3 Keunggulan Rudal 358 Milik Iran yang Ditakuti Zionis
Kamis, 26 Desember 2024 - 03:35 WIB
loading...
A
A
A
Penempatan rudal 358 telah menciptakan strategi pertahanan dan serangan baru bagi militer Iran, yang menantang pesawat yang sebelumnya dominan.
Menurut para ahli, rudal 358 merupakan kemajuan penting dalam teknologi militer Iran. Kemampuannya untuk berkeliaran di medan perang dan memberikan serangan presisi menjadikannya sebagai senjata yang tangguh.
"Iran telah memamerkan sejumlah rudal balistik yang belum pernah terjadi sebelumnya pada awal Pekan Pertahanan Suci yang juga menandai pengungkapan drone kamikaze baru dengan jangkauan lebih dari 4.000 km," papar Kousheshiyan.
Namun, efektivitasnya bergantung pada keterampilan strategis operator seperti pada teknologi itu sendiri. Informasi terperinci tentang kemampuan dan operasi 358 masih terbatas.
Baca Juga: Kepala Biara Ungkap Umat Kristen Suriah Ditinggalkan Barat
Rudal tersebut menggunakan pendorong roket berbahan bakar padat untuk peluncurannya, yang akan jatuh setelah terbakar, sehingga memungkinkannya untuk beralih ke sistem propulsi yang menggunakan udara—mungkin turbojet kecil—mirip dengan rudal jelajah antikapal atau rudal serang darat tradisional.
2. Sangat berbahaya bagi Pesawat dan Helikopter Musuh
Rudal ini telah bekerja secara efektif dalam berbagai operasi dan latihan, terbukti sangat berbahaya bagi pesawat nirawak, helikopter, pesawat angkut militer, dan pos komando udara.Menurut para ahli, rudal 358 merupakan kemajuan penting dalam teknologi militer Iran. Kemampuannya untuk berkeliaran di medan perang dan memberikan serangan presisi menjadikannya sebagai senjata yang tangguh.
"Iran telah memamerkan sejumlah rudal balistik yang belum pernah terjadi sebelumnya pada awal Pekan Pertahanan Suci yang juga menandai pengungkapan drone kamikaze baru dengan jangkauan lebih dari 4.000 km," papar Kousheshiyan.
Namun, efektivitasnya bergantung pada keterampilan strategis operator seperti pada teknologi itu sendiri. Informasi terperinci tentang kemampuan dan operasi 358 masih terbatas.
Baca Juga: Kepala Biara Ungkap Umat Kristen Suriah Ditinggalkan Barat
3. Memiliki Bentuk yang Ramping
Panjangnya sekitar sembilan kaki dengan badan silinder ramping, tiga set sirip untuk manuver dan stabilisasi, dan hulu ledak seberat 22 pon.Rudal tersebut menggunakan pendorong roket berbahan bakar padat untuk peluncurannya, yang akan jatuh setelah terbakar, sehingga memungkinkannya untuk beralih ke sistem propulsi yang menggunakan udara—mungkin turbojet kecil—mirip dengan rudal jelajah antikapal atau rudal serang darat tradisional.
Lihat Juga :