Ukraina Tidak Memiliki Masa Depan, Berikut 3 Faktanya

Senin, 03 Februari 2025 - 02:20 WIB
loading...
A A A
Lokasi yang dipimpin Sablyn adalah tempat serangan Rusia yang tak henti-hentinya dan toleransi terhadap korban telah mengeksploitasi kelemahan utama Kyiv: kurangnya infanteri. Saat pasukan Sablyn menjatuhkan mortir di garis depan Lyman, pasukan Moskow maju ke pusat militer vital di selatannya – Pokrovsk. Kecepatan pengepungannya mengejutkan dan, begitu jatuh, Rusia hanya akan memiliki sedikit permukiman besar antara pasukannya dan kota-kota besar Dnipro dan Zaporizhzhia.

Harapan adalah mata uang utama di sini, dan salah satu aspeknya, yang secara konsisten diutarakan oleh pejabat Ukraina, adalah gagasan tentang pasukan Eropa atau NATO yang memberikan jaminan keamanan kepada Kyiv melalui kehadiran khusus mereka di area garis depan – sebagai semacam pasukan penjaga perdamaian.

Baca Juga: Drama dan Strategi Hamas Menata Diri

2. Zona Demiliterisasi Jadi Solusi?

Seorang pejabat pertahanan Eropa mengatakan kepada CNN baru-baru ini bahwa ada "diskusi aktif" tentang bantuan serupa. Gencatan senjata, diikuti oleh anggota NATO Eropa yang menjaga zona demiliterisasi adalah prinsip utama dari rencana perdamaian yang digulirkan oleh utusan baru Presiden AS Donald Trump untuk Ukraina, Jenderal Keith Kellogg, dalam sebuah makalah kebijakan dari bulan April.

"Jika NATO dapat mengirim pasukan ke Ukraina," kata Sablyn, "itu akan menjadi jaminan keamanan di Ukraina. Karena Rusia - tidak peduli seberapa sering mereka mengatakan bahwa mereka tidak takut pada siapa pun - takut pada Amerika, takut pada NATO secara keseluruhan."

Namun saat senja menjelang di dekat unit artileri depan ke-66, gagasan itu tampaknya dipenuhi dengan risiko yang tidak dapat diatasi. Ancaman pesawat nirawak Rusia begitu serius, unit artileri dapat dijangkau saat matahari terbenam di cakrawala, dan cahayanya mulai menghilang.

3. Situasi di Garis Depan Perang Ukraina Sangat Sulit

Perdamaian adalah sesuatu yang harus Anda seriusi, dan orang-orang yang tinggal di bawah tanah bersikap skeptis.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Zelensky Pecat Menhan...
Zelensky Pecat Menhan Ukraina di Tengah Perang Melawan Rusia, Menhan ke-4 yang Didepak
Rusia: Serangan Drone...
Rusia: Serangan Drone Ukraina Tewaskan Kepala Insinyur Pembangkit Nuklir Terbesar Eropa
Wakil PM Italia Sebut...
Wakil PM Italia Sebut Rusia Bukan Ancaman Utama bagi Eropa, tapi Siapa?
10 Negara Eropa Ini...
10 Negara Eropa Ini Bersatu Bangun Perisai Rudal Balistik, Apakah Efekif Hadapi Misil Rusia?
Juni Jadi Bulan Paling...
Juni Jadi Bulan Paling Mematikan bagi Ukraina sejak 2022, Apa Pemicunya?
Jerman akan Beli 50.000...
Jerman akan Beli 50.000 Drone Serang untuk Ukraina
Serangan Drone Ukraina...
Serangan Drone Ukraina Lumpuhkan Jantung Kilang Minyak Rusia, Kelangkaan BBM Memburuk
Iran Menggila! Markas...
Iran Menggila! Markas Jet Tempur F-18 AS di Pangkalan Udara Al-Azraq Yordania Dibombardir
Brutal, Pasukan Israel...
Brutal, Pasukan Israel Bombardir Prosesi Pemakaman Warga Gaza, 7 Orang Tewas
Rekomendasi
Jaga Pasokan BBM di...
Jaga Pasokan BBM di Sumut: Pertamina Tindak Mobil Tangki Nakal, Terminal dan SPBU Siaga 24 Jam
Gunung Lewotobi Laki-laki...
Gunung Lewotobi Laki-laki Erupsi Lagi, Semburkan Kolom Abu 1.000 Meter
Gelar Sekolah Politik,...
Gelar Sekolah Politik, Partai Perindo Perkuat Fondasi Kaderisasi Menuju Pemilu di Kabupaten Bogor
Berita Terkini
Setelah 4 Bulan Tenang...
Setelah 4 Bulan Tenang dan Nyaman, Arab Saudi Kembali Dibombardir Iran
Iran Peringatkan Negara-negara...
Iran Peringatkan Negara-negara Penampung Pasukan AS Bersiap Hadapi Respons Setara
Tentara AS Terluka dalam...
Tentara AS Terluka dalam Serangan Iran di Yordania, Pentagon Belum Mengakui
Memanas, Iran Ancam...
Memanas, Iran Ancam Minta Houthi Blokir Selat Bab al-Mandeb, Perdagangan Global Kian Tercekik
Drone Israel Serang...
Drone Israel Serang Acara Pemakaman di Gaza Tengah, 8 Orang Tewas, 20 Warga Terluka
Iran Hancurkan Depot...
Iran Hancurkan Depot Drone AS dan Pusat Kecerdasan Buatan di Bahrain
Infografis
Ukraina Mengharapkan...
Ukraina Mengharapkan 3 Juta Peluru Sekutu untuk Akhiri Perang
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved