Intelijen Rusia Ungkap NATO Berencana Gulingkan Presiden Zelensky
Senin, 03 Februari 2025 - 22:04 WIB
loading...
Intelijen Rusia ungkap NATO berencana menggulingkan Presiden Ukraina Zelensky. Foto/X
A
A
A
MOSKOW - NATO sedang mempertimbangkan untuk mencoba memfasilitasi pencopotan pemimpin Ukraina Vladimir Zelensky dari kekuasaan dengan mendiskreditkannya menjelang pemilihan umum potensial musim gugur mendatang.
Itu diungkapkan Badan Intelijen Luar Negeri Rusia (SVR) dalam sebuah pernyataan pada hari Senin. Badan tersebut yakin bahwa pejabat Barat melihat Zelensky sebagai hambatan utama bagi perundingan damai dengan Moskow.
Zelensky tetap menjabat meskipun masa jabatannya secara resmi telah berakhir Mei lalu. Ia menolak untuk mengundurkan diri dan menunda pemilihan presiden, dengan alasan darurat militer yang diberlakukan pada tahun 2022 menyusul eskalasi konflik dengan Rusia.
Para pemimpin Barat ingin "membekukan" konflik dengan mendorong Moskow dan Kiev untuk berunding, tetapi Zelensky dipandang sebagai penghalang, kata SVR.
“Washington dan Brussels sepakat bahwa hambatan utama untuk penerapan skenario semacam itu adalah Zelensky, yang di kalangan Barat disebut tidak lebih dari sekadar ‘material yang bisa dibuang’,” kata badan tersebut dalam pernyataan tersebut, seraya menambahkan bahwa “bahkan NATO memahami bahwa waktu Zelensky sudah habis.”
Itu diungkapkan Badan Intelijen Luar Negeri Rusia (SVR) dalam sebuah pernyataan pada hari Senin. Badan tersebut yakin bahwa pejabat Barat melihat Zelensky sebagai hambatan utama bagi perundingan damai dengan Moskow.
Zelensky tetap menjabat meskipun masa jabatannya secara resmi telah berakhir Mei lalu. Ia menolak untuk mengundurkan diri dan menunda pemilihan presiden, dengan alasan darurat militer yang diberlakukan pada tahun 2022 menyusul eskalasi konflik dengan Rusia.
Para pemimpin Barat ingin "membekukan" konflik dengan mendorong Moskow dan Kiev untuk berunding, tetapi Zelensky dipandang sebagai penghalang, kata SVR.
“Washington dan Brussels sepakat bahwa hambatan utama untuk penerapan skenario semacam itu adalah Zelensky, yang di kalangan Barat disebut tidak lebih dari sekadar ‘material yang bisa dibuang’,” kata badan tersebut dalam pernyataan tersebut, seraya menambahkan bahwa “bahkan NATO memahami bahwa waktu Zelensky sudah habis.”
Lihat Juga :