Siapa Joseph Aoun? Presiden Lebanon yang Jadi Kepanjangan Tangan dengan Arab Saudi dan AS

Selasa, 14 Januari 2025 - 12:28 WIB
loading...
A A A
Presiden baru diperkirakan akan menghadapi beberapa tantangan akibat krisis ekonomi dan politik selama bertahun-tahun yang memengaruhi kondisi kehidupan di Lebanon.

Perang Israel baru-baru ini di Lebanon juga meninggalkan kerusakan besar di seluruh negeri yang mengharuskan presiden berupaya untuk mendapatkan hibah dan sumbangan internasional dari negara-negara untuk membantu pembangunan kembali negara tersebut.

Baca Juga: Konspirasi Menghantui Bencana pada Awal 2025

3. Menjalankan Kesepakatan Gencatan Senjata dengan Israel

Melansir Anadolu, Aoun mengawasi pengerahan pasukan di Lebanon selatan berdasarkan kesepakatan gencatan senjata dengan Israel yang mulai berlaku pada 27 November.

Perjanjian gencatan senjata tersebut bertujuan untuk mengakhiri pertempuran selama lebih dari 14 bulan antara tentara Israel dan kelompok Hizbullah sejak dimulainya perang Gaza pada Oktober 2023.

Berdasarkan ketentuan gencatan senjata, Israel diharuskan menarik pasukannya di selatan Garis Biru -- perbatasan de facto -- secara bertahap, sementara tentara Lebanon akan dikerahkan di Lebanon selatan dalam waktu 60 hari.

Data dari Kementerian Kesehatan Lebanon menunjukkan bahwa sejak serangan Israel terhadap Lebanon dimulai pada 8 Oktober 2023, sedikitnya 4.063 orang telah tewas, termasuk wanita, anak-anak, dan petugas kesehatan, sementara 16.664 lainnya terluka.

4. Kepanjangan Tangan AS dan Arab Saudi

Secara luas dianggap sebagai pilihan utama AS, serta negara adidaya regional Arab Saudi, ia dianggap sebagai pihak yang paling tepat untuk mempertahankan gencatan senjata yang rapuh dan menarik negara tersebut keluar dari keruntuhan finansial.

Para analis mengatakan Aoun, yang akan berusia 61 tahun pada hari Jumat dan dianggap sebagai pria yang memiliki "integritas pribadi", bisa menjadi kandidat yang tepat untuk akhirnya menggantikan Michel Aoun – tidak ada hubungan keluarga – yang masa jabatannya sebagai presiden berakhir pada Oktober 2022.

Selusin upaya sebelumnya untuk memilih seorang presiden gagal di tengah ketegangan antara Hizbullah dan para penentangnya, yang menuduh kelompok Syiah itu berusaha memaksakan kandidat pilihannya.

Sejak mengambil alih komando militer pada tahun 2017, ia mengarahkan lembaga tersebut melalui krisis keuangan nasional yang menghancurkan mata uang dan dengan itu nilai gaji prajuritnya, mengguncang lembaga yang telah mendukung stabilitas internal sejak perang saudara 1975-90.

Aoun memainkan peran kunci dalam menopang gencatan senjata 60 hari yang ditengahi oleh AS dan Prancis pada bulan November. Persyaratan tersebut mengharuskan militer Lebanon untuk dikerahkan ke Lebanon selatan saat pasukan Israel dan Hizbullah menarik pasukan.

5. Memiliki Kemampuan Diplomasi

Melansir France 24, jenderal dengan bahu lebar dan kepala plontos ini telah meningkatkan pembicaraan dengan pejabat asing yang berkunjung sejak menjadi panglima angkatan darat.

Pria yang jarang bicara ini seharusnya dapat mengandalkan hubungan baiknya dengan seluruh kelas politik Lebanon yang terpecah, serta dukungan nyata dari Amerika Serikat dan Arab Saudi, untuk membuatnya terpilih.

"Aoun memiliki reputasi integritas pribadi”, kata Karim Bitar, pakar hubungan internasional di Universitas Saint-Joseph Beirut, kepada AFP.

Ia menjadi terkenal setelah memimpin angkatan darat dalam pertempuran untuk mengusir kelompok ISIS dari daerah pegunungan di sepanjang perbatasan Suriah.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Jenderal Iran Peringatkan...
Jenderal Iran Peringatkan Pasukan Israel: Tinggalkan Lebanon atau Diusir Secara Memalukan!
6 Tentara Israel Tewas...
6 Tentara Israel Tewas dalam 3 Hari Terakhir Akibat Sergapan Hizbullah
Protes Serangan Mematikan...
Protes Serangan Mematikan Israel di Lebanon, Iran Tutup Selat Hormuz
Pasukan Israel Gagal...
Pasukan Israel Gagal Ambil Tank Komandan yang Gugur di Lebanon Selatan
Batalyon Israel Pembunuh...
Batalyon Israel Pembunuh Hind Rajab Dapat Pukulan Keras di Lebanon Selatan
Badan Intelijen AS Peringatkan...
Badan Intelijen AS Peringatkan Israel Bisa Sabotase Kesepakatan Perdamaian AS-Iran
Israel Rebut Kastil...
Israel Rebut Kastil Beaufort di Nabatieh, Situs Bersejarah Strategis Milik Lebanon
MoU Ditandatangani,...
MoU Ditandatangani, Iran Nyatakan Kemenangan Atas AS
Nah, Pentagon Minta...
Nah, Pentagon Minta Anggaran Rp1.426 Triliun untuk Tutupi Biaya Perang Lawan Iran
Rekomendasi
MLSC All-Stars 2026:...
MLSC All-Stars 2026: 12 Tim Terbaik Siap Berebut Gelar Juara di Kudus
Gunakan MT Gamkonora,...
Gunakan MT Gamkonora, Pertamina Patra Niaga Tambah 450 Ribu Barel Minyak
Tokocrypto Resmi Bergabung...
Tokocrypto Resmi Bergabung ke Ekosistem ICEX Group, Proses Migrasi Lima PAKD Selesai
Berita Terkini
Rusia Tembak Jatuh 80...
Rusia Tembak Jatuh 80 Drone Ukraina, Kremlin Luncurkan Rudal Balistik Iskander
6 PM dalam 10 Tahun...
6 PM dalam 10 Tahun 44 Hari, Seperti Apa Politik Antrean di Inggris?
Jepang Naikkan Biaya...
Jepang Naikkan Biaya Visa sebanyak Lima Kali Lipat, Apa Pemicunya?
Tuntut Menteri Pendidikan...
Tuntut Menteri Pendidikan Mundur, Pendukung Partai Kecoa Berkemah di Jalanan
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Keir Starmer Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
Iran dan AS Berdamai,...
Iran dan AS Berdamai, Upacara Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei Digelar selama 6 Hari
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved