Lebih dari 565.000 Orang Pindah dari Selatan ke Utara Gaza dalam Sepekan
Rabu, 05 Februari 2025 - 08:15 WIB
loading...
Warga Palestina terus kembali ke rumah mereka setelah perjanjian gencatan senjata antara Israel dan Hamas, di tengah kehancuran di Kota Gaza, Gaza pada 2 Februari 2025. Foto/Ali Jadallah/Anadolu Agency
A
A
A
GAZA - PBB pada hari Selasa (4/2/2025) melaporkan lebih dari 565.000 orang telah menyeberang dari selatan ke utara Gaza sejak 27 Januari.
Mengutip Kantor Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA), juru bicara Stephane Dujarric melaporkan selama konferensi pers bahwa "lebih dari 45.000 orang telah diamati bergerak dari utara ke selatan" Jalur Gaza.
Dia menyatakan, “PBB dan mitranya di lapangan bekerja untuk mengurangi dampak dari kerusakan luas infrastruktur air, sanitasi, dan kebersihan penting yang telah terjadi di seluruh Jalur Gaza."
Ketika ditanya tentang perintah eksekutif Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang akan segera dikeluarkan untuk menarik diri dari Dewan Hak Asasi Manusia PBB dan memblokir pendanaan untuk Badan Bantuan PBB untuk Gaza (UNRWA), Dujarric berkata, "Kami jelas akan melihat apa yang sedang ditandatangani dengan benar."
"Tetapi AS akan mengambil keputusan yang diambilnya. Itu tidak mengubah posisi kami tentang pentingnya Dewan Hak Asasi Manusia," ujar dia.
Menyebut perintah eksekutif itu sebagai "sesuatu yang sangat baru," Dujarric menegaskan keputusan itu tidak akan mengubah "komitmen PBB untuk mendukung UNRWA dalam pekerjaannya dan dalam pekerjaannya memberikan layanan penting kepada warga Palestina di bawah yurisdiksinya, mandatnya."
Mengutip Kantor Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA), juru bicara Stephane Dujarric melaporkan selama konferensi pers bahwa "lebih dari 45.000 orang telah diamati bergerak dari utara ke selatan" Jalur Gaza.
Dia menyatakan, “PBB dan mitranya di lapangan bekerja untuk mengurangi dampak dari kerusakan luas infrastruktur air, sanitasi, dan kebersihan penting yang telah terjadi di seluruh Jalur Gaza."
Ketika ditanya tentang perintah eksekutif Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang akan segera dikeluarkan untuk menarik diri dari Dewan Hak Asasi Manusia PBB dan memblokir pendanaan untuk Badan Bantuan PBB untuk Gaza (UNRWA), Dujarric berkata, "Kami jelas akan melihat apa yang sedang ditandatangani dengan benar."
"Tetapi AS akan mengambil keputusan yang diambilnya. Itu tidak mengubah posisi kami tentang pentingnya Dewan Hak Asasi Manusia," ujar dia.
Menyebut perintah eksekutif itu sebagai "sesuatu yang sangat baru," Dujarric menegaskan keputusan itu tidak akan mengubah "komitmen PBB untuk mendukung UNRWA dalam pekerjaannya dan dalam pekerjaannya memberikan layanan penting kepada warga Palestina di bawah yurisdiksinya, mandatnya."
Lihat Juga :