AS Hindari Perlombaan Senjata Nuklir Melawan Rusia dan China, Ini Alasannya
Jum'at, 17 Januari 2025 - 08:34 WIB
loading...
A
A
A
Rusia memiliki 5.580 senjata nuklir, dan AS memiliki persediaan 5.044, menurut Federasi Ilmuwan Amerika.
Hruby memperingatkan agar tidak mengambil pelajaran yang salah dari perlombaan senjata Perang Dingin yang telah berlangsung selama puluhan tahun.
Meskipun Moskow membangun lebih banyak hulu ledak nuklir—yang memuncak pada lebih dari 40.000 pada 1980-an—, upaya tersebut menghancurkan ekonomi Uni Soviet dan menyebabkan pembubarannya pada 1991.
"Itu bukan cara kita untuk menang [hari ini]," kata Hruby, yang dilansir USA Today, Jumat (17/1/2024). "Membangun banyak senjata dalam jangka panjang sepertinya bukan strategi yang tepat,” ujarnya.
Sebaliknya, kata Hruby, pemerintahan AS di masa mendatang harus lebih unggul dalam berpikir baik terhadap Rusia maupun China untuk berhasil menghalangi, atau mencegah, potensi penggunaan senjata nuklir mereka.
Namun, mantan pejabat dari pemerintahan pertama Presiden terpilih Donald Trump berpendapat sebaliknya.
Robert O'Brien, yang merupakan penasihat keamanan nasional Trump dari tahun 2019 hingga 2021, menulis pada bulan Juni 2024: “AS harus mempertahankan keunggulan teknis dan numerik atas gabungan persediaan nuklir China dan Rusia."
Hruby memperingatkan agar tidak mengambil pelajaran yang salah dari perlombaan senjata Perang Dingin yang telah berlangsung selama puluhan tahun.
Meskipun Moskow membangun lebih banyak hulu ledak nuklir—yang memuncak pada lebih dari 40.000 pada 1980-an—, upaya tersebut menghancurkan ekonomi Uni Soviet dan menyebabkan pembubarannya pada 1991.
"Itu bukan cara kita untuk menang [hari ini]," kata Hruby, yang dilansir USA Today, Jumat (17/1/2024). "Membangun banyak senjata dalam jangka panjang sepertinya bukan strategi yang tepat,” ujarnya.
Sebaliknya, kata Hruby, pemerintahan AS di masa mendatang harus lebih unggul dalam berpikir baik terhadap Rusia maupun China untuk berhasil menghalangi, atau mencegah, potensi penggunaan senjata nuklir mereka.
Namun, mantan pejabat dari pemerintahan pertama Presiden terpilih Donald Trump berpendapat sebaliknya.
Robert O'Brien, yang merupakan penasihat keamanan nasional Trump dari tahun 2019 hingga 2021, menulis pada bulan Juni 2024: “AS harus mempertahankan keunggulan teknis dan numerik atas gabungan persediaan nuklir China dan Rusia."
Lihat Juga :