Profil Faisal Al Musaid, Pangeran Kerajaan Arab Saudi Lulusan AS yang Menembak Mati Raja Faisal

Kamis, 09 Januari 2025 - 04:40 WIB
loading...
A A A
Pada tahun 1971, ia menerima gelar sarjana dalam ilmu politik dari Universitas Colorado dan kemudian kembali ke daerah Teluk San Francisco. Di Universitas California di Berkeley, ia mendaftar di program pascasarjana dalam ilmu politik, tetapi tidak menerima gelar master.

Baca Juga: Apakah Israel Akan Meraih Kekalahan atau Menggapai Kemenangan pada 2025?

3. Pernah Mencoba Keliling Dunia dan Berpacaran

Setelah meninggalkan Amerika Serikat, ia pergi ke Beirut. Entah apa alasannya, ia juga pergi ke Jerman Timur. Ketika kembali ke Arab Saudi, otoritas Saudi menyita paspornya karena masalah yang dialaminya di luar negeri.

Ia mulai mengajar di Universitas Riyadh dan tetap berhubungan dengan pacarnya, Christine Surma, yang berusia 26 tahun saat pembunuhan itu terjadi. Surma memandang kepentingan Saudi "dalam mencapai perdamaian dengan Israel" sebagai hasil positif "yang tidak tersedia di bawah penguasa sebelumnya, Raja Faisal".

4. Menembak Raja Faisal Dua Kali, Tembakan Ketiga Meleset

Pada tanggal 25 Maret 1975, ia pergi ke Istana Kerajaan di Riyadh, tempat Raja Faisal mengadakan pertemuan, yang dikenal sebagai majelis. Ia bergabung dengan delegasi Kuwait dan berbaris untuk bertemu raja. Raja mengenali keponakannya dan menundukkan kepalanya ke depan, sehingga Faisal yang lebih muda dapat mencium kepala raja sebagai tanda penghormatan.

Melansir Time Note, Sang pangeran mengeluarkan pistol dari jubahnya dan menembak kepala Raja dua kali. Tembakan ketiganya meleset dan dia membuang pistolnya. Raja Faisal jatuh ke lantai. Pengawal dengan pedang dan senapan mesin ringan menangkap sang pangeran. Raja segera dilarikan ke rumah sakit tetapi dokter tidak dapat menyelamatkannya. Sebelum meninggal, Raja Faisal memerintahkan agar pembunuh itu tidak dieksekusi. Kru televisi Saudi merekam seluruh pembunuhan itu di kamera.

5. Diduga Mengalami Gangguan Jiwa, Akhirnya Dieksekusi Mati

Laporan awal menggambarkan Faisal bin Musaid sebagai "gangguan mental." Ia dipindahkan ke penjara Riyadh. Namun, ia kemudian dianggap waras untuk diadili.

Pengadilan syariah memutuskan Faisal dinyatakan bersalah atas pembunuhan raja pada tanggal 18 Juni, dan eksekusi publiknya terjadi beberapa jam kemudian. Saudaranya, Bandar, dipenjara selama satu tahun dan kemudian dibebaskan.

Mobil-mobil dengan pengeras suara melaju di sekitar Riyadh untuk mengumumkan vonis dan eksekusinya yang akan segera dilakukan, dan massa berkumpul di alun-alun. Faisal digiring oleh seorang tentara ke tempat eksekusi dan dilaporkan berjalan sempoyongan.

Mengenakan jubah putih dan mata tertutup, Faisal dipenggal dengan satu sapuan pedang bergagang emas. Setelah eksekusi, kepalanya dipertontonkan ke kerumunan selama 15 menit pada sebuah paku kayu, sebelum dibawa pergi bersama tubuhnya dengan ambulans.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
9 Tempat Paling Suci...
9 Tempat Paling Suci di Dunia, Nomor 5 Paling Populer bagi Orang Indonesia
Iran Serang Kuwait,...
Iran Serang Kuwait, Arab Saudi: Itu Jahat!
Imbas Perang Iran, Proyek...
Imbas Perang Iran, Proyek NEOM Arab Saudi Impian Mohammed bin Salman Jadi Berantakan
Arab Saudi Ungkap 1,7...
Arab Saudi Ungkap 1,7 Juta Jemaah Laksanakan Ibadah Haji Tahun Ini
Sekutu Trump: Pangeran...
Sekutu Trump: Pangeran MBS Bisa Akui Israel Hari Ini, Masalahnya Ada di Raja Salman
5 Alasan Trump Ingin...
5 Alasan Trump Ingin Mewujudkan Tatanan Baru dengan Penerapan Perjanjian Abraham kepada Negara Muslim
Pastikan Kelancaran...
Pastikan Kelancaran Pemulangan Jemaah Haji, Garuda Indonesia Intensif Koordinasi dengan Arab Saudi
Penembakan Massal di...
Penembakan Massal di Johannesburg Tewaskan 12 Orang, Polisi Buru 10 Tersangka
Iran Gempur Pangkalan...
Iran Gempur Pangkalan AS di Yordania, Klaim Hancurkan Banyak Jet Tempur 
Rekomendasi
Ini Amalan Terbaik bagi...
Ini Amalan Terbaik bagi Wanita Haid dan Nifas di Bulan Muharram
HUT ke-6 LAFKI, Transformasi...
HUT ke-6 LAFKI, Transformasi Kesehatan Tak Boleh Hanya Terjadi di Atas Kertas
Wajah Baru Lapas Indonesia,...
Wajah Baru Lapas Indonesia, Dirjen Pemasyarakatan: Tak Lagi Sekadar Penjara
Berita Terkini
Promosikan Startup ke...
Promosikan Startup ke Dunia, Indonesia Gabung London Tech Week
Tak Ingin Bernasib seperti...
Tak Ingin Bernasib seperti Ukraina, Polandia Operasikan Jet Tempur Siluman
AS Klaim Tembak Jatuh...
AS Klaim Tembak Jatuh Banyak Drone Iran
Tak Ingin Terus Jadi...
Tak Ingin Terus Jadi Target Rudal Iran, UEA Bayar Rp53 Triliun ke Teheran
Dunia Segara Akan Dengar...
Dunia Segara Akan Dengar Gema Kemenangan Iran
Hamas Peringatkan Israel...
Hamas Peringatkan Israel Perluas Garis Kuning Gaza untuk Gagalkan Perundingan Gencatan Senjata
Infografis
Arab Saudi Gunakan AI...
Arab Saudi Gunakan AI untuk Cetak Penghafal Al-Quran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved