Zionis Kesal Meski Hamas Bebaskan 4 Tentara Israel yang Disandera, Ini Sebabnya

Minggu, 26 Januari 2025 - 06:19 WIB
loading...
A A A

Gencatan Senjata Gaza


Perjanjian gencatan senjata, yang disusun setelah berbulan-bulan negosiasi yang ditengahi oleh Qatar dan Mesir serta didukung oleh Amerika Serikat, telah menghentikan pertempuran untuk pertama kalinya sejak gencatan senjata yang berlangsung hanya seminggu pada November 2023.

Dalam fase enam minggu pertama kesepakatan tersebut, Hamas telah setuju untuk membebaskan 33 sandera, termasuk anak-anak, wanita, pria tua, serta orang sakit dan terluka, dengan imbalan ratusan tahanan Palestina di penjara Israel, sementara pasukan Israel mundur dari beberapa posisi mereka di Jalur Gaza.

Dalam fase berikutnya, kedua belah pihak akan menegosiasikan pertukaran sandera yang tersisa, termasuk pria yang berusia wajib militer, dan penarikan pasukan Israel dari Gaza, yang sebagian besar telah hancur setelah 15 bulan pertempuran dan pengeboman.

Setelah pembebasan pada hari Sabtu, 90 sandera masih berada di Gaza, menurut otoritas Israel, yang telah menyatakan sekitar sepertiga dari mereka tewas secara in absentia.

Keluarga sandera yang tidak diikutsertakan dalam tahap pertama khawatir gencatan senjata akan gagal sebelum mencapai tahap berikutnya dan orang-orang yang mereka cintai akan tertinggal di Gaza.

Israel melancarkan operasinya di Gaza menyusul serangan Hamas pada 7 Oktober, ketika para milisi Palestina yang dipimpin Hamas menewaskan 1.200 orang dan membawa lebih dari 250 sandera ke Gaza, menurut penghitungan resmi Israel. Sejak itu, lebih dari 47.000 warga Palestina telah tewas di Gaza akibat invasi brutal Israel, menurut otoritas kesehatan Gaza.

Israel telah kehilangan lebih dari 400 tentara dalam pertempuran di Gaza. Hamas belum mengungkapkan berapa banyak milisinya yang meninggal. Israel memperkirakan bahwa lebih dari sepertiga korban tewas di Gaza adalah milisi.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Norwegia Diam-diam Gunakan...
Norwegia Diam-diam Gunakan Pengaruhnya untuk Dorong Penangguhan Israel dari FIFA
TV Iran Rayakan Kematian...
TV Iran Rayakan Kematian Mendadak Senator AS Pro-Israel: 'Dikirim ke Neraka'
Israel Syok Senator...
Israel Syok Senator AS Pro-Zionis Lindsey Graham Mendadak Meninggal
AS Bombarir Iran untuk...
AS Bombarir Iran untuk Keempat Kalinya, Teheran Sebut Kejahatan Perang
Senator AS yang Desak...
Senator AS yang Desak Israel Mengebom Nuklir Gaza Tiba-tiba Meninggal
Eks Jubir Rumah Sakit...
Eks Jubir Rumah Sakit Israel: Dokter Zionis Selamatkan Nyawa Erdogan atas Permintaan Mossad
Berani Tanpa AS, Netanyahu:...
Berani Tanpa AS, Netanyahu: Kami akan Masuk ke Iran
Breaking News!AS Kembali...
Breaking News!AS Kembali Bombardir Iran Besar-besaran, Tentara dan Warga Tewas
Kebakaran Hebat Pub...
Kebakaran Hebat Pub di Thailand, 27 Orang Tewas
Rekomendasi
MNC Sekuritas Dukung...
MNC Sekuritas Dukung Edukasi Pasar Modal untuk Mahasiswa Universitas Budi Luhur
Ariel Tatum Rayakan...
Ariel Tatum Rayakan Ulang Tahun Kucing dengan Tumpeng dan Kado, Tuai Pujian Warganet
Pegadaian Raih Penghargaan...
Pegadaian Raih Penghargaan Top Company in Bullion Bank Industry 2026 Berkat Kontribusi Nyata pada Asta Cita
Berita Terkini
Trump Akan Palaki Kapal...
Trump Akan Palaki Kapal yang Lewat Selat Hormuz, Bagaimana Aturan Hukum Internasional?
Agen Mossad Pernah Temui...
Agen Mossad Pernah Temui Mahmoud Ahmadinejad di Budapest, Ada Apa Gerangan?
Inggris Semakin Ditekan...
Inggris Semakin Ditekan untuk Kembalikan 31 Ton Emas Venezuela
Apa Itu Gunung Pickaxe?...
Apa Itu Gunung Pickaxe? Lokasi Penyimpanan Senjata Nuklir Iran yang Akan Dihancurkan Trump
Norwegia Diam-diam Gunakan...
Norwegia Diam-diam Gunakan Pengaruhnya untuk Dorong Penangguhan Israel dari FIFA
TV Iran Rayakan Kematian...
TV Iran Rayakan Kematian Mendadak Senator AS Pro-Israel: 'Dikirim ke Neraka'
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved