Zionis Kesal Meski Hamas Bebaskan 4 Tentara Israel yang Disandera, Ini Sebabnya
Minggu, 26 Januari 2025 - 06:19 WIB
loading...
Rezim Zionis kesal meski Hamas telah bebaskan 4 tentara Israel yang disandera. Foto/Palestine Chronicle
A
A
A
GAZA - Kelompok Hamas telah membebaskan empat sandera tentara wanita Israel pada hari Sabtu sebagai imbalan atas pembebasan sekitar 200 tahanan Palestina, sesuai perjanjian gencatan senjata untuk mengakhiri perang yang telah berlangsung 15 bulan di Gaza.
Meski empat tentara wanita tersebut telah dibebaskan, rezim Zionis Israel tetap kesal. Alasannya, Zionis berharap seorang sandera sipil wanita ikut dibebaskan pada hari Sabtu, namun ternyata tidak.
Keempat tentara wanita Israel yang dibebaskan dibawa ke podium di Kota Gaza di tengah kerumunan besar warga Palestina dan dikelilingi oleh puluhan tentara Hamas bersenjata. Mereka melambaikan tangan dan tersenyum sebelum digiring pergi, memasuki kendaraan Komite Palang Merah Internasional (ICRC) dan diangkut ke posisi pasukan Israel.
Para prajurit Zionis tersebut—Karina Ariev, Daniella Gilboa, Naama Levy, dan Liri Albag—semuanya ditempatkan di pos pengamatan di tepi Gaza dan diculik oleh pasukan Hamas yang menyerbu pangkalan mereka selama serangan Hamas terhadap Israel pada 7 Oktober 2023.
Baca Juga: 200 Tahanan Palestina yang Dibebaskan Disambut seperti Pahlawan, tapi Pendudukan Israel Terus Berjalan
Orang tua mereka bertepuk tangan dan berteriak kegirangan saat melihat mereka di layar, menyaksikan serah terima langsung dari pangkalan militer terdekat di seberang perbatasan.
Di Tel Aviv, ratusan warga Israel berkumpul di apa yang disebut Lapangan Sandera, menangis, berpelukan, dan bersorak saat ditayangkan di layar raksasa.
Mereka dipertemukan kembali dengan keluarga mereka segera setelah itu dan akan dibawa ke rumah sakit di Israel tengah, kata kementerian kesehatan Israel. Foto-foto yang dipublikasikan oleh militer Israel menunjukkan mereka berpelukan erat dengan orang tua mereka, sambil tersenyum dan menangis.
Bus-bus yang membawa tahanan Palestina yang dibebaskan terlihat berangkat dari penjara militer Ofer Israel di Tepi Barat yang diduduki, segera setelah para sandera Israel dibebaskan. Layanan Penjara Israel mengatakan semua 200 tahanan telah dibebaskan.
Meski empat tentara wanita tersebut telah dibebaskan, rezim Zionis Israel tetap kesal. Alasannya, Zionis berharap seorang sandera sipil wanita ikut dibebaskan pada hari Sabtu, namun ternyata tidak.
Keempat tentara wanita Israel yang dibebaskan dibawa ke podium di Kota Gaza di tengah kerumunan besar warga Palestina dan dikelilingi oleh puluhan tentara Hamas bersenjata. Mereka melambaikan tangan dan tersenyum sebelum digiring pergi, memasuki kendaraan Komite Palang Merah Internasional (ICRC) dan diangkut ke posisi pasukan Israel.
Para prajurit Zionis tersebut—Karina Ariev, Daniella Gilboa, Naama Levy, dan Liri Albag—semuanya ditempatkan di pos pengamatan di tepi Gaza dan diculik oleh pasukan Hamas yang menyerbu pangkalan mereka selama serangan Hamas terhadap Israel pada 7 Oktober 2023.
Baca Juga: 200 Tahanan Palestina yang Dibebaskan Disambut seperti Pahlawan, tapi Pendudukan Israel Terus Berjalan
Orang tua mereka bertepuk tangan dan berteriak kegirangan saat melihat mereka di layar, menyaksikan serah terima langsung dari pangkalan militer terdekat di seberang perbatasan.
Di Tel Aviv, ratusan warga Israel berkumpul di apa yang disebut Lapangan Sandera, menangis, berpelukan, dan bersorak saat ditayangkan di layar raksasa.
Mereka dipertemukan kembali dengan keluarga mereka segera setelah itu dan akan dibawa ke rumah sakit di Israel tengah, kata kementerian kesehatan Israel. Foto-foto yang dipublikasikan oleh militer Israel menunjukkan mereka berpelukan erat dengan orang tua mereka, sambil tersenyum dan menangis.
Bus-bus yang membawa tahanan Palestina yang dibebaskan terlihat berangkat dari penjara militer Ofer Israel di Tepi Barat yang diduduki, segera setelah para sandera Israel dibebaskan. Layanan Penjara Israel mengatakan semua 200 tahanan telah dibebaskan.
Lihat Juga :