Trump: Biden Jadi Presiden, 'Revolusi' Akan Terjadi di AS

Selasa, 01 September 2020 - 16:38 WIB
loading...
Trump: Biden Jadi Presiden,...
Presiden AS Donald Trump. Foto/Times of India
A A A
WASHINGTON - Calon presiden dari Partai Demokrat Joe Biden adalah tokoh boneka, yang, jika terpilih pada November mendatang akan memicu "revolusi" di Amerika Serikat (AS) . Hal itu dikatakan oleh Presiden AS Donald Trump dalam wawancara dengan Fox News.

"Biden tidak akan menenangkan segalanya," kata Trump.

"Mereka akan mengambil alih. Mereka akan menang. Jika Biden masuk, mereka akan menang. Dia orang yang lemah. Dia dikendalikan seperti boneka. Jadi tidak akan tenang. Mereka akan mengambil alih kotamu. Ini revolusi. Anda mengerti itu. Ini adalah revolusi dan rakyat negeri ini tidak akan mendukungnya," imbuhnya seperti dilansir dari Sputnik, Selasa (1/9/2020).

Menurut Trump, pendanaan untuk "revolusi" berasal dari orang kaya yang sangat bodoh yang tidak tahu bahwa jika mereka berhasil, yang tidak akan berhasil, mereka akan dilemparkan ke serigala tidak seperti sebelumnya.

Pada hari Senin, Biden menuduh Trump semakin memecah negara yang dilanda protes daripada mempersatukannya dan kata-kata serta pesannya menaburkan kekacauan daripada hukum dan ketertiban.

Pernyataan Biden muncul setelah Trump dan Partai Republik berulang kali mengkritiknya dan Demokrat karena tidak mencela kampanye kekerasan selama tiga bulan oleh gerakan Antifa dan Black Lives Matter di negara bagian dan kota yang dikelola Demokrat. Partai Republik mengatakan Demokrat di yurisdiksi itu mencoba untuk mencetak poin politik dalam tahun pemilihan dengan membiarkan protes dan kerusuhan yang kejam dan dengan menolak bantuan federal yang ditawarkan Trump untuk memadamkan kerusuhan.

Protes terhadap kebrutalan polisi dan rasisme dimulai di banyak kota di Amerika Serikat setelah kematian seorang Afro-Amerika George Floyd dalam tahanan polisi di Minneapolis pada 25 Mei.(Baca: Viral, Video Pria Kulit Hitam Meninggal Dicekik Polisi AS )

Bulan lalu, gelombang protes baru dimulai di Wisconsin dan tempat lain di Amerika Serikat setelah polisi menembak Jacob Blake (29 tahun), seorang pria Afro-Amerika, di punggung tujuh kali. Insiden yang terjadi pada 23 Agustus itu membuat Blake lumpuh. Protes berubah menjadi kerusuhan lengkap dengan kekerasan terhadap polisi dan warga sipil serta aksi pembakaran dan perusakan.(Baca: Polisi AS Tembak Pria Kulit Hitam 7 Kali, Kerusuhan Pecah di Kenosha )
(ber)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Menhan Negara NATO Salahkan...
Menhan Negara NATO Salahkan Trump atas Penutupan Selat Hormuz
AS Kerahkan Sistem Rudal...
AS Kerahkan Sistem Rudal Canggih Typhon ke Jepang, Dapat Menargetkan China
Gunakan Mode Autopilot,...
Gunakan Mode Autopilot, Mobil Tesla Ini Malah Tabrak Rumah dan Tewaskan Penghuninya
Mengejutkan, 92% Warga...
Mengejutkan, 92% Warga Israel Yakin Iran Telah Menang Perang
Perundingan Iran-AS...
Perundingan Iran-AS Hasilkan 4 Kesepakatan Utama, Negosiator Teheran Sempat Walkout
Jenderal Iran Peringatkan...
Jenderal Iran Peringatkan Pasukan Israel: Tinggalkan Lebanon atau Diusir Secara Memalukan!
Timnas Iran Tinggalkan...
Timnas Iran Tinggalkan Surat Tulisan Tangan di Ruang Ganti Piala Dunia 2026
PM Inggris Keir Starmer...
PM Inggris Keir Starmer Dilaporkan Akan Mengundurkan Diri pada Senin
Nah, Pentagon Minta...
Nah, Pentagon Minta Anggaran Rp1.426 Triliun untuk Tutupi Biaya Perang Lawan Iran
Rekomendasi
Nostalgia dengan Fotografi...
Nostalgia dengan Fotografi Analog, Lomography Kini Hadir di Indonesia
Bumerang Bagi Penerimaan...
Bumerang Bagi Penerimaan Negara, Usulan Kenaikan Batas Produksi Rokok Tuai Kritik
Mau Nyaman Liburan ke...
Mau Nyaman Liburan ke Bali? Perhatikan Ini Sebelum Memilih Tour Wisata
Berita Terkini
Rusia Tembak Jatuh 80...
Rusia Tembak Jatuh 80 Drone Ukraina, Kremlin Luncurkan Rudal Balistik Iskander
6 PM dalam 10 Tahun...
6 PM dalam 10 Tahun 44 Hari, Seperti Apa Politik Antrean di Inggris?
Jepang Naikkan Biaya...
Jepang Naikkan Biaya Visa sebanyak Lima Kali Lipat, Apa Pemicunya?
Tuntut Menteri Pendidikan...
Tuntut Menteri Pendidikan Mundur, Pendukung Partai Kecoa Berkemah di Jalanan
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Keir Starmer Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
Iran dan AS Berdamai,...
Iran dan AS Berdamai, Upacara Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei Digelar selama 6 Hari
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved