Jadi Kawan Israel, Maroko Bakal Jadi Negara Arab Pertama yang Peroleh Jet Siluman F-35
Selasa, 31 Desember 2024 - 09:11 WIB
loading...
A
A
A
Aljazair, pusat kekuatan militer regional, telah lama memiliki hubungan militer dan diplomatik yang erat dengan Rusia, yang telah memasok persenjataan canggih kepada negara Afrika Utara tersebut.
Dalam beberapa tahun terakhir, Aljazair telah bergerak untuk memperkuat angkatan udaranya dengan platform canggih, termasuk Su-57, pesawat tempur siluman generasi kelima Rusia.
Pesawat Su-57 tersebut dipandang sebagai tantangan langsung bagi negara-negara yang berpihak pada NATO seperti Maroko, yang ingin mengimbangi kemampuan militer Aljazair yang terus berkembang.
Su-57 merupakan langkah maju yang signifikan bagi Angkatan Udara Aljazair. Pesawat ini memiliki teknologi siluman yang canggih, kemampuan manuver yang luar biasa, dan serangkaian avionik canggih yang dirancang untuk menantang platform Barat modern seperti F-35.
Meskipun Aljazair telah melengkapi dirinya dengan pesawat tempur Su-30MKA dan Su-35 buatan Rusia, penambahan Su-57 akan memposisikan Aljazair sebagai kekuatan yang tangguh di kawasan tersebut, dengan kemampuan yang berpotensi mengungguli armada pesawat tempur tua Maroko saat ini.
Kesadaran Maroko akan ancaman yang membayangi ini kemungkinan merupakan faktor pendorong utama di balik dorongannya untuk membeli F-35. Jika Aljazair mengintegrasikan Su-57 ke dalam armada udaranya, hal itu dapat mengubah keseimbangan kekuatan regional secara drastis.
Kemampuan canggih pesawat ini dapat mengancam postur pertahanan Maroko, khususnya dalam konteks meningkatnya ketegangan atas wilayah Sahara Barat yang disengketakan, tempat kedua negara memiliki kepentingan yang saling bersaing.
Akuisisi F-35 akan menandai perubahan signifikan dalam strategi militer Maroko. F-35 adalah salah satu jet tempur siluman multiperan tercanggih di dunia, yang mampu terlibat dalam superioritas udara, serangan presisi, serta operasi intelijen, pengawasan, dan pengintaian (ISR).
Penampang radar yang rendah dan sistem peperangan elektronik yang canggih akan memberi Maroko keuntungan yang jelas atas musuh, khususnya dalam skenario di mana sistem pertahanan udara konvensional mungkin kesulitan mendeteksi dan melawan ancaman siluman.
Jika Aljazair mengerahkan Su-57 dalam beberapa tahun mendatang, Maroko perlu memastikan bahwa mereka memiliki keunggulan kompetitif di udara. F-35 tidak hanya akan meningkatkan kemampuan Maroko untuk melakukan operasi defensif dan ofensif, tetapi juga menyediakannya dengan peralatan teknologi untuk mengimbangi kekuatan udara Aljazair yang terus berkembang.
Selain itu, F-35 dapat berfungsi sebagai pencegah utama terhadap ancaman regional lainnya, yang memperkuat posisi Maroko sebagai kekuatan militer terkemuka di Afrika Utara.
Dalam beberapa tahun terakhir, Aljazair telah bergerak untuk memperkuat angkatan udaranya dengan platform canggih, termasuk Su-57, pesawat tempur siluman generasi kelima Rusia.
Pesawat Su-57 tersebut dipandang sebagai tantangan langsung bagi negara-negara yang berpihak pada NATO seperti Maroko, yang ingin mengimbangi kemampuan militer Aljazair yang terus berkembang.
Su-57 merupakan langkah maju yang signifikan bagi Angkatan Udara Aljazair. Pesawat ini memiliki teknologi siluman yang canggih, kemampuan manuver yang luar biasa, dan serangkaian avionik canggih yang dirancang untuk menantang platform Barat modern seperti F-35.
Meskipun Aljazair telah melengkapi dirinya dengan pesawat tempur Su-30MKA dan Su-35 buatan Rusia, penambahan Su-57 akan memposisikan Aljazair sebagai kekuatan yang tangguh di kawasan tersebut, dengan kemampuan yang berpotensi mengungguli armada pesawat tempur tua Maroko saat ini.
Kesadaran Maroko akan ancaman yang membayangi ini kemungkinan merupakan faktor pendorong utama di balik dorongannya untuk membeli F-35. Jika Aljazair mengintegrasikan Su-57 ke dalam armada udaranya, hal itu dapat mengubah keseimbangan kekuatan regional secara drastis.
Kemampuan canggih pesawat ini dapat mengancam postur pertahanan Maroko, khususnya dalam konteks meningkatnya ketegangan atas wilayah Sahara Barat yang disengketakan, tempat kedua negara memiliki kepentingan yang saling bersaing.
Akuisisi F-35 akan menandai perubahan signifikan dalam strategi militer Maroko. F-35 adalah salah satu jet tempur siluman multiperan tercanggih di dunia, yang mampu terlibat dalam superioritas udara, serangan presisi, serta operasi intelijen, pengawasan, dan pengintaian (ISR).
Penampang radar yang rendah dan sistem peperangan elektronik yang canggih akan memberi Maroko keuntungan yang jelas atas musuh, khususnya dalam skenario di mana sistem pertahanan udara konvensional mungkin kesulitan mendeteksi dan melawan ancaman siluman.
Jika Aljazair mengerahkan Su-57 dalam beberapa tahun mendatang, Maroko perlu memastikan bahwa mereka memiliki keunggulan kompetitif di udara. F-35 tidak hanya akan meningkatkan kemampuan Maroko untuk melakukan operasi defensif dan ofensif, tetapi juga menyediakannya dengan peralatan teknologi untuk mengimbangi kekuatan udara Aljazair yang terus berkembang.
Selain itu, F-35 dapat berfungsi sebagai pencegah utama terhadap ancaman regional lainnya, yang memperkuat posisi Maroko sebagai kekuatan militer terkemuka di Afrika Utara.
Lihat Juga :