaitkan ChatGPT
Tragis! Pesawat Bawa...
Tragis! Pesawat Bawa Penerjun Payung Jatuh, 12 Orang Tewas
Rekomendasi
Ada Demo di DPR, Arus...
Ada Demo di DPR, Arus Lalin di Jalan Gatot Subroto Tersendat
Dompet Suporter Inggris...
Dompet Suporter Inggris KO Jelang Kontra Kroasia
Hendak Demo di Patung...
Hendak Demo di Patung Kuda, Ratusan Mahasiswa Diadang Polisi di Semanggi
Berita Terkini
Perdamaian Segera Terwujud,...
Perdamaian Segera Terwujud, Militer Iran: Keinginan Rakyat Sudah Dipaksakan kepada Musuh
Serang Lebanon, Israel:...
Serang Lebanon, Israel: Kami Tak Terikat dalam Perjanjian Damai Iran dan AS
Analis Israel: Kesepakatan...
Analis Israel: Kesepakatan AS-Iran Adalah Kemenangan Besar bagi Teheran
14 Poin Perdamaian Iran...
14 Poin Perdamaian Iran dan AS, Ada Dana Rekonstruksi Senilai Rp5.316 Triliun yang Dibayar Negara-negara Arab
4 Respons Cepat Akibat...
4 Respons Cepat Akibat Perang Iran dan AS Berakhir, Pasar Saham Bergairah dan Harga Minyak Turun
Trump Marahi Netanyahu:...
Trump Marahi Netanyahu: 'Mengapa Harus Lakukan Serangan Sialan Itu?'
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved