AS Klaim Jet Tempur Siluman F-35 Tercanggih, tapi 11 Kali Jatuh Tanpa Dirudal Musuh
Jum'at, 31 Januari 2025 - 13:24 WIB
loading...
A
A
A
Pilot itu berhasil melontarkan diri dengan selamat, mengalami cedera yang tidak mengancam jiwa.
Pesawat itu terguling, terbakar, dan hancur total.
Sebuah penyelidikan menyimpulkan bahwa penyebabnya adalah kombinasi dari kecepatan yang tidak terkendali selama pendaratan dan masalah dengan kontrol penerbangan pesawat.
Sebuah F-35A milik Angkatan Udara Jepang jatuh ke Samudra Pasifik di lepas pantai utara Jepang.
Pesawat itu hilang saat latihan yang melibatkan tiga jet F-35A lainnya.
Pilotnya tewas dalam kecelakaan itu dan jasadnya ditemukan beberapa bulan kemudian.
Jet tempur F-35B milik militer AS jatuh saat penerbangan latihan.
Kecelakaan itu terjadi di pesisir Carolina Selatan, dan pilotnya berhasil keluar dengan selamat.
Penyebab kecelakaan itu dipastikan karena cacat produksi yang menyebabkan tabung bahan bakar mesin pecah selama penerbangan.
Menurut laporan yang dirilis tahun lalu oleh Direktur Uji dan Evaluasi Operasional AS, jet tempur F-35 menghadapi tantangan berkelanjutan terkait keandalan, perawatan, dan ketersediaan, dengan pesawat hanya siap untuk menjalankan misi sebanyak 51% dari waktu, jauh dari target 65%.
“Kesesuaian operasional armada F-35 masih di bawah ekspektasi dan persyaratan layanan,” kata laporan tersebut, yang dirilis pada Januari 2024.
Dikatakan juga bahwa F-35 terus gagal memenuhi tolok ukur keandalan dan pemeliharaan yang diuraikan dalam Dokumen Persyaratan Operasional.
Demikian pula, menurut laporan Kantor Akuntabilitas Pemerintah AS yang dirilis pada April tahun lalu, biaya “untuk mempertahankan armada F-35 terus meningkat—dari USD1,1 triliun pada tahun 2018 menjadi USD1,58 triliun pada tahun 2023.”
Dikatakan bahwa Departemen Pertahanan AS berencana untuk menerbangkan F-35 lebih sedikit dari yang diperkirakan semula, sebagian karena masalah keandalan pesawat tersebut.
“Kemampuan F-35 untuk menjalankan misinya juga mengalami tren penurunan selama 5 tahun terakhir,” tambah laporan tersebut.
Pesawat itu terguling, terbakar, dan hancur total.
Sebuah penyelidikan menyimpulkan bahwa penyebabnya adalah kombinasi dari kecepatan yang tidak terkendali selama pendaratan dan masalah dengan kontrol penerbangan pesawat.
9 April 2019
Sebuah F-35A milik Angkatan Udara Jepang jatuh ke Samudra Pasifik di lepas pantai utara Jepang.
Pesawat itu hilang saat latihan yang melibatkan tiga jet F-35A lainnya.
Pilotnya tewas dalam kecelakaan itu dan jasadnya ditemukan beberapa bulan kemudian.
28 September 2018
Jet tempur F-35B milik militer AS jatuh saat penerbangan latihan.
Kecelakaan itu terjadi di pesisir Carolina Selatan, dan pilotnya berhasil keluar dengan selamat.
Penyebab kecelakaan itu dipastikan karena cacat produksi yang menyebabkan tabung bahan bakar mesin pecah selama penerbangan.
Masalah Keandalan dan Perawatan
Menurut laporan yang dirilis tahun lalu oleh Direktur Uji dan Evaluasi Operasional AS, jet tempur F-35 menghadapi tantangan berkelanjutan terkait keandalan, perawatan, dan ketersediaan, dengan pesawat hanya siap untuk menjalankan misi sebanyak 51% dari waktu, jauh dari target 65%.
“Kesesuaian operasional armada F-35 masih di bawah ekspektasi dan persyaratan layanan,” kata laporan tersebut, yang dirilis pada Januari 2024.
Dikatakan juga bahwa F-35 terus gagal memenuhi tolok ukur keandalan dan pemeliharaan yang diuraikan dalam Dokumen Persyaratan Operasional.
Demikian pula, menurut laporan Kantor Akuntabilitas Pemerintah AS yang dirilis pada April tahun lalu, biaya “untuk mempertahankan armada F-35 terus meningkat—dari USD1,1 triliun pada tahun 2018 menjadi USD1,58 triliun pada tahun 2023.”
Dikatakan bahwa Departemen Pertahanan AS berencana untuk menerbangkan F-35 lebih sedikit dari yang diperkirakan semula, sebagian karena masalah keandalan pesawat tersebut.
“Kemampuan F-35 untuk menjalankan misinya juga mengalami tren penurunan selama 5 tahun terakhir,” tambah laporan tersebut.
(mas)
Lihat Juga :