Lawatan Pertama ke Luar Negeri, Menlu Suriah Kunjungi Arab Saudi
Jum'at, 03 Januari 2025 - 19:48 WIB
loading...
A
A
A
Delegasi Suriah tersebut meliputi Menteri Pertahanan Murhaf Abu Qasra dan Kepala Intelijen Umum Anas Khattab, yang menggarisbawahi signifikansi diplomatik dan strategis dari kunjungan tersebut.
Kemudian pada hari Kamis, Menteri Pertahanan Saudi Pangeran Khalid bin Salman mengatakan dalam posting di X bahwa dia telah membahas dalam pertemuan dengan al-Shibani tentang cara terbaik untuk mendukung transisi politiknya.
Pertemuan tersebut juga meliputi menteri pertahanan dan kepala intelijen Suriah.
Dalam wawancara eksklusif dengan Al Jazeera yang ditayangkan pada hari Selasa, al-Shaibani menyerukan pencabutan semua sanksi Barat terhadap Suriah saat dia merinci rencana pemerintahan baru untuk masa depan negara tersebut.
Adam Clements, mantan diplomat Amerika Serikat (AS) dan pejabat Pentagon, mengatakan Arab Saudi tengah berupaya membangun hubungan yang kuat dengan Suriah karena Iran kehilangan pengaruhnya atas negara tersebut.
"Saya pikir ini sangat penting," ujar dia kepada Al Jazeera pada hari Kamis. Dia mengatakan, “Dari sudut pandang diplomatik, Riyadh ingin menjalin hubungan yang lebih kuat dengan pemerintahan baru Suriah.”
"Arab Saudi juga akan memiliki peran besar ... pada awal pembangunan dan rekonstruksi. Suriah sangat bergantung pada Iran untuk minyak dan bahan bakar, jadi saya pikir negara-negara Teluk juga dapat mendukungnya," papar dia.
Kemudian pada hari Kamis, Menteri Pertahanan Saudi Pangeran Khalid bin Salman mengatakan dalam posting di X bahwa dia telah membahas dalam pertemuan dengan al-Shibani tentang cara terbaik untuk mendukung transisi politiknya.
Pertemuan tersebut juga meliputi menteri pertahanan dan kepala intelijen Suriah.
Dalam wawancara eksklusif dengan Al Jazeera yang ditayangkan pada hari Selasa, al-Shaibani menyerukan pencabutan semua sanksi Barat terhadap Suriah saat dia merinci rencana pemerintahan baru untuk masa depan negara tersebut.
Adam Clements, mantan diplomat Amerika Serikat (AS) dan pejabat Pentagon, mengatakan Arab Saudi tengah berupaya membangun hubungan yang kuat dengan Suriah karena Iran kehilangan pengaruhnya atas negara tersebut.
"Saya pikir ini sangat penting," ujar dia kepada Al Jazeera pada hari Kamis. Dia mengatakan, “Dari sudut pandang diplomatik, Riyadh ingin menjalin hubungan yang lebih kuat dengan pemerintahan baru Suriah.”
"Arab Saudi juga akan memiliki peran besar ... pada awal pembangunan dan rekonstruksi. Suriah sangat bergantung pada Iran untuk minyak dan bahan bakar, jadi saya pikir negara-negara Teluk juga dapat mendukungnya," papar dia.
Lihat Juga :