AS Katanya Demokratis, tapi Jurnalis Diborgol saat Bertanya pada Menlu Blinken soal Gaza
Jum'at, 17 Januari 2025 - 13:06 WIB
loading...
A
A
A
Di antaranya adalah apakah AS mengetahui tentang “Hannibal Directive”, sebuah doktrin kontroversial yang mengizinkan militer Israel untuk membunuh anggota militer atau warga sipil daripada membiarkan mereka ditawan musuh.
Jurnalis Ryan Grim dari DropSite News mem-posting di X pada Jumat (17/1/2025) bahwa seorang staf Departemen Luar Negeri telah mencoba menyingkirkan Husseini setelah dia mengajukan pertanyaan itu, dan memanggil petugas keamanan bersenjata setelah dia menolak untuk pergi.
Husseini mengatakan dia juga ingin bertanya kepada Blinken tentang hubungannya dengan Jeffrey Epstein, senjata nuklir Israel, dan apakah Konvensi Jenewa berlaku untuk Gaza.
Dalam insiden lain dalam briefing yang sama, editor Grayzone Max Blumenthal menuduh Blinken membantu “menghancurkan agama kita, Yudaisme, dengan mengaitkannya dengan fasisme” dan menunjukkan bahwa ayah mertua dan kakek menteri luar negeri itu adalah pelobi untuk Israel.
"Mengapa Anda mengorbankan tatanan berdasarkan aturan atas nama komitmen Anda terhadap Zionisme?" teriak Blumenthal, saat dia dibawa pergi oleh staf Departemen Luar Negeri.
"Mengapa Anda membiarkan Holocaust di zaman kita terjadi? Bagaimana rasanya jika warisan Anda adalah genosida?"
Jurnalis Ryan Grim dari DropSite News mem-posting di X pada Jumat (17/1/2025) bahwa seorang staf Departemen Luar Negeri telah mencoba menyingkirkan Husseini setelah dia mengajukan pertanyaan itu, dan memanggil petugas keamanan bersenjata setelah dia menolak untuk pergi.
Husseini mengatakan dia juga ingin bertanya kepada Blinken tentang hubungannya dengan Jeffrey Epstein, senjata nuklir Israel, dan apakah Konvensi Jenewa berlaku untuk Gaza.
Dalam insiden lain dalam briefing yang sama, editor Grayzone Max Blumenthal menuduh Blinken membantu “menghancurkan agama kita, Yudaisme, dengan mengaitkannya dengan fasisme” dan menunjukkan bahwa ayah mertua dan kakek menteri luar negeri itu adalah pelobi untuk Israel.
"Mengapa Anda mengorbankan tatanan berdasarkan aturan atas nama komitmen Anda terhadap Zionisme?" teriak Blumenthal, saat dia dibawa pergi oleh staf Departemen Luar Negeri.
"Mengapa Anda membiarkan Holocaust di zaman kita terjadi? Bagaimana rasanya jika warisan Anda adalah genosida?"
(mas)
Lihat Juga :