Sekutu Donald Trump Siapkan RUU bagi AS untuk Beli Greenland

Selasa, 14 Januari 2025 - 11:26 WIB
loading...
Sekutu Donald Trump...
Para sekutu Donald Trump di Parlemen AS siapkan RUU yang memungkinan AS untuk membeli Greenland dari Denmark. Foto/SCAN TV
A A A
WASHINGTON - Para sekutu presiden terpilih Amerika Serikat (AS) Donald Trump di Parlemen telah memperkenalkan rancangan undang-undang (RUU) yang memungkinkan Amerika Serikat untuk membeli Greenland dari Denmark.

Pemimpin pro-kemerdekaan Greenland sebelumnya mengatakan dia siap untuk berbicara setelah Trump menolak untuk mengesampingkan opsi militer untuk mencaplok pulau tersebut.

RUU tersebut, yang diedarkan pada hari Senin oleh anggota Parlemen Andy Ogles dan didukung oleh sepuluh politisi lainnya, akan memungkinkan Trump untuk memulai pembicaraan dengan Denmark segera setelah pelantikannya.

Baca Juga: Denmark: Greenland Mungkin Bisa Merdeka, tapi Mustahil Gabung AS

“Kongres dengan ini memberi wewenang kepada Presiden, mulai pukul 12.01 siang Waktu Standar Timur (EST) pada tanggal 20 Januari 2025, guna berusaha mengadakan negosiasi dengan Kerajaan Denmark untuk pembelian Greenland,” bunyi RUU tersebut, yang dilansir Russia Today, Selasa (14/1/2025).

Langkah para politisi Amerika itu menyusul minat baru Trump untuk menjadikan Greenland bagian dari AS, dengan menyebutnya sebagai "kebutuhan mutlak" bagi keamanan nasional dan menolak mengesampingkan penggunaan tekanan militer atau ekonomi untuk mencapai tujuan tersebut.

"Orang-orang bahkan tidak tahu apakah Denmark memiliki hak hukum atas [Greenland], tetapi jika mereka tahu, mereka harus menyerahkannya karena kita membutuhkannya," kata Trump pekan lalu.

Perdana Menteri Greenland Mute Egede menegaskan kembali ambisi pulau itu untuk memperoleh kemerdekaan dari Denmark minggu lalu, dengan menekankan bahwa orang-orang Greenland tidak ingin menjadi warga Denmark atau Amerika.

Pada saat yang sama, Egede menyatakan kesiapannya untuk berbicara dengan Trump, dengan mengakui bahwa penolakannya untuk mengesampingkan kemungkinan penggunaan kekuatan militer untuk memperoleh Greenland adalah "serius".

Greenland adalah pulau terbesar di dunia, yang terletak di antara Samudra Atlantik dan Arktik. Dari awal abad ke-19 hingga 1950-an, wilayah ini sepenuhnya berada di bawah kendali Denmark.

Selama Perang Dunia II, wilayah ini diduduki oleh AS setelah Denmark direbut oleh Nazi Jerman.

Saat ini, pulau tersebut menjadi tempat pangkalan militer AS dan infrastruktur untuk sistem peringatan dini rudal balistik.

Pulau ini semakin otonom dan diberi pemerintahan sendiri pada tahun 1979, dan akhirnya memperoleh hak pada tahun 2009 untuk mendeklarasikan kemerdekaan jika referendum disahkan.

"Keinginan untuk merdeka, keinginan untuk tinggal di rumah sendiri, mungkin dipahami oleh semua orang di dunia," tegas Egede, seraya menambahkan bahwa pemungutan suara kemerdekaan akan segera datang.

Greenland adalah rumah bagi kurang dari 57.000 orang dan 80% ditutupi es, tetapi kaya akan emas, perak, tembaga, dan endapan uranium dan diyakini memiliki cadangan minyak yang besar di perairan teritorialnya.

Menurut survei terbaru oleh firma riset AS Patriot Polling, sekitar 57% penduduk Greenland mendukung usulan Trump.

Jajak pendapat tersebut melibatkan 416 responden dan dilakukan awal bulan ini saat Donald Trump Jr, putra presiden terpilih, sedang mengunjungi pulau itu dalam "wisata pribadi".
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Jika AS Lanjutkan Perang,...
Jika AS Lanjutkan Perang, Trump: Iran Tidak Akan Ada Lagi
Iran Tuduh AS Khianati...
Iran Tuduh AS Khianati Perjanjian Damai saat Kedua Pihak Saling Serang
AS Serang 10 Target...
AS Serang 10 Target di Iran, IRGC Balas Bombardir Pangkalan Amerika di Kuwait dan Bahrain
Benarkah Mossad Hendak...
Benarkah Mossad Hendak Habisi Bos Militer Pakistan Selama Perundingan AS-Iran di Swiss?
AS Serang Iran 2 Hari...
AS Serang Iran 2 Hari Beruntun, Trump Umbar Ancaman Mengerikan
Eks Menteri Zionis:...
Eks Menteri Zionis: Trump Permalukan Netanyahu dan Israel dengan Penghinaan yang Belum Pernah Terjadi Sebelumnya
Timnas Iran Pulang Tanpa...
Timnas Iran Pulang Tanpa Kekalahan
Gelombang Panas Dahsyat...
Gelombang Panas Dahsyat Landa Eropa, Picu Lebih dari 200 Kematian di Spanyol dan Prancis
Detik-Detik Pesawat...
Detik-Detik Pesawat Ringan Tabrak Gedung 108 Lantai di China, Jendela Bolong Picu Kebakaran
Rekomendasi
Didik Rachbini Prediksi...
Didik Rachbini Prediksi Safari Politik Jokowi Menjadi Faktor Negatif Ekonomi Nasional
Tak Bisa Ditunda, Tata...
Tak Bisa Ditunda, Tata Kelola, Dana, dan Independensi PBNU Harus Dibenahi
Kunjungi Lampung Tengah,...
Kunjungi Lampung Tengah, Jokowi Jajan Es Kopi dan Keripik Pisang di Sentra UMKM
Berita Terkini
Ancaman Nyata Zionis...
Ancaman Nyata Zionis Bukan Iran, Industri Militer Israel Berlomba Melawan Drone Hizbullah
3 Alasan Iran Serang...
3 Alasan Iran Serang Kuwait dan Bahrain, Ada Pergerakan Membantu Militer AS
7 Pemimpin yang Mengubah...
7 Pemimpin yang Mengubah Dunia, Fatima al Fihri yang Mendirikan Kampus Pertama di Dunia
Iran Buat Senjata yang...
Iran Buat Senjata yang Lebih Canggih selama Perang dengan AS-Israel, Ini Bocorannya
Helikopter Saudi Aramco...
Helikopter Saudi Aramco Jatuh, 14 Orang Tewas
Ingin Kendalikan Selat...
Ingin Kendalikan Selat Hormuz, Iran Serukan Kerangka Keamanan dengan Negara Arab
Infografis
3 Taktik Cerdas Iran...
3 Taktik Cerdas Iran untuk Kalahkan AS-Israel, Salah Satunya Perang Ala Vietnam
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved