Tak Hanya Tentara, Rudal Korea Utara Juga Digunakan dalam Perang Ukraina

Jum'at, 20 Desember 2024 - 11:01 WIB
loading...
Tak Hanya Tentara, Rudal...
Tak hanya tentara, rudal Korea Utara juga sudah digunakan Rusia dalam perang melawan Ukraina. Foto/euractiv
A A A
KYIV - Korea Utara (Korut) tidak hanya menyokong Rusia dengan mengerahkan tentara untuk perang melawan Ukraina. Sekarang ada bukti bahwa Moskow juga menggunakan rudal Pyongyang untuk menyerang pasukan Kyiv.

Organisasi independen Conflict Armament Research (CAR) mengatakan Rusia tidak dapat menyangkal sudah menggunakan rudal Korea Utara di Ukraina.

Direktur Eksekutif CAR Jonah Leff mengatakan kepada Dewan Keamanan PBB bahwa kelompok penelitiannya yang berbasis di Inggris—yang mengidentifikasi dan melacak senjata konvensional dan amunisi dalam konflik bersenjata—telah memeriksa puing-puing empat rudal Korea Utara yang ditemukan di Ukraina pada bulan Juli dan Agustus.

Baca Juga: Putin Tantang AS Kerahkan Sistem Rudal Canggih THAAD ke Ukraina untuk Lawan Senjata Rusia

Korea Utara telah muncul sebagai sekutu terbesar Rusia dalam perangnya melawan Ukraina, dan keterlibatannya dalam konflik tersebut telah menjadi perkembangan besar sejak invasi Presiden Rusia Vladimir Putin tahun 2022.

Menurut Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky, Pyongyang telah mengirim 11.000 tentara untuk berperang melawan pasukan Ukraina di wilayah Kursk Rusia, yang sebagian telah diduduki sejak serangan mendadak oleh pasukan Kyiv pada bulan Agustus.

Zelensky telah memperingatkan Barat bahwa Moskow telah mengumpulkan 50.000 tentara untuk berperang melawan pasukan Ukraina di Kursk.

Leff mengatakan temuan kelompoknya, yang mencakup rudal dengan tanda yang menunjukkan bahwa rudal tersebut diperoleh tahun ini, menandai bukti publik pertama bahwa rudal telah diproduksi di Korea Utara. "Dan kemudian digunakan di Ukraina dalam hitungan bulan, bukan tahun," katanya, yang dilansir The Kyiv Independent, Jumat (20/12/2024).

Hingga bulan ini, pasukan Rusia telah meluncurkan sedikitnya 60 rudal balistik Korea Utara, menurut intelijen militer Ukraina.

Moskow, yang menandatangani pakta kemitraan strategis dengan Pyongyang pada bulan Juli, belum secara resmi mengonfirmasi apa pun tentang pengiriman senjata dari Korea Utara.

"Meskipun hampir dua dekade sanksi terhadap DPRK, tahun ini DPRK telah menunjukkan kemampuannya untuk memproduksi dan memasok rudal balistik untuk digunakan melawan Ukraina hanya dalam hitungan bulan," papar Leff.

DPRK adalah singkatan dari Democratic People's Republic of Korea, nama resmi Korea Utara.

"Melalui pendekatan kolaboratif CAR dengan industri, kami telah memastikan bahwa komponen-komponen yang ditemukan dalam puing-puing sistem persenjataan yang digunakan melawan Ukraina berasal dari pasokan oleh distributor pihak ketiga, yang sebagian besar berpusat di Asia Timur," paparnya.

Nasib Ukraina Selanjutnya


Terpilihnya Donald Trump sebagai presiden Amerika Serikat bulan lalu telah menimbulkan pertanyaan tentang nasib Ukraina setelah hampir tiga tahun berperang melawan Rusia.

Akhir pekan lalu, pasukan Rusia meraih kemajuan selama akhir pekan di wilayah penting Kursk yang diduduki pasukan Ukraina, menurut Institut Studi Perang (ISW).

Sementara itu, Kyiv berusaha mempertahankan pengaruh sebanyak mungkin di wilayah Rusia menjelang negosiasi apa pun pada tahun 2025.

Namun, dorongan Rusia muncul saat Putin berusaha merebut kembali wilayah sebanyak mungkin menjelang pelantikan Trump pada 20 Januari, yang mungkin menekan Kyiv untuk mencapai kesepakatan, kata Yuriy Boyechko, CEO dan pendiri lembaga amal Hope for Ukraine.

Menurut Boyechko, Pyongyang dapat mengirim lebih banyak pasukan dalam beberapa minggu dan bulan mendatang karena ini hanyalah "puncak gunung es".
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Zelensky Ancam Serang...
Zelensky Ancam Serang Belarusia, Perang Rusia-Ukraina Bisa Meluas
Menkeu AS Sebut Zelensky...
Menkeu AS Sebut Zelensky Bajingan Kecil Bertingkah seperti Mr Bean yang Sakau
Putin Terus Tebar Ancaman,...
Putin Terus Tebar Ancaman, 4 Negara ini Memiliki Bunker Nuklir Teraman di Eropa
Warga Moskow Sudah Merasakan...
Warga Moskow Sudah Merasakan Perang Ukraina di Depan Halaman Rumah
Bagaimana Industri Farmasi...
Bagaimana Industri Farmasi Besar AS Raup Untung dari Pandemi dengan Perlakukan Warga Seperti Kelinci Percobaan?
Penampakan Mengerikan...
Penampakan Mengerikan 'Hujan Minyak Hitam' di Langit Moskow akibat Serangan Terbesar Ukraina
Perang Rusia-Ukraina...
Perang Rusia-Ukraina Memicu Perlombaan Senjata AI
PM Inggris Keir Starmer...
PM Inggris Keir Starmer Dilaporkan Akan Mengundurkan Diri pada Senin
Harga Minyak Dunia Naik,...
Harga Minyak Dunia Naik, Aktivitas Pelayaran di Selat Hormuz Belum Pulih
Rekomendasi
Paradoks Tata Kelola...
Paradoks Tata Kelola Batu Bara di Indonesia
Ketum PSOI Pandu Sjahrir...
Ketum PSOI Pandu Sjahrir Apresiasi Dukungan Prabowo untuk Anggaran Pelatnas Multiyears
Yenny Wahid: Dukungan...
Yenny Wahid: Dukungan Prabowo untuk Pelatnas Jangka Panjang Jadi Investasi Masa Depan Olahraga
Berita Terkini
Selain Ingin Perang...
Selain Ingin Perang di Lebanon Berakhir, Iran Klaim Tak Ingin Kembangkan Senjata Nuklir
Demi Wujudkan Perdamaian...
Demi Wujudkan Perdamaian dengan Iran, AS Terus Tekan Israel
Meski Menang dalam Negosiasi...
Meski Menang dalam Negosiasi dan Perang, Iran: Kita Selalu Hati-hati
Studi: Surplus Ekspor...
Studi: Surplus Ekspor China Kian Tekan Peluang Industri Negara Berkembang
6 Tentara Israel Tewas...
6 Tentara Israel Tewas dalam 3 Hari Terakhir Akibat Sergapan Hizbullah
Meski IRGC Tutup Selat...
Meski IRGC Tutup Selat Hormuz, Perundingan Damai AS dan Iran Digelar di Swiss
Infografis
Rusia Akui Kerahkan...
Rusia Akui Kerahkan Tentara Korut dalam Perang Lawan Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved