Pasukan Khusus Inggris Miliki ‘Golden Pass’ atas Eksekusi Rutin Warga Sipil Afghanistan
Kamis, 09 Januari 2025 - 09:22 WIB
loading...
A
A
A
Tim investigasi tersebut sedang menyelidiki penggerebekan malam yang dilakukan oleh Pasukan Khusus Inggris antara tahun 2010 hingga 2013, saat berbagai pembunuhan yang dituduhkan terjadi.
Seorang perwira junior mengatakan kepada tim investigasi bahwa "semua pria usia tempur" tewas dalam penggerebekan ini, terlepas dari apakah mereka bersenjata atau tidak. Personel SAS terkadang membawa senjata untuk dijatuhkan di samping mayat setelah pembunuhan agar mereka tampak seperti kombatan.
“Tahanan terkadang dieksekusi setelah mereka ditahan,” kata saksi tersebut.
"Dalam satu kasus, disebutkan bahwa bantal diletakkan di atas kepala seseorang sebelum dibunuh dengan pistol," imbuh dokumen penyelidikan.
Tim investigasi tersebut menyelidiki pembunuhan terhadap setidaknya 80 tahanan di Afghanistan.
"Saya kira yang paling mengejutkan saya bukanlah eksekusi calon anggota Taliban, yang tentu saja salah dan ilegal, tetapi lebih pada usia dan metode dan, Anda tahu, detail hal-hal seperti bantal," kata mantan perwira tersebut, mencatat bahwa beberapa korban "100%" berusia 16 tahun atau lebih muda.
Dia mengaku takut akan keselamatannya sendiri setelah bersaksi.
Seorang perwira junior mengatakan kepada tim investigasi bahwa "semua pria usia tempur" tewas dalam penggerebekan ini, terlepas dari apakah mereka bersenjata atau tidak. Personel SAS terkadang membawa senjata untuk dijatuhkan di samping mayat setelah pembunuhan agar mereka tampak seperti kombatan.
“Tahanan terkadang dieksekusi setelah mereka ditahan,” kata saksi tersebut.
"Dalam satu kasus, disebutkan bahwa bantal diletakkan di atas kepala seseorang sebelum dibunuh dengan pistol," imbuh dokumen penyelidikan.
Tim investigasi tersebut menyelidiki pembunuhan terhadap setidaknya 80 tahanan di Afghanistan.
"Saya kira yang paling mengejutkan saya bukanlah eksekusi calon anggota Taliban, yang tentu saja salah dan ilegal, tetapi lebih pada usia dan metode dan, Anda tahu, detail hal-hal seperti bantal," kata mantan perwira tersebut, mencatat bahwa beberapa korban "100%" berusia 16 tahun atau lebih muda.
Dia mengaku takut akan keselamatannya sendiri setelah bersaksi.
Lihat Juga :