Berseteru dengan Trump, Perlindungan Keamanan Eks Panglima Militer AS Jenderal Mark Milley Dilucuti

Kamis, 30 Januari 2025 - 12:49 WIB
loading...
A A A
Di media sosial, presiden Trump menggambarkan panggilan telepon tersebut sebagai "tindakan yang sangat mengerikan sehingga, di masa lalu, hukumannya adalah kematian!".

Namun, Jenderal Milley bersaksi bahwa panggilan telepon tersebut dikoordinasikan dengan menteri pertahanan saat itu.

Dalam buku Bob Woodward berjudul War, yang diterbitkan tahun lalu, Jenderal Milley menyebut Trump "fasis sampai ke akar-akarnya" dan "orang paling berbahaya bagi negara ini".

Pada tahun 2023, ketika memberikan pidato terakhirnya sebagai Ketua Kepala Staf Gabungan, Jenderal Milley mengatakan militer tidak mengambil sumpah kepada "calon diktator".

Komentar tersebut dilihat oleh banyak orang sebagai referensi kepada Trump, orang yang pertama kali menominasikannya untuk jabatan tersebut.

Mengacu pada dugaan tindakan meremehkan Trump oleh Jenderal Milley, kepala staf baru Departemen Pertahanan mengatakan pada hari Rabu: "Melemahkan rantai komando dapat merusak keamanan nasional kita. Dan memulihkan akuntabilitas merupakan prioritas bagi Departemen Pertahanan di bawah kepemimpinan Presiden Trump."

Menjelang kembalinya Trump ke Gedung Putih minggu lalu, Presiden Joe Biden yang segera lengser mengeluarkan pengampunan pendahuluan kepada Jenderal Milley—dan beberapa orang lainnya, termasuk Fauci—jika mereka menghadapi pembalasan dari Trump.

Pernyataan Biden mengatakan pengampunan tersebut "tidak boleh disalahartikan sebagai pengakuan" bahwa siapa pun yang dicakup "terlibat dalam kesalahan apa pun".
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Demi Wujudkan Perdamaian...
Demi Wujudkan Perdamaian dengan Iran, AS Terus Tekan Israel
Wabah Flu Serang Pangkalan...
Wabah Flu Serang Pangkalan AS, 159 Tentara Jatuh Sakit
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG Indonesia
Marahnya Warga Israel...
Marahnya Warga Israel atas Kesepakatan AS-Iran: Kami Dikhianati Trump, Ini Kesalahan Besar
Menkeu AS Sebut Zelensky...
Menkeu AS Sebut Zelensky Bajingan Kecil Bertingkah seperti Mr Bean yang Sakau
Iran Tutup Lagi Selat...
Iran Tutup Lagi Selat Hormuz, Militer AS Waspada
Trump Klaim Kesepakatan...
Trump Klaim Kesepakatan Damai AS-Iran Selamatkan Dunia dari Bencana Ekonomi
Pembom B-52 Stratofortress...
Pembom B-52 Stratofortress AS Jatuh di Pangkalan Gurun Mojave, Tewaskan 8 Orang
Trump: Kemampuan Militer...
Trump: Kemampuan Militer Iran Jauh Melemah
Rekomendasi
MNC University Perkuat...
MNC University Perkuat Kolaborasi dengan Sekolah Mitra melalui Pra-Rapat Kerja Tahun Ajaran 2026/2027
Imbas BI Rate Naik,...
Imbas BI Rate Naik, Pasar Rumah Kelas Menengah Mulai Ngerem
BPDP dan AKPY Latih...
BPDP dan AKPY Latih Petani Kotim Tingkatkan Kualitas Panen Sawit Rakyat
Berita Terkini
Gelar Serangan Balasan,...
Gelar Serangan Balasan, Rusia Hancurkan Fasilitas Energi di Seluruh Ukraina
JD Vance: Iran dan AS...
JD Vance: Iran dan AS Bekerja Sama Mewujudkan Perdamaian dan Kemakmuran di Timur Tengah
Iran Gunakan Senjata...
Iran Gunakan Senjata Ampuh dalam Negosiasi di Swiss, Apa Itu?
Selain Ingin Perang...
Selain Ingin Perang di Lebanon Berakhir, Iran Klaim Tak Ingin Kembangkan Senjata Nuklir
Demi Wujudkan Perdamaian...
Demi Wujudkan Perdamaian dengan Iran, AS Terus Tekan Israel
Meski Menang dalam Negosiasi...
Meski Menang dalam Negosiasi dan Perang, Iran: Kita Selalu Hati-hati
Infografis
HBL Mantiri, Eks Panglima...
HBL Mantiri, Eks Panglima Komando di Timtim yang Dapat Pangkat Jenderal Kehormatan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved