Sekutu Desak NATO Tunjukkan Kekuatan pada Rusia, Ini Alasannya
Senin, 03 Februari 2025 - 06:11 WIB
loading...
A
A
A
Blok militer yang dipimpin AS telah meningkatkan kehadirannya di Laut Baltik sebagai tanggapan atas apa yang disebutnya “serangan terhadap infrastruktur penting”.
Pada pertengahan Januari, NATO mengumumkan operasi yang disebut Baltic Sentry yang akan mencakup patroli yang ditingkatkan di area tersebut yang melibatkan fregat, pesawat terbang, dan armada kecil pesawat nirawak Angkatan Laut—yang diharapkan dapat memberikan pengintaian dan pencegahan yang ditingkatkan.
Pada bulan Desember, NATO juga mengadakan latihan perang besar di depan pintu Rusia—di Estonia utara. Dijuluki Pikne (Petir), latihan perang selama dua minggu tersebut melibatkan sekitar 2.000 tentara dari Estonia, Latvia, AS, Inggris, dan Prancis.
Moskow telah berulang kali menekankan bahwa pihaknya tidak berniat menyerang anggota NATO mana pun. Pihaknya juga telah memperingatkan bahwa setiap konfrontasi langsung antara Rusia dan blok yang dipimpin AS tersebut dapat meningkat menjadi konflik nuklir.
Namun, Rusia tetap menegaskan bahwa pihaknya akan bereaksi terhadap setiap tindakan permusuhan oleh NATO.
Minggu lalu, Wakil Menteri Luar Negeri Rusia Aleksandr Grushko mengatakan Moskow tidak akan membiarkan blok yang dipimpin AS itu mengubah Laut Baltik menjadi "danau internalnya”.
"Kami akan melakukan segala yang diperlukan untuk memastikan bahwa kepentingan kami... di wilayah Laut Baltik dilindungi dengan baik," kata diplomat tersebut.
Pada pertengahan Januari, NATO mengumumkan operasi yang disebut Baltic Sentry yang akan mencakup patroli yang ditingkatkan di area tersebut yang melibatkan fregat, pesawat terbang, dan armada kecil pesawat nirawak Angkatan Laut—yang diharapkan dapat memberikan pengintaian dan pencegahan yang ditingkatkan.
Pada bulan Desember, NATO juga mengadakan latihan perang besar di depan pintu Rusia—di Estonia utara. Dijuluki Pikne (Petir), latihan perang selama dua minggu tersebut melibatkan sekitar 2.000 tentara dari Estonia, Latvia, AS, Inggris, dan Prancis.
Moskow telah berulang kali menekankan bahwa pihaknya tidak berniat menyerang anggota NATO mana pun. Pihaknya juga telah memperingatkan bahwa setiap konfrontasi langsung antara Rusia dan blok yang dipimpin AS tersebut dapat meningkat menjadi konflik nuklir.
Namun, Rusia tetap menegaskan bahwa pihaknya akan bereaksi terhadap setiap tindakan permusuhan oleh NATO.
Minggu lalu, Wakil Menteri Luar Negeri Rusia Aleksandr Grushko mengatakan Moskow tidak akan membiarkan blok yang dipimpin AS itu mengubah Laut Baltik menjadi "danau internalnya”.
"Kami akan melakukan segala yang diperlukan untuk memastikan bahwa kepentingan kami... di wilayah Laut Baltik dilindungi dengan baik," kata diplomat tersebut.
(mas)
Lihat Juga :