Menlu Israel: Rezim di Damaskus Adalah Geng, Bukan Pemerintahan Suriah yang Sah
Minggu, 29 Desember 2024 - 08:30 WIB
loading...
A
A
A
“Tindakan ini terbatas dan sementara. Ketika ditanya berapa lama 'sementara' berarti, saya menjawab: 'sampai kita melihat situasi stabil dan dapat kembali ke jalur sebelumnya’. Namun, situasi di Suriah belum benar-benar stabil," kata Menlu Zionis tersebut.
"Meskipun satu geng mungkin telah menguasai Damaskus [Julani], dan yang lain menguasai Idlib, ini tidak sama dengan stabilitas,” paparnya.
Dia menambahkan bahwa rezim yang muncul berpusat di Damaskus, bukan seluruh Suriah. "Yang disebut kepemimpinan ini adalah geng Idlib, bukan otoritas inklusif. Mereka adalah kaum Islamis dengan pandangan dunia yang sangat ekstrem," jelasnya.
"Misalnya, menteri kehakiman baru Suriah menuntut pencopotan hakim perempuan, dengan kasus-kasus yang dilimpahkan secara eksklusif kepada hakim laki-laki. Para pemain ini menipu Barat, tetapi dunia bergegas ke Damaskus," tegasnya.
"Bahkan ada yang ingin kita melakukan hal yang sama. Tetapi mengapa dunia begitu bersemangat untuk terlibat dengan Damaskus? Bagaimanapun, ini adalah rezim Islamis, bukan rezim moderat," pungkasnya.
"Meskipun satu geng mungkin telah menguasai Damaskus [Julani], dan yang lain menguasai Idlib, ini tidak sama dengan stabilitas,” paparnya.
Dia menambahkan bahwa rezim yang muncul berpusat di Damaskus, bukan seluruh Suriah. "Yang disebut kepemimpinan ini adalah geng Idlib, bukan otoritas inklusif. Mereka adalah kaum Islamis dengan pandangan dunia yang sangat ekstrem," jelasnya.
"Misalnya, menteri kehakiman baru Suriah menuntut pencopotan hakim perempuan, dengan kasus-kasus yang dilimpahkan secara eksklusif kepada hakim laki-laki. Para pemain ini menipu Barat, tetapi dunia bergegas ke Damaskus," tegasnya.
"Bahkan ada yang ingin kita melakukan hal yang sama. Tetapi mengapa dunia begitu bersemangat untuk terlibat dengan Damaskus? Bagaimanapun, ini adalah rezim Islamis, bukan rezim moderat," pungkasnya.
(mas)
Lihat Juga :