Pilot Black Hawk yang Tabrakan dengan American Airlines Ternyata Eks Ajudan Biden
Selasa, 04 Februari 2025 - 07:33 WIB
loading...
Kapten Rebecca Lobach, pilot helikopter Black Hawk yang tabrakan dengan pesawat American Airlines, pernah bertugas sebagai ajudan sosial Gedung Putih era Presiden Joe Biden. Foto/Sky News
A
A
A
WASHINGTON - Seorang pilot wanita dari helikopter Black Hawk militer Amerika Serikat (AS) yang bertabrakan dengan pesawat American Airlines di atas Washington DC pernah bertugas sebagai ajudan mantan Presiden Joe Biden.
Pilot wanita tersebut adalah Kapten Rebecca Lobach (28). Pernyataan keluarga Lobach yang dirilis militer Amerika mengungkap peran masa lalu sang pilot sebagai ajudan sosial Gedung Putih era Biden.
Tabrakan di udara itu terjadi Rabu malam lalu, merenggut nyawa 67 orang—helikopter Black Hawk membawa tiga orang dan pesawatAmerican Airlines membawa 64 orang.
Baca Juga: Ini Identitas 3 Tentara AS Kru Helikopter Black Hawk yang Tabrakan dengan American Airlines
"Lobach bertugas sebagai asisten sosial Gedung Putih setelah menjadi sukarelawan untuk mendukung Biden dalam menyelenggarakan banyak acara Gedung Putih, termasuk beberapa upacara pemberian medali," bunyi pernyataan keluarganya yang dipublikasikan di media sosial.
Foto-foto Lobach yang muncul secara daring menunjukkan dia di ruang pengarahan Gedung Putih dan di upacara penghargaan.
Keluarganya awalnya meminta militer untuk tidak merilis namanya ke publik setelah kecelakaan itu. Menurut laporan NPR, permintaan itu tidak biasa dalam kasus yang melibatkan kecelakaan atau kematian dalam pertempuran.
Angkatan Darat AS mengatakan Lobach telah bertugas sebagai perwira penerbangan sejak 2019 dan telah dianugerahi beberapa medali selama masa tugasnya.
Dia menyelesaikan gelar di bidang biologi di University of North Carolina di Chapel Hill sebagai lulusan militer terkemuka sebelum bergabung dengan Angkatan Darat, menurut laporan CBS.
Presiden Donald Trump menyalahkan inisiatif keberagaman, kesetaraan, dan inklusi (DEI) dari pemerintahan sebelumnya atas tabrakan udara yang mematikan itu.
Dia juga mengaitkan tragedi itu dengan kesalahan pilot helikopter.
"Helikopter itu bisa terbang naik atau turun. Helikopter itu bisa berputar, dan putaran yang dilakukannya jelas bukan putaran yang benar," kata Trump Kamis lalu.
Dia tidak memberikan bukti spesifik apa pun untuk mendukung klaim tersebut karena penyelidikan atas insiden itu masih berlangsung.
Dua tentara lain yang berada di dalam helikopter Black Hawk diidentifikasi sebagai Kepala Perwira 2 Andrew Eaves (39) dan Sersan Staf Ryan Austin O'Hara (28). O'Hara dilaporkan bertugas sebagai kepala kru.
Sebuah Bombardier CRJ700 yang dioperasikan oleh PSA Airlines, anak perusahaan American Airlines, bertabrakan dengan helikopter Sikorsky H-60 Black Hawk Rabu malam lalu di dekat Bandara Nasional Ronald Reagan Washington DC.
Kedua penerbangan itu kemudian jatuh ke Sungai Potomac.
Sebanyak 64 orang berada di dalam pesawat penumpang itu, termasuk 60 penumpang dan empat awak. Tidak seorang pun selamat dari kecelakaan itu. Dengan jumlah korban tewas sebanyak 67 orang, insiden itu menjadi bencana penerbangan paling mematikan di AS sejak pesawat American Airlines jatuh di New York pada November 2001, menewaskan seluruh 260 orang di dalamnya.
Pilot wanita tersebut adalah Kapten Rebecca Lobach (28). Pernyataan keluarga Lobach yang dirilis militer Amerika mengungkap peran masa lalu sang pilot sebagai ajudan sosial Gedung Putih era Biden.
Tabrakan di udara itu terjadi Rabu malam lalu, merenggut nyawa 67 orang—helikopter Black Hawk membawa tiga orang dan pesawatAmerican Airlines membawa 64 orang.
Baca Juga: Ini Identitas 3 Tentara AS Kru Helikopter Black Hawk yang Tabrakan dengan American Airlines
"Lobach bertugas sebagai asisten sosial Gedung Putih setelah menjadi sukarelawan untuk mendukung Biden dalam menyelenggarakan banyak acara Gedung Putih, termasuk beberapa upacara pemberian medali," bunyi pernyataan keluarganya yang dipublikasikan di media sosial.
Foto-foto Lobach yang muncul secara daring menunjukkan dia di ruang pengarahan Gedung Putih dan di upacara penghargaan.
Keluarganya awalnya meminta militer untuk tidak merilis namanya ke publik setelah kecelakaan itu. Menurut laporan NPR, permintaan itu tidak biasa dalam kasus yang melibatkan kecelakaan atau kematian dalam pertempuran.
Angkatan Darat AS mengatakan Lobach telah bertugas sebagai perwira penerbangan sejak 2019 dan telah dianugerahi beberapa medali selama masa tugasnya.
Dia menyelesaikan gelar di bidang biologi di University of North Carolina di Chapel Hill sebagai lulusan militer terkemuka sebelum bergabung dengan Angkatan Darat, menurut laporan CBS.
Presiden Donald Trump menyalahkan inisiatif keberagaman, kesetaraan, dan inklusi (DEI) dari pemerintahan sebelumnya atas tabrakan udara yang mematikan itu.
Dia juga mengaitkan tragedi itu dengan kesalahan pilot helikopter.
"Helikopter itu bisa terbang naik atau turun. Helikopter itu bisa berputar, dan putaran yang dilakukannya jelas bukan putaran yang benar," kata Trump Kamis lalu.
Dia tidak memberikan bukti spesifik apa pun untuk mendukung klaim tersebut karena penyelidikan atas insiden itu masih berlangsung.
Dua tentara lain yang berada di dalam helikopter Black Hawk diidentifikasi sebagai Kepala Perwira 2 Andrew Eaves (39) dan Sersan Staf Ryan Austin O'Hara (28). O'Hara dilaporkan bertugas sebagai kepala kru.
Sebuah Bombardier CRJ700 yang dioperasikan oleh PSA Airlines, anak perusahaan American Airlines, bertabrakan dengan helikopter Sikorsky H-60 Black Hawk Rabu malam lalu di dekat Bandara Nasional Ronald Reagan Washington DC.
Kedua penerbangan itu kemudian jatuh ke Sungai Potomac.
Sebanyak 64 orang berada di dalam pesawat penumpang itu, termasuk 60 penumpang dan empat awak. Tidak seorang pun selamat dari kecelakaan itu. Dengan jumlah korban tewas sebanyak 67 orang, insiden itu menjadi bencana penerbangan paling mematikan di AS sejak pesawat American Airlines jatuh di New York pada November 2001, menewaskan seluruh 260 orang di dalamnya.
(mas)
Lihat Juga :