Mirip Tombol Senjata Nuklir, Trump Kembalikan Tombol Diet Coke ke Ruang Oval Gedung Putih

Rabu, 22 Januari 2025 - 10:37 WIB
loading...
Mirip Tombol Senjata...
Kotak kayu dengan tombol merah digunakan Presiden AS Donald Trump untuk memesan Diet Coke di Gedung Putih. Foto/nypost.com
A A A
WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengembalikan tombol Diet Coke khusus ke mejanya di Ruang Oval Gedung Putih.

Wall Street Journal melaporkan, dengan menekannya, presiden akan dapat dengan cepat memanggil salah satu stafnya untuk membawakannya minuman ringan favoritnya.

Tombol Diet Coke merupakan ciri khas dari masa jabatan presiden Trump sebelumnya (2017-2021). Dia dilaporkan mengonsumsi hingga 12 kaleng per hari.

Tombol merah kecil, yang tersembunyi di dalam kotak kayu, dilepas pada tahun 2021 selama dekorasi ulang ketika Joe Biden berkuasa.

Sebelum pelantikan Trump pada hari Senin, CEO Coca-Cola memberinya hadiah berupa botol Diet Coke edisi khusus, sebagai penghormatan atas kesalahan mereka sebelumnya yang memberinya Coke biasa selama masa jabatan pertamanya.

Saat menjalani masa jabatan pertamanya, kepala negara tersebut dilaporkan menggunakan tombol Diet Coke untuk mengerjai tamu.

Pada tahun 2017, Financial Times mengutip pernyataannya bahwa semua tamunya mengira botol itu meluncurkan senjata nuklir.

"Semua orang merasa sedikit gugup saat saya menekan tombol itu," ujar presiden kepada seorang reporter.

Pada tahun 2019, mantan ajudan Gedung Putih Cliff Sims menyuarakan fakta ini dalam bukunya "Team of Vipers."

Dia menggambarkan bagaimana Trump biasa menekan tombol itu secara tiba-tiba, dengan alasan tombol itu dapat mengaktifkan kemampuan nuklir.

"Tidak yakin apa yang harus dilakukan, para tamu akan saling memandang dengan alis terangkat. Beberapa saat kemudian, seorang ajudan akan memasuki ruangan sambil membawa gelas berisi Diet Coke di atas piring perak, dan Trump akan tertawa terbahak-bahak," tulis mantan staf itu.

Tombol merah itu dilaporkan muncul di meja Biden beberapa kali selama masa jabatannya, tetapi tujuan penggunaannya masih belum jelas.

Pada tahun 2022, satu sketsa komedi oleh aktor James Corden memunculkan rumor bahwa presiden menggunakan tombol itu untuk memesan es krim. Gedung Putih tidak pernah mengonfirmasi informasi ini.

Menurut miliarder Inggris Richard Branson, Barack Obama menggunakan tombol itu untuk meminta teh bagi para tamu selama masa jabatannya (2009-2017).

Pengembalian tombol Diet Coke yang dilaporkan merupakan bagian dari dekorasi ulang Ruang Oval yang terjadi setiap kali presiden baru memangku jabatan di Gedung Putih.

Biasanya, dekorasi ulang ini meliputi penggantian karpet, gorden, lukisan, dan patung dengan barang-barang alternatif dari koleksi kantor pemerintah.

Ruang Oval adalah satu-satunya ruang pertemuan di Gedung Putih yang dikhususkan untuk presiden yang sedang menjabat.

Ruang ini digunakan untuk berbincang-bincang dengan pejabat asing, pemimpin kongres, dan untuk pidato kepala negara kepada rakyat.

Dekorasi ulang ruangan ini berlangsung dalam beberapa jam, saat presiden yang akan lengser masih berada di gedung tersebut.

Baca juga: Trump Tidak Yakin Gencatan Senjata Gaza akan Bertahan Lama
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
CIA akan Rilis Berkas...
CIA akan Rilis Berkas Baru Program Pengendalian Pikiran Terkait Nazi
Usai Tewaskan 1.300...
Usai Tewaskan 1.300 Orang di Eropa, Gelombang Panas Ekstrem Kini Melanda AS
Ini Detail Cekcok Trump...
Ini Detail Cekcok Trump dan Mohammed bin Salman Gara-gara Perang Iran
Eks Jenderal Zionis:...
Eks Jenderal Zionis: Netanyahu Mengarang Iran Miliki Bom Nuklir untuk Menakuti Publik Israel
Demi Cinta Bertaruh...
Demi Cinta Bertaruh Nyawa, Pasangan Ini Lamaran di Puncak Gedung Empire State 443 Meter
AS Pertimbangkan Tarik...
AS Pertimbangkan Tarik Pasukan dari Arab Saudi, Berseteru Gara-gara Perang Iran
Pasokan Minyak Iran...
Pasokan Minyak Iran Kembali Banjiri Pasar Asia, Harga Minyak Dunia Anjlok 4%
Qatar Ungkap Kemajuan...
Qatar Ungkap Kemajuan Positif dalam Dialog AS-Iran, Negosiasi Bakal Berlanjut
Tragedi Maut! 8 Biksu...
Tragedi Maut! 8 Biksu Tewas Ditabrak Truk yang Dikemudikan Bocah 11 Tahun
Rekomendasi
Liburan Mewah Tetap...
Liburan Mewah Tetap Bisa Hemat: Hotel Bintang 4 dan 5 Mulai Rp300.000
Tak Lagi Sekadar Hiburan,...
Tak Lagi Sekadar Hiburan, Industri Entertainment Kini Jadi Ladang Investasi Baru
Indonesia Ingin Bangun...
Indonesia Ingin Bangun Pusat Keuangan Berdaya Saing Global, Bali Jadi Kandidat Bukan IKN
Berita Terkini
PBB Perkirakan Pembersihan...
PBB Perkirakan Pembersihan Puing-puing Gaza Perlu Waktu Lebih dari 140 Tahun
Iran Tegaskan Inspektur...
Iran Tegaskan Inspektur IAEA Tak akan Diberi Akses Apa pun ke Lokasi Nuklir yang Dibom
Pemerintah Suriah Terbuka...
Pemerintah Suriah Terbuka untuk Bertemu Hizbullah
PM Pakistan Sharif akan...
PM Pakistan Sharif akan Hadiri Pemakaman Pemimpin Tertinggi Iran Khamenei
CIA akan Rilis Berkas...
CIA akan Rilis Berkas Baru Program Pengendalian Pikiran Terkait Nazi
Israel Ngotot Tempatkan...
Israel Ngotot Tempatkan Pasukannya di Lebanon, Suriah, dan Gaza Tanpa Batas Waktu
Infografis
Ancam Hancurkan Separuh...
Ancam Hancurkan Separuh Dunia, Ini Kekuatan Sebenarnya Senjata Nuklir Pakistan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved