Zelensky Sebut Trump Tak Bisa Diprediksi, tapi Mengharapkannya Akhiri Perang Rusia-Ukraina
Jum'at, 03 Januari 2025 - 10:10 WIB
loading...
A
A
A
Zelensky mengatakan bahwa Trump dapat menjadi penentu dalam perang Rusia-Ukraina.
“Dia mampu menghentikan Putin atau, dengan kata lain, membantu kita menghentikan Putin,” katanya. “Dia mampu melakukan ini," ujarnya.
Zelenskyy mengatakan bahwa mencapai perdamaian yang adil bagi Ukraina berarti menerima jaminan keamanan yang kuat dari sekutunya, bergabung dengan Uni Eropa dan menerima undangan untuk bergabung dengan aliansi NATO, sebuah gagasan yang ditolak oleh Moskow.
Militer Ukraina mengatakan bahwa mereka telah melakukan serangan presisi tinggi pada hari Kamis di sebuah pos komando Rusia di Maryino, di wilayah Kursk, tempat pasukan Ukraina menguasai sebagian wilayah setelah serangan besar.
Pasukan Ukraina tetap berada di wilayah Kursk lima bulan setelah mengirim pasukan melintasi perbatasan, meskipun militer Rusia mengatakan sebagian besar wilayah yang hilang telah direbut kembali.
"Serangan ini mengganggu kemampuan Federasi Rusia untuk melakukan terorisme terhadap warga sipil Ukraina yang tidak bersalah," kata militer Ukraina dalam sebuah pernyataan melalui aplikasi pesan Telegram.
“Dia mampu menghentikan Putin atau, dengan kata lain, membantu kita menghentikan Putin,” katanya. “Dia mampu melakukan ini," ujarnya.
Zelenskyy mengatakan bahwa mencapai perdamaian yang adil bagi Ukraina berarti menerima jaminan keamanan yang kuat dari sekutunya, bergabung dengan Uni Eropa dan menerima undangan untuk bergabung dengan aliansi NATO, sebuah gagasan yang ditolak oleh Moskow.
Militer Ukraina mengatakan bahwa mereka telah melakukan serangan presisi tinggi pada hari Kamis di sebuah pos komando Rusia di Maryino, di wilayah Kursk, tempat pasukan Ukraina menguasai sebagian wilayah setelah serangan besar.
Pasukan Ukraina tetap berada di wilayah Kursk lima bulan setelah mengirim pasukan melintasi perbatasan, meskipun militer Rusia mengatakan sebagian besar wilayah yang hilang telah direbut kembali.
"Serangan ini mengganggu kemampuan Federasi Rusia untuk melakukan terorisme terhadap warga sipil Ukraina yang tidak bersalah," kata militer Ukraina dalam sebuah pernyataan melalui aplikasi pesan Telegram.
Lihat Juga :