Kapal Rusia Tenggelam akibat 3 Ledakan di Mediterania, Pemiliknya Sebut Ulah Teroris

Kamis, 26 Desember 2024 - 09:32 WIB
loading...
Kapal Rusia Tenggelam...
Sebuah kapal kargo Rusia tenggelam akibat diguncang tiga ledakan di Laut Mediterania. Menurut perusahaan pemilik kapal tersebut, insiden itu akibat ulah teroris. Foto/Sky News
A A A
MOSKOW - Sebuah kapal kargo Rusia tenggelam akibat diguncang tiga ledakan di Laut Mediterania pada Senin lalu. Menurut perusahaan pemilik kapal tersebut, insiden itu akibat ulah teroris.

Kementerian Luar Negeri Rusia mengatakan pada hari Selasa bahwa kapal kargo Ursa Major, yang dibangun pada tahun 2009, tenggelam setelah ledakan menghancurkan ruang mesinnya dan dua dari 16 awaknya hilang.

Kantor berita RIA mengutip Oboronlogistika, pemilik utama kapal dan sebuah perusahaan bagian dari operasi konstruksi militer Kementerian Pertahanan Rusia, yang mengatakan pada hari Rabu bahwa kapal tersebut telah menjadi sasaran aksi teroris.

Baca Juga: 2 Kapal Tanker Rusia Tenggelam Dihantam Badai Dahsyat, Salah Satunya Terbelah Dua

Oboronlogistika mengatakan bahwa 14 awak kapal yang selamat melaporkan bahwa tiga ledakan berturut-turut mengguncang sisi kanan kapal pada pukul 13.50 siang waktu Moskow di bagian belakang kapal pada 23 Desember.

Kapal kemudian mulai miring tajam karena jelas-jelas kemasukan air, menurut pernyataan Oboronlogistika yang dilansir Reuters, Kamis (26/12/2024). Perusahaan menegaskan kapal tersebut tidak kelebihan muatan.

Kapal tersebut membawa dua derek pelabuhan raksasa di deknya beserta ember pemuatannya, dua penutup palka berat untuk kapal pemecah es, 129 kontainer kosong, dan satu kontainer berukuran 20 kaki dengan peralatan atap.

Oboronlogistika mengatakan bahwa kapal itu sedang dalam perjalanan menuju pelabuhan timur jauh Rusia, Vladivostok.

Oboronlogistika dan SK-Yug, sebuah perusahaan yang terdaftar LSEG sebagai bagian dari grup dan pemilik serta operator langsung kapal, menolak berkomentar tentang tenggelamnya kapal tersebut pada saat itu.

Kedua entitas tersebut dikenai sanksi oleh Amerika Serikat pada tahun 2022 karena hubungan mereka dengan militer Rusia, seperti halnya Ursa Major itu sendiri.

Layanan Penyelamatan Maritim Spanyol mengatakan telah menerima sinyal marabahaya dari Ursa Major pada hari Senin ketika kapal itu berada sekitar 57 mil (92 km) di lepas pantai Almeira.

Dua kapal dan sebuah helikopter telah dikirim ke tempat kejadian dan 14 awak kapal yang selamat dibawa ke pelabuhan Cartagena, Spanyol.

Data pelacakan kapal LSEG menunjukkan kapal tersebut berangkat dari pelabuhan Rusia St Petersburg pada 11 Desember dan terakhir terlihat mengirimkan sinyal pada pukul 22.04 GMT pada hari Senin antara Aljazair dan Spanyol tempat kapal itu tenggelam.

Saat meninggalkan St Petersburg, kapal tersebut mengindikasikan bahwa pelabuhan berikutnya yang akan disinggahinya adalah pelabuhan Rusia Vladivostok, bukan pelabuhan Suriah Tartous yang pernah disinggahinya sebelumnya.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Italia Blokir Bantuan...
Italia Blokir Bantuan Militer NATO kepada Ukraina Senilai Rp1.436 Triliun, Sinyal Kemenangan bagi Rusia?
Rusia Sedang Dibakar...
Rusia Sedang Dibakar Ukraina, Putin Tidak Akan Gentar
Trump Ingin Beri Turki...
Trump Ingin Beri Turki Jet Tempur Siluman F-35 AS, Kongres Siap Blokir dengan Alasan S-400 Rusia
5 Alasan Putin Menolak...
5 Alasan Putin Menolak Perjanjian Batasan Serangan Jarak Jauh dengan Ukraina
Inggris Akan Ganti 6...
Inggris Akan Ganti 6 Kapal Perusak Tua dengan 6 Kapal Perang Hibrida Pengendali Drone
Kekurangan Uang, Ukraina...
Kekurangan Uang, Ukraina Terpaksa Bersekongkol dengan Kartel Narkoba Meksiko
Teken Kerja Sama Hukum,...
Teken Kerja Sama Hukum, Indonesia dan Rusia Perkuat Mutual Legal Assistance
AS Lancarkan Serangan...
AS Lancarkan Serangan Baru ke Iran, Sasar Pertahanan Udara hingga Fasilitas Drone
Presiden Venezuela Terenyuh...
Presiden Venezuela Terenyuh Puluhan Negara Bantu Cari Korban Gempa, Nyaris 2.000 Orang Tewas
Rekomendasi
Benedetto Vigna: Jika...
Benedetto Vigna: Jika Mobil Otonom Bisa Mengemudi Sendiri, Mengapa Membeli Ferrari
ASEAN Diminta Jaga Sentralitas...
ASEAN Diminta Jaga Sentralitas di Tengah Tarik-Menarik Kepentingan Laut China Selatan
PLN EPI Bangun Ekosistem...
PLN EPI Bangun Ekosistem Bioenergi Perkuat Ketahanan Energi Nasional
Berita Terkini
Italia Blokir Bantuan...
Italia Blokir Bantuan Militer NATO kepada Ukraina Senilai Rp1.436 Triliun, Sinyal Kemenangan bagi Rusia?
Kurangi Ketergantungan...
Kurangi Ketergantungan Eropa dari AS, Mampukah Turki Ingin Memperkuat NATO 3.0?
Israel Sebut Mojtaba...
Israel Sebut Mojtaba Jadi Target Pembunuhan, Iran Marah Besar!
Direktur CIA: Dunia...
Direktur CIA: Dunia Terancam dengan Senjata Nuklir Digital yang Didukung AI
Jalanan di Inggris Meleleh...
Jalanan di Inggris Meleleh pada Suhu 45 Derajat Celsius, Ini 3 Alasannya
Paksa Rusia Mengakhiri...
Paksa Rusia Mengakhiri Perang, Ukraina Intensifkan Serangan Drone ke Moskow
Infografis
5 Kapal Perang Paling...
5 Kapal Perang Paling Canggih di ASEAN
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved