90 Persen Anggaran Ukraina Berasal dari Bantuan Barat

Minggu, 22 Desember 2024 - 17:28 WIB
loading...
90 Persen Anggaran Ukraina...
Mayoritas anggara Ukraina berasal dari bantuan Barat. Foto/X/@UkrReview
A A A
MOSKOW - Rusia telah berulang kali memperingatkan bahwa bantuan AS dan sponsor Baratnya kepada rezim Kiev hanya akan memperpanjang konflik Ukraina.

Pendanaan Barat untuk Ukraina mencapai USD238,5 miliar dari Februari 2022 hingga awal Desember 2024, yang kira-kira setara dengan 87% pengeluaran anggaran negara, penelitian Sputnik berdasarkan informasi dari Kementerian Keuangan Ukraina, Universitas Kiel, dan data terbuka telah menunjukkan.

Pengeluaran anggaran Ukraina pada 2022-2023 berjumlah USD193,3 miliar, sedangkan pada 2024 angkanya diperkirakan mencapai USD81,3 miliar. Artinya, selama tiga tahun terakhir, pengeluaran telah meningkat menjadi $274,6 miliar, menurut data yang dianalisis.

Volume bantuan keuangan yang dikirim oleh negara-negara Barat ke Ukraina berjumlah USD106 miliar, sedangkan bantuan militer Barat mencapai USD132,5 miliar dalam periode tersebut. Pada saat yang sama, total volume bantuan Barat 43% lebih rendah dari USD416 miliar yang dijanjikan Barat kepada Kiev, menurut analisis tersebut.

Baca juga: Putin Bicara tentang Perang Dunia 3: Bahaya Makin Meningkat, tapi Tak Perlu Membuat Siapa Pun Takut

AS tetap menjadi donor terbesar Ukraina, setelah mengirim USD95,2 miliar ke rezim Kiev dalam tiga tahun terakhir. Dua pertiga dari jumlah tersebut adalah bantuan militer, sementara sepertiganya digunakan untuk pembiayaan anggaran.

Negara-negara anggota UE mentransfer bantuan keuangan dan militer ke Ukraina senilai USD94,2 miliar, dengan Jerman, Denmark, dan Belanda menjadi donor terbesar blok tersebut dengan masing-masing USD11,9 miliar, USD7,5 miliar, dan USD6,3 miliar. Inggris mengirim USD13,4 miliar, Kanada USD7,8 miliar, dan Jepang USD6,7 miliar.

Selama Konferensi Pers Akhir Tahun dan Sambungan Langsung pada 19 Desember, Presiden Rusia Vladimir Putin menekankan bahwa Ukraina dapat berjuang dan bertahan hidup hanya dengan dukungan dari para donor Barat.

Pernyataan itu muncul setelah juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan bahwa bantuan keuangan Washington ke Kiev tidak akan mengubah situasi di medan perang dan akan menyebabkan "korban baru di antara warga Ukraina."

Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov, pada bagiannya, mengingat sebelumnya bahwa Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken menekankan bahwa bantuan berkelanjutan ke Ukraina adalah jaminan terciptanya lapangan kerja baru di Amerika Serikat.

"Seolah-olah dia tidak berbicara tentang pembiayaan perang yang telah merenggut ratusan ribu nyawa di Ukraina, tetapi proyek bisnis yang menguntungkan," tegas Lavrov.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Inggris Caplok Armada...
Inggris Caplok Armada Bayangan Rusia, Akankah Picu Perang Besar?
Perseteruan Memanas,...
Perseteruan Memanas, Jet Tempur Swedia Cegat Pesawat Militer Rusia
Jenderal Jerman Duga...
Jenderal Jerman Duga Rusia Bakal Kerahkan Senjata Nuklir ke Luar Angkasa, Bisa Picu Kiamat Satelit
Swedia: Konflik Rusia-NATO...
Swedia: Konflik Rusia-NATO Bisa Pecah dalam Waktu Dekat
10 Negara dengan Rudal...
10 Negara dengan Rudal Balistik Terkuat di Dunia, Juaranya Bukan AS
2 Pemain Sepak Bola...
2 Pemain Sepak Bola Brasil Masuk Daftar Pembunuhan oleh Situs Ukraina
Dikepung Sanksi Barat,...
Dikepung Sanksi Barat, Rusia Malah Cetak Rekor Hampir Semua Warganya Punya Kerjaan!
PM Pakistan: Kesepakatan...
PM Pakistan: Kesepakatan AS-Iran Berpotensi Rampung dalam 24 Jam
Nah, Tak Ada Agenda...
Nah, Tak Ada Agenda Trump Teken Kesepakatan Damai dengan Iran Hari Ini
Rekomendasi
Daftar Wakil Indonesia...
Daftar Wakil Indonesia yang Lolos ke BWF World Championships 2026
Sikapi Gejolak Ekonomi,...
Sikapi Gejolak Ekonomi, Partai Perindo Sodorkan Risalah Kebijakan untuk BI dan Pemerintah
Megawati Ziarah ke Makam...
Megawati Ziarah ke Makam Bung Karno, Hasto: Untuk Merawat Api Perjuangan yang Tak Pernah Padam
Berita Terkini
Berlatih di Tijuana,...
Berlatih di Tijuana, Timnas Iran Dikawal 300 Pasukan Elite Meksiko
Jika Dicairkan, Aset...
Jika Dicairkan, Aset Beku Iran Jadi Oksigen Segar untuk Kebangkitan Ekonomi Iran
Militerisasi Jepang...
Militerisasi Jepang dan Bahaya Radiasi Radio Aktif
Drone Hizbullah Hantam...
Drone Hizbullah Hantam Israel, IDF Bombardir Lebanon
Inggris Caplok Armada...
Inggris Caplok Armada Bayangan Rusia, Akankah Picu Perang Besar?
Ini Gaun Emas Termahal...
Ini Gaun Emas Termahal di Dunia! Beratnya 10 Kg, Harganya Rp24 Miliar
Infografis
Benarkah Kapal Nabi...
Benarkah Kapal Nabi Nuh Kayunya Berasal dari Indonesia?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved