Mengapa Negara Sekutu AS yang Tergabung dalam Five Eyes Memata-matai Trump?

Selasa, 04 Februari 2025 - 11:47 WIB
loading...
Mengapa Negara Sekutu...
Sekutu AS yang tergabung dalam Five Eyes memata-matai Donald Trump. Foto/X/@Starboy2079
A A A
WASHINGTON - Negara sekutu Amerika Serikat (AS) yang tergabung dalam Five Eyes, seperti Kanada, Inggris, Australia, dan Selandia Baru, memiliki rahasia yang memalukan tentang tipuan kolusi Rusia dan khawatir pemerintah Presiden AS Donald Trump akan mengetahuinya.

Itu diungkapkan analis Wall Street Charles Ortel memberi tahu Sputnik.

Mengapa Negara Sekutu AS yang Tergabung dalam Five Eyes Memata-matai Trump?

1. Menugaskan Mitra Asing untuk Melakukan Aksi Spionase

"Bertahun-tahun yang lalu, Hakim Andrew Napolitano mengungkapkan di Fox TV bahwa ia yakin AS dan Inggris – mungkin dengan negara-negara Five Eyes lainnya – memiliki pemahaman bahwa para anggota akan bekerja sama untuk menghindari pembatasan pemerintah mereka sendiri terhadap mata-mata domestik terhadap warga negara mereka dengan menugaskan mitra asing untuk melaksanakan misi semacam itu," kata Ortel.

Pada bulan Maret 2017, Gedung Putih menuduh pusat penyadapan Inggris GCHQ memata-matai Trump. Napolitano mengklaim Obama menggunakan GCHQ untuk memata-matai Trump, mengeksploitasi kemitraan Five Eyes untuk mengabaikan aturan mata-mata domestik. Akses NSA GCHQ dapat memungkinkan para agen untuk memperoleh transkrip percakapan Trump.

Baca Juga: 3 Proyek Kontroversial yang Dituding Dijalankan USAID, dari Senjata Biologis hingga Covid

2. Intervensi Pemilu AS

"Kami belum mengetahui sebagian besar kebenarannya, tetapi bagi saya tampaknya pemerintah AS dan para agen partisan di media, akademisi, dan dunia korporat terlibat secara langsung dalam upaya untuk mencurangi pemilu di dalam dan luar Amerika," kata Ortel.

"Kami juga tahu bahwa elemen Inggris tidak pernah berhenti mencampuri urusan AS, kemungkinan sejak tahun 1782 dan seterusnya. Sebagai perbandingan, campur tangan Rusia dalam politik AS, jika ada, tampaknya sangat kecil."

3. Khawatir Trump Mengganggu Jaringan Intelijen

Sementara itu, Mitra Five Eyes Amerika - Kanada, Inggris, Australia, dan Selandia Baru - khawatir bahwa tindakan keras negara dalam dan perombakan perangkat mata-mata Presiden AS Donald Trump dapat mengganggu jaringan intelijen mereka.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Meski Sedang Perang,...
Meski Sedang Perang, Trump Puji Iran karena Bebaskan Warga AS dari Penjara
Kirim Video ke Agen...
Kirim Video ke Agen Intelijen Iran, Tentara Israel Ini Dipenjara selama 5 Tahun
Ilmuwan AS Ini Pelajari...
Ilmuwan AS Ini Pelajari Uji Coba Nuklir Korut, tapi Ditangkap China karena Melakukan Spionase
Enggan Kirim Pasukan...
Enggan Kirim Pasukan AS untuk Invasi Darat ke Iran, Trump: Orang Lain yang Akan Melakukannya
Blokade Angkatan Laut...
Blokade Angkatan Laut AS terhadap Iran Dimulai Lagi, Kerahkan Lebih Banyak Kekuatan Militer
Taktik Trump Sering...
Taktik Trump Sering Menjiplak Musuh-musuhnya, dari Blokade Laut hingga Tarif Selat Hormuz
Trump Akan Serahkan...
Trump Akan Serahkan Trofi Pemenang Piala Dunia 2026
Iran Menggila! Markas...
Iran Menggila! Markas Jet Tempur F-18 AS di Pangkalan Udara Al-Azraq Yordania Dibombardir
Trump: Serangan ke Iran...
Trump: Serangan ke Iran Akan Berakhir sampai Saya Bilang "Cukup"
Rekomendasi
Kejagung Ralat Pernyataan,...
Kejagung Ralat Pernyataan, Status Febrie Adriansyah Tetap Tersangka di 3 Sprindik Baru
12 Kapolda Lulusan Akpol...
12 Kapolda Lulusan Akpol 1994 Teman Satu Angkatan Kakortastipidkor Polri Irjen Pol Totok Suharyanto
Amien Desak Prabowo...
Amien Desak Prabowo Perintahkan KPK Ambil Alih Kasus Febrie Adriansyah
Berita Terkini
AS Perluas Serangan...
AS Perluas Serangan terhadap Iran, Pengeboman 90 Menit Sebabkan Ledakan di Mana-mana
2 Jenderal Militer Ditangkap...
2 Jenderal Militer Ditangkap karena Korupsi Proyek Senilai Rp1,2 Triliun
Zelensky Pecat Menhan...
Zelensky Pecat Menhan Ukraina di Tengah Perang Melawan Rusia, Menhan ke-4 yang Didepak
Meski Sedang Perang,...
Meski Sedang Perang, Trump Puji Iran karena Bebaskan Warga AS dari Penjara
Rusia: Serangan Drone...
Rusia: Serangan Drone Ukraina Tewaskan Kepala Insinyur Pembangkit Nuklir Terbesar Eropa
Iran Hancurkan Markas...
Iran Hancurkan Markas Besar Armada Ke-5 AS di Bahrain, Amerika Habisi 7 Tentara Teheran
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved